Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Obat Yang Di Ganti


__ADS_3

Bela sudah sampai rumah sakit dimana sang ibu berada, ia sengaja pulang lebih awal karena tidak ada Bram ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan sang ibu.


Begitu dia masuk kedalam sosok Lily sedang mengecek keadaan sang ibu, Bela segera menghampirinya sambil tersenyum membawakan minuman yang kesukaan Lily.


" Hay Ly, apa kabar?? " Tanya Bela duduk di sofa memperhatikan Lily


" Astaga Bela, aku rindu sekali padamu " ucap Lily langsung menghampiri Bela dan memeluknya


" Maafkan aku Ly, akhir-akhir ini aku banyak pekerjaan jadi sering merepotkan mu untuk menjaga Ibu "


" Tidak masalah Bel... tidak usah khawatir masalah itu "


" Nih ada hadiah untuk mu, minuman kesukaan mu " ucap Bela memberikan plastik berisi minuman untuk Lily


" Terima kasih Bel, kamu tahu sekali minuman kesukaan ku,, kamu memang teman yang baik sekali " ucap Lilly senang menerima hadiah yang Bela berikan


" Sama-sama, oh ia Bagaimana hubungan mu dengan Candra ?? " Tanya Bela membuat Lily tersedak karena kaget dengan ucapan Bela


Uhuk.. uhuk...


" Pelan-pelan minumnya, aku tidak akan meminum minuman milik mu "


" Em.. aku bingung Bel, akhir-akhir ini Candra selalu mengajak aku makan malam bersama "


" Bagus kalau begitu.. lalu kamu bingung kenapa?? "


" Tapi Bel, sampai saat ini dia belum menembak aku.. atau aku saja yang nembak dia duluan " tanya Lily


" Astaga Ly, kamu jangan khawatir nanti Candra akan nembak kamu secepatnya, kamu tenang saja nanti aku kasih tahu Candra supaya cepat menembak kamu "


" Terima kasih Bel.. kamu memang teman terbaik ku " ucap Lily senang


" Kalau begitu hari ini kamu boleh pulang sekarang, biar aku yang jaga ibu "

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu aku pamit.. "


" Ia, hati-hati di jalan "


Lily langsung pergi dari ruangan Bu Mina, sedangkan Bela duduk tepat di samping sang ibu, memeluk tubuh sang ibu dan mencium kening sang ibu. Rasa rindunya pada sang ibu kembali hadir membuat dia sedih sendiri.


" Bu.. kapan ibu mau bangun.. aku sangat merindukan ibu.. ibu tahu tidak orang yang merawat ibu namanya Lily dia sangat baik sekali, aku sedang menjodohkan Lily dengan Candra.. hubungan ku dengan Candra juga kini membaik Bu seperti yang selalu ibu mau.. aku sadar kalau Candra tak seburuk yang aku kira.. Candra orangnya Baik seperti yang ibu selalu katakan " ucap Bela memeluk tangan sang ibu


Sebenarnya tiap hari bela selalu menceritakan kegiatannya pada sang ibu, berharap sang ibu bisa bangun karena mendengarkan suaranya. Tapi ada yang tak bisa ia katakan pada sang ibu yaitu semua yang berhubungan dengan Bram ia tidak pernah menceritakan itu sama sekali karena ia takut jika hal itu akan memperburuk keadaan sang ibu.


Tak lama kemudian ia bergegas mandi untuk menyegarkan tubuh yang sudah bau keringat karena pekerjaannya yang banyak menguras tenaganya.


Tapi setelah ia selesai mandi ia di kagetkan dengan sosok Bram yang sedang duduk di sofa menunggunya, entah sejak kapan ia ada disana menunggunya, untungnya dia sudah memakai baju di dalam kamar mandi, Bela segera menghampiri Bram disana.


" Kakak... " Ucap Bela sambil tersenyum dan duduk di sampingnya


" Aku merindukanmu sayang " ucap Bram langsung memeluk Bela


Bela yang mendapatkan serangan tiba-tiba tidak bisa menghindar lagi ia malah menikmati ciuman Bram. lama-lama gairah mereka kembali bangikt, dan mulai membara membuat sesuatu di bawah Bram bangun. Bram langsung menarik tubuh Bela hingga kini Bela duduk di pangkuan Bram.


" Bel.. aku menginginkannya " lirih Bram


" Tapi kak.. masa kita melakukannya disini.. " tanya Bela bingung


" Bagaimana kalau di kamar mandi?? " Ajak Bram sambil memegang gundukan bukit Bela


" Akh kak... "


" Ayo Bel.. aku sudah tidak kuat " ucap Bram langsung menggendong Bela menuju kamar mandi yag ada di sana.


" Kak.. aku takut ketahuan " ucap Bela


" Kamu tenang saja.. aku akan cepat melakukannya, kamu juga jangan banyak protes nikmati saja " ucap Bram yang sudah membuka seluruh bajunya

__ADS_1


Mereka segera melakukan penyatuan hasrat mereka yang sudah tidak bisa mereka tahan kembali, kali ini entah kenapa Bela begitu menikmati permainan yang Bram mainkan padahal dari awal dia yang ketakutan sendiri.


" Akh ka.. geli sekali "


" Jangan mendesah sayang karena aku tidak janji melakukannya sebentar.. suaramu sungguh indah " ucap Bram dengan wajah bahagianya


" Akh.. " Bram mulai menghentakkan juniornya pada Bela hingga membuat Bela merasakan pelepasannya.


Setelah setengah jam mereka puas bermain, Bela segera mandi kembali sedangkan Bram segera pergi dari ruangan mertuanya itu, mereka berjanji akan bertemu nanti malam dan menghabiskan malam yang indah berdua namun sebelum Bram pergi ia memberikan obat pada Bela.


" Apa ini kak...?? "


" Ini vitamin untuk mu, agar kondisi tubuh mu kuat, karena tubuhmu bagaikan candu untuk ku Bela " ucap bohong Bram


" Maaf Bela aku terpaksa berbohong pada mu, karena kemarin aku melihat obat penunda kehamilan itu ada di dalam tas mu, aku tidak marah padamu bahkan aku mengerti keadaan kita sekarang, kamu pasti melakukan itu karena pernikahan kita pernikahan yang masih di sembunyikan dari semua orang apalagi Aku belum bercerai dengan Desi, untuk hal itu aku akan memakluminya jadi lebih baik aku diam-diam buang obat penunda kehamilan lalu aku ganti dengan obat penyubur kandungan agar kamu segera mengandung anak ku " batin Bram


" Obat apa ini, jangan-jangan vitamin agar aku cepat hamil, apa aku tolak saja.. tapi bagaimana jika itu adalah obat perangsang agar aku kuat berhubungan dengan Bram, aku jadi takut dan ngeri membayangkannya " batin Bela


" Maaf ka... Aku tidak bisa meminum vitamin itu karena aku juga sudah punya vitamin yang aku selalu minum tiap hari " tolak halus Bela


" Baiklah, aku pergi nanti kita bertemu lagi " ucap Bram langsung mencium kening dan pipi Bela seperti biasanya. Setelah itu ia langsung pergi dari sana.


" Maafkan aku Bela.. aku sudah menduga jika kamu akan menolaknya.. aku rasa yang aku lakukan sudah benar " batin Bram


Obat yang Bram berikan sudah Bela buang sedangkan Bela langsung meminum obat yang ia miliki, ia masih mengira jika obat itu adalah obat penunda kehamilan padahal obat itu sudah Bram ganti sebelumnya.


" Aku tidak mau mengandung anak mu Bram.. karena tujuan awalku bukan untuk itu, aku hanya ingin membuat Desi dan Kamu menderita lalu hidup kalian hancur.. kalian harus merasakan rasa sakit ini sama seperti ku " batin Bela


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2