
Sementara di dalam kelas senam, tampak Bela seperti di kucilkan oleh ibu hamil lainnya, mereka seakan enggan mendekati Bela mungkin karena berita yang jelek-jelek pada Bela di luaran sana.
Namun beda halnya dengan kedatangan Desi, semua orang tampak mendekatinya apalagi tas baru yang ia beli jadi bahan perbincangan ibu-ibu yang ada di sana.
Senyuman mengembang di wajah Desi, ia merasa menang karena keadaan Bela yang banyak di benci orang lain saat ini.
" Astaga ternyata ada kamu Bela, aku ingin menanyakan kebenaran tentang berita tentang hubungan mu dengan suamiku.. apa itu benar Bela?? Padahal aku sudah lama kenal dengan mu.. tapi rasanya tidak percaya " ucap Desi pura-pura menangis
" Drama apa lagi ini?? " Batin Bela
" Astaga ternyata dia tega merebut suami orang yang dia kenal.. hati-hati jangan dekat-dekat dengan dia " cibir salah satu yang mendukung Desi
" Ia nih, kamu cantik dan muda tidak bisakah dapat laki-laki yang single jangan jadi perebutan suami orang lain.. "
" Bagus, terus saja hina Bela, itu karma yang harus ia terima karena sudah menyakiti ku selama ini " batin Desi
" maf ibu-ibu kita di sini untuk senam bukan untuk membicarakan hal yang tidak penting " ucap Bela malas meladeni ucapan mereka
__ADS_1
" Cih, jangan pura-pura sok baik, kamu itu wanita murahan tidak pantas disini bersama kami, kamu lihat dia istri sah suaminya begitu baik padamu tapi kamu tidak tahu malu seperti ini " cibirnya lagi
" Jangan terpancing emosi Bela, nanti Desi merasa menang kalau kamu meladeni mereka " batin Bela
" Ga seru kalau Bela tidak meladeni ucapan mereka.. aku harus memancing mereka supaya membuat Bela marah " batin Desi
" Ibu-ibu jangan berkata kasar padanya, nanti kalau suami saya tahu bisa-bisa dia ngadu yang macam-macam dan saya yang kena marah suami saya " ucap Desi sambil menangis
" Ih, tega banget sih kamu dasar wanita murahan pergi dari sini " ucapnya sembari mendorong tubuh Bela.
" Baik saya pergi, tidak usah dorong-dorongan segala kalau terjadi apa-apa pada kandungan ku apa kalian mau tanggung jawab " ucap Bela dengan nada sinis
" Cih, anak haram aja bangga.. anak kamu itu pasti akan malu jika tahu bagaimana kelakuan ibunya, merebut suami orang lain " cibiran itu terus bertubi-tubi
" Jangan pernah bilang kalau anak ini anak haram.. aku bisa pastikan jika anak ini bukan anak haram " ucapnya lagi pergi dari sana.
" Apa?? " ucap mereka kaget
__ADS_1
" Apa jangan-jangan dia sudah diam-diam menikah dengan suaminya Bu Desi " bisik-bisik mereka
" Sialan, jadi Bram sudah menikah diam-diam dengan Bela, tapi bagaimana mungkin.. aku tidak percaya sama sekali " batin Desi
Bisa gila kalau Bela meladeni ucapan pedas ibu-ibu yang berpihak pada Desi, ia lebih baik pergi dari pada harus berada di sana. Desi yang melihat Bela pergi langsung mengikutinya ia merasa kalah karena tidak bisa membuat Bela marah.
" Membuatku emosi saja " batin Bela
Ketika membuka pintu ruang kelas senam itu bela melihat banyak sekali orang di sana, namun yang mencuri perhatiannya adalah sosok Bram dan Candra yang sedang baku hantam.
Hari ini benar-benar menguras tenaga dan emosinya, ia mencoba untuk tidak bertengkar dengan Desi tapi kini saat ia melihat mereka berkelahi membuat emosinya kembali naik.
" Berhenti.. " teriakan Bela membuat keduanya berhenti dan menatap wajah Bela
Kedua petugas keamanan yang baru datang langsung membawa Bram dan Candra ke ruangan keamanan untuk mendamaikan mereka sekaligus memberikan teguran pada Mereka.
Bersambung...
__ADS_1