
Tak lama kemudian dokter dan suster segera keluar dari ruangan Bela, Bram yang langsung menghampiri Dokter yang sudah memeriksa keadaan Istrinya itu.
" Dok, bagaimana keadaan istri saya?? Bagaimana dengan anak dalam kandungannya ?? " Tanya Bram dengan wajah khawatirnya
" Tuan tidak usah khawatir, Keadaan Nona Bela sekarang sudah baik-baik saja namun untuk kedepannya harus lebih di jaga lagi, jangan biarkan Nona Bela stres berlebihan apalagi dalam keadaan tertekan itu bisa mempengaruhi Janin dalam kandungannya "
" Baik dok terima kasih " ucap Bram merasa lega
Ia langsung masuk kembali kedalam ruangan Bela, tampak Bela sedang terbaring lemah di sana. Bram segera menghampirinya dan duduk di sampingnya.
" Sayang, aku mohon jaga kondisi tubuhmu.. apalagi sekarang ada anak dalam kandungan mu, kamu jangan khawatir masalah hubungan kita, aku akan membuat keluarga mu dan keluarga ku merestui hubungan kita bagaimana pun caranya " ucap Bram mencium tangan Bela
" Apa kakak yakin?? " Tanya Bela
" Ia sayang.. biar itu jadi masalah ku.. kamu jangan khawatir ya mulai sekarang " ucap Bram sambil tersenyum
" Baiklah kak.. " Ucap Bela sambil tersenyum
" Oh ia aku bawakan kue kesukaan mu, apa kamu mau memakannya?? " Tanya Bram
" Mau " ucap Bela duduk di ranjang
Bram memotong kue lalu menyuapi Bela, walaupun awalnya Bela menolak untuk di suapi olehnya tapi Bram terus bersikeras dan memaksanya hingga Bela pun mau tidak mau di suapi Suaminya itu.
" Bagaimana enak?? "
" Enak dong kak, kan ini emang kue kesukaan ku.. " ucap Bela sambil tersenyum
" Kamu harus makan yang banyak, biar anak kita juga sehat.. aku akan membuat keluarga kecil kita bahagia apalagi kalau anak ini lahir " ucap Bram mengusap perut Bela
" Terima kasih kak.. "
" Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu sudah mau jadi ibu dari anak-anak kita.. aku janji akan membuat kalian bahagia " ucap Bram mencium perut Bela
" Geli kak.. "
" Biarin aja, karena nanti aku akan sering-sering menciumnya seperti ini " ucap Bram mencium kembali perut Bela
Bela menghabiskan dua potong kue kesukaannya, sekarang Bram sudah sangat mengenal Bela dari mulai makanan yang dia suka ataupun tidak Bela suka, Bram sudah sangat paham dengan apapun yang berhubungan dengan Bela Membuat Bela sendiri senang karena mendapat perhatian seperti itu apalagi dari suaminya.
" Kak, aku ingin pulang " ucap Bela
__ADS_1
" Sayang, kita harus nurut dulu apa kata dokter, kita harus masih menginap untuk beberapa hari lagi di sini, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu dan calon anak kita.. kalian itu sangat berharga di dalam hidup ku.. " ucap Bram mencium kening Bela
" Tapi aku tidak nyaman di sini?? "
" Tidak ada yang nyaman tinggal di rumah sakit sayang.. kamu harus bersabar beberapa hari ya sayang " bujuk Bram
" Baiklah.. "
Ketika Mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba handphone milik Bram berbunyi, kali ini yang meneleponnya bukan sang mamah ataupun Desi istrinya, melainkan Imel teman SMA Bram sekaligus dokter kandungan yang menangani Desi.
" Siapa?? " Tanya Bela menduga jika itu telepon dari Desi
" Imel, dia teman SMA ku sekaligus Dokter kandungan di rumah sakit ini juga " ucap Bram
" Imel! Siapa dia? Apa wanita itu akan menjadi ancaman bagiku setelah Desi?? Apa dia wanita yang menyukai Bram lagi?? aku harus berhati-hati mulai sekarang, jangan biarkan dia merebut Bram dari ku " Batin Bela
" Angkat saja kak siapa tahu penting.. " ucap Bela membuat Bram langsung mengangkatnya.
Bram lupa jika dirinya hari ini sudah membuat janji dengan Imel pukul empat sore, namun ia melihat jika jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Bram menduga jika Imel meneleponnya marah karena ia tidak menepati janjinya.
Benar saja Imel sangat marah saat ini tapi Bram tidak ambil pusing karena memang ia juga salah, sekarang ia menyuruh Imel untuk segera menemuinya di ruangan Bela, ia sengaja melakukan itu karena ia juga ingin memperkenalkan Bela pada temannya itu.
" Aku ingin Bela di rawat Imel, aku percaya padanya.. Imel pasti akan menyembuhkan Bela" batin Bram
Tok... Tok.. Tok..
" Bram.. " panggil Imel
" Masuk "
" Siapa wanita itu?? Masa ia dia simpanan Bram, istri Bram kan sedang mengandung tega sekali jika benar wanita ini jadi simpanan Bram " batin Bram
" Cantik juga wanita yang bernama Imel ini, dia juga dokter.. akh aku merasa kalah saing dengannya.. belum juga membuat Desi hancur sudah hadir wanita lain " batin Bela
" Imel, kenalkan ini Bela, istriku.. dan Bela kenalkan dia Imel teman SMA ku " ucap Bram membuat Bela dan Imel kaget
" Astaga, kak Bram mengenalkan aku sebagai istrinya ternyata dugaanku salah aku pikir dia wanita yang akan mendekati Bram " batin Bela
" Istri?? Apa maksudnya Bram?? Apa dia punya dua istri atau bahkan lebih.. aku tidak mengerti dengan cara pikirannya Bram tapi istrinya juga cantik-cantik.. akh kenapa Bram jadi sejahat ini " batin Imel
Bram dan Imel teman sekelas, mereka tahu sifat mereka masing-masing namun yang tidak mengerti Imel ketika Bram mengenalkan dua wanita sekaligus dengan sebutan istrinya. Ia tidak menyangka jika Bram bisa seperti itu, padahal dulu Bram terkenal susah di dekati oleh wanita tapi kenapa sekarang malah seperti ini, itu isi pikiran Imel.
__ADS_1
" Bram, jelaskan padaku?? Dia Istri mu lalu yang tadi siang siapa?? Kamu menyebutnya dengan sebutan Istri ?? " Tanya Imel
" Jadi kak Bram ketemu dengan Desi, tapi tidak bicara padaku?? Kenapa kakak tidak seperti biasanya?? Biasanya kakak selalu bicara apapun padaku?? Apa kakak sudah mencintai Desi?? Jawab aku kak?? " Ucap Bela dengan wajah kesal
" Aduh aku lupa lagi kalau aku belum berbicara dengan Bela masalah tadi siang aku mengantar Desi pergi ke dokter kandungan?? Pasti Bela marah padaku.. aku harus menjelaskan pelan-pelan agar Kondisi tubuh Bela tidak drop lagi " batin Bram
" Jawab kak.. "
" Sayang, dengarkan aku dulu.. aku memang menemani Desi cek kandungan tadi siang, tapi aku di paksa mamah sumpah.. aku mau cerita masalah ini padamu tadi tapi kamu masih sedih sayang dan keadaan mu drop lagi, jadi aku belum sempat menceritakannya padamu.. maafkan aku sayang " ucap Bram langsung bmemeluk Bela
" Maaf Bram, sepertinya kita harus bicara nanti karena saat ini waktunya tidak tepat " ucap Imel
" Tidak Imel, aku ingin kamu menjadi dokter kandungan Bela Mulai hari ini, aku percaya padamu "
" Tapi Bram.. "
" Jujur aku khawatir sekali kalau kehamilan Bela di ketahui oleh Desi, bukan karena aku takut Desi akan menceraikan aku bukan, ini tentang perbuatan Desi yang nantinya takut membuat Bela celaka "
" Jujur saja aku sangat mencintai Bela, dan aku juga meminta kamu untuk tidak memberitahukan jenis kelamin anak dalam kandungan Desi "
" Tapi Kenapa Bram, aku tidak mengerti.. aku hanya menanyakan sebagai dokter pada suami pasien karena ini yang sedari tadi ingin aku tanyakan ketika Desi di periksa kamu selalu menggelengkan kepala mu.. " ucap Imel heran
" Jujur aku tidak yakin jika anak dalam kandungan Desi itu adalah anak ku.. aku sudah membuat kesepakatan dengan ibuku tentang hubungan ku dengan Bela, aku takut jika anak dalam kandungan Desi anak laki-laki yang berarti aku harus meninggalkan Bela.. aku harus membuktikan terlebih dahulu jika memang anak dalam kandungan Desi bukan anak ku.. jadi aku mohon tolong bantu aku " ucap Bram menghampiri Imel lalu memegang tanggannya dan memohon padanya
" Bram.. "
" Aku mohon.. haruskah aku berlutut padamu " ucap Bram dengan wajah sedihnya
" Baiklah.. aku akan terus memantau keadaan Desi, tapi aku tidak bisa menyembunyikan hal itu terus.. biar bagaimanapun alat Usg sekarang sudah canggih-canggih aku juga tidak bisa terus berbohong padanya " ucap Imel
" Baik, nanti akan ku pikirkan caranya lagi, sebelumnya Terima kasih Imel " ucap Bram tersenyum
" Bagaimana kalau anak itu benar anak Bram, dan jenis kelaminnya laki-laki.. apa Rencana ku akan gagal dan sia-sia, tidak.. itu tidak akan terjadi " batin Bela
" Untuk sekarang rencana ku berhasil menyakinkan Imel, tapi nanti aku akan selidiki semuanya, aku akan buktikan jika anak dalam kandungan Desi bukan anak ku " batin Bram
" Bram.. Bram membuat hidup ku rumit saja " batin Imel
.
.
__ADS_1
Bersambung...