
Kandungan Desi sudah menginjak usia sembilan bulan semenjak usia kandungan Bela menginjak tujuh bulan, hanya berbeda dua bulan saja namun mereka sudah sama-sama tahu jenis kelamin calon bayinya masing-masing.
Desi merasa memang karena bayi yang ia kandung berjenis kelamin Laki-laki, hal membuat semua orang senang termasuk Bram dan sang mamah. karena alasan itu juga yang membuat Bram banyak meluangkan waktu untuk Desi. bahkan Ia sering menemani Desi di rumah sang mamah di bandingkan menemani Bela.
Apalagi Sang mamah Selalu saja membanggakan bayi dalam kandungan Desi yang berjenis kelamin laki-laki. membuat Bram sedikit terprovokasi dan mulai menemani Desi setiap hari.
Bram sedikit kecewa karena bayi dalam kandungan Bela berjenis kelamin perempuan. meskipun sebenarnya baik perempuan atau laki-laki tidak masalah, karena banyak pasangan di luar sana yang masih berjuang untuk memiliki momongan.
Bela sering merasa kesepian, ia selalu di tinggalkan sendirian di apartemen oleh Bram, Awalnya Hati Bela sedih karena ia juga sama seperti Desi, saat ini ia juga sedang mengandung anak Bram dan butuh perhatian dan kasih sayang dari sang suami, namun ia mencoba untuk tidak egois walaupun hatinya yang sering kecewa.
" Apa mungkin ini Karma darimu Tuhan... "
Meskipun begitu, Bela sekarang lebih fokus untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Desi dari beberapa bulan lalu. Saat waktunya tiba ia akan membongkar kedok kejahatan Desi yang selama ini rahasiakan pada semua orang termasuk Bram.
Saat ini ia sedang duduk di balkon apartemennya melihat pemandangan sore hari yang indah di sana. Angin bertiup kencang membuat hatinya merasa tenang dan damai namun ia juga tidak bisa membohongi hatinya sekarang ia merasa kesepian tanpa sosok Bram di sampingnya.
" Aku harus terbiasa seperti ini, jangan cengeng Bela ingat nanti juga keadaannya akan seperti ini setelah meninggalkan Bram... Aku harus bisa lalui ini, tinggal selangkah lagi Bela " ucapnya dalam hati dengan wajah sedih
Bela sudah terbisa selalu bersama dengan Bram tapi kini sikap Bram berubah, dia selalu pulang satu Minggu sekali itu pun kalau Bela memintanya untuk pulang. Bela sadar penyebab perubahan Bram adalah hasil USG yang di berikan oleh Dokter Imel.
Hari ini Bela mencoba menghubungi Bram namun tidak dia angkat, Bela terus menerus meneleponnya hingga Bram akhirnya mau mengangkat telepon darinya. Ia hanya meminta Bram untuk pulang malam ini bersama dirinya karena hari ini ia ingin makan malam bersamanya.
Awalnya Bram menolak namun Bela terus merengek pada Bram hingga Bram mau menemuinya, setelah itu Bram langsung menutup teleponnya dengan alasan sibuk. Ada perasaan sedih dalam hati Bela tapi ia tidak boleh sedih hari ini.
" Aku yakin kamu Kuat Bela " batinnya sendiri
__ADS_1
Bela sengaja memesan makan dari restoran yang mahal dengan menu kesukaan Bram, ia juga menghias apartemennya agar menciptakan suasana romantis. Hari ini ia ingin membuat Bram senang. Karena setelah ini ia tidak akan meminta Bram untuk menemuinya lagi.
Ia sedang menunggu kedatangan Bram sejak dari jam tujuh malam, namun Bram malah datang pukul sepuluh malam dengan alasan lembur. Ingin rasanya Bela marah namun ia tahan agar tidak bertengkar dengan Bram.
" Maaf Sayang aku terlambat, hari ini aku sibuk sekali.. aku lelah mau ke kamar dulu " ucap Bram meninggalkan Bela yang masih berdiri di depan pintu.
" Tunggu Bram... Kita makan malam bersama dulu " ucap Bela dengan nada kesalnya
" Aku sudah makan di kantor, aku benar-benar lelah mau istirahat, aku harap kamu mengerti " ucap Bram berjalan menuju kamar
" Mengerti?? kurang mengerti apa aku?? " batin Bela
Bela segera menuju kamarnya menyusul suaminya itu. Di dalam kamar Bram langsung mengganti bajunya. Bela memeluk suaminya dari belakang untuk menghilangkan rasa rindunya akan sosok Bram yang dulu. Bram yang selalu ada di sampingnya.
" Sayang lepaskan aku.. aku benar-benar lelah mau tidur " ucap Bram melepaskan kedua tangan Bela yang memeluk punggungnya
" Aku tidak berubah kamu dengarkan aku bilang apa?? Aku sedang lelah dan cape.. aku harap kamu mengerti bisa aku " ucap Bram langsung menarik selimut dan menutup matanya
" Jangan tidur dulu, aku belum selesai bicara, ada yang mau aku bicarakan padamu "
" Kita lanjutkan besok saja " seru Bram
" Terserah kamu saja, jika sudah tidak mencintai aku setidaknya bicara bukan seperti ini terus menghindar " ucap Bela langsung membuka lemari, ia memasukan semua pakaiannya kedalam Koper.
" Mau kemana kamu?? " Ucap Bram dengan nada marah setelah melihat Bela membereskan pakaiannya
__ADS_1
" Untuk apa aku disini tapi kamu sudah tidak peduli padaku lagi.. aku seperti patung bagimu, lebih baik aku pergi karena bahagia kamu bukan padaku tapi pada Desi " ucap Bela hendak meninggalkan Bram namun tangannya di cegah oleh Bram
" kamu ingin pergi dari aku, tidak bisa.. kamu sedang mengandung anak ku, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa " ucap Bram dengan raut wajah marah
" Lepaskan tanganmu, kamu lebih mementingkan Desi di bandingkan aku.. kamu sekarang berubah bukan seperti Bram yang aku kenal lagi " ucap Bela
" Aku harap kamu mengerti keadaan ku, mamah selalu memaksa ku untuk menemani Desi, Kamu harus bisa mengerti apalagi Desi sedang mengandung usia kandungannya sudah memasuki sembilan bulan, perutnya juga sudah besar sekali dan sebentar lagi melahirkan " bentak Bram
Bram selalu minta pengertian Bela sementara selama ini dirinya juga tidak mengerti apa yang Bela inginkan. Sekali lagi bela menahan dirinya untuk tidak marah apalagi sampai bertengkar dengan Bram.
" Terserah kami saja " ucap Bela langsung keluar dari kamarnya.
Hatinya benar-benar sedih saat ini, bagaimana tidak ia sudah tidak mengenali sosok Bram yang dulu, Kenapa di saat seperti ini Bela tidak mau Bram berubah, apa yang terjadi dengan perasaannya.
" Ada apa dengannya?? " Bela masih tidak habis pikir dengan pikiran suaminya itu.
Ia duduk di ruang makan, melihat makanan yang ada di depannya walaupun hatinya masih kesal namun perutnya lapar, ia pun memakan makanan itu dan menghabiskannya tanpa sisa. Setelah di rasa keyang ia segera kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.
Bersambung...
Hayo siapa yang masih mau cerita ini di lanjutkan..
Masih penasaran dengan ceritanya...
Jangan lupa like dan komen ya teman-teman...
__ADS_1
Terima kasih..