Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Menjenguk Desi


__ADS_3

Bela dan Bram sudah sampai di rumah sakit, tampak Bram tersenyum pada Bela, ia senang karena sikap Bela yang selalu baik pada siapapun termasuk pada Desi.


" Sayang, kamu yakin ingin mengantarkan makanan ini pada Desi, kamu tahu kan di dalam ruangan Desi juga ada mamah ku, mereka selalu bersikap tidak baik padamu.. aku khawatir mereka akan memperlakukan mu dengan buruk " ucap Bram dengan wajah cemas


" Kak Bram tidak usah khawatir, niatku kesini ingin sekalian menjenguk Desi, aku juga ingin melihat keadaannya " ucap Bela sambil tersenyum


" Kamu terlalu baik Bel.. rasanya tidak rela jika kamu terus di jahatin oleh orang lain " ucap Bram memegang tangan Bela


" Kak, ini tempat umum, jaga sikap kakak jangan sampai orang lain curiga pada kita " ucao Bela melepaskan tangan Bram


Bram tidak merasa sakit hati dengan sikap Bela karena memang posisi mereka sedang di serba salah, terlalu rumit jika hubungan merekadi ketahui orang banyak.


" Setelah aku menceraikan Desi, akan ku tunjukan pada dunia jika kau itu milikku.. bahkan di tempat umum aku akan terus menggenggam tangan mu " batin Bram


" Apa Bram gila, tidak seharusnya ia bersikap seperti tadi, bagaimana kalau ada orang yang lihat, bisa malu aku di sebut merebut suami orang ya.. walaupun pada kenyataannya aku memang seperti itu " batin Bela


Kini mereka sudah sampai di depan ruangan Desi, Bram langsung membuka pintu ruangan Desi, tampak terlihat wajah Desi senang sekali bisa melihat suaminya yang ia rindukan apalagi suaminya itu pasti membawakan makanan yang ia dambakan.


" Sayang.. " ucap Desi


" Siang Nona Desi " ucap Bela sambil tersenyum


Senyuman yang mengembang di wajah Desi sirna sudah hanya dengan melihat sosok Bela di sana. sosok yang tidak pernah ia suka sejak awal mereka bertemu. Desi menatap tajam pada Bela sedangkan Bela hanya membalas tatapan itu dengan seyuman manis.


" Kaget kan.. kata siapa aku pecundang.. buktinya aku datang kesini menemui mu bahkan aku ingin tahu kondisi mu setelah tadi pagi aku memberikan senan jantung untuk mu walaupun sesaat " batin Bela


" Kenapa Bela harus datang kesini sih,, melihat wajahnya yang sok baik itu membuatku kesal saja.. tapi aku harus bersikap baik pada Bela di depan Bram " batin Desi


" Siang.. " ucap Desi


" Kedatangan saya kesini ingin menjenguk keadaan Nona Desi, saya bawakan buah-buahan untuk Nona " ucap Bela meletakan buah-buahan itu di atas meja


" Aku yakin dia sok baik di hadapan Bram saja.. wanita licik dan murahan seperti dia mana mungkin hanya ingin menjenguk ku saja " batin Desi


" Wanita Pengganggu kenapa Bram harus mengajaknya kesini... Membuat Desi kesalkan jadinya.. kasihan Desi " batin Bu Jeni


" Terima kasih.. " ucap Desi ketus


" Sama-sama "


" Bela.. kamu duduk dulu di sofa ya " ucap Bram


" Ini soto ayamnya " bisikan Bela pada Bram memberikan rantang itu


" Ngapain dia dekat-dekat dengan Bram membuatku marah saja.. aku harus pamer kemesraan padanya agar dia menjauhi Bram.. aku istrinya Bram dia harus sadar itu " batin Desi

__ADS_1


" Bela... Memangnya kamu tidak ada kerjaan apa?? pergi ke rumah sakit bersama dengan putra saja " ucap Bu Jeni sinis


" Maafkan saya Nyonya. Kebetulan tadi kami menemui klien sambil makan siang, setelah saya tahu jika Nyoya meminta Tuan Bram kerumah sakit, saya langsung ingin ikut dengan Tuan, karena sayang belum menjenguk Nona Desi.. saya ingin tahu bagaimana keadaan Nona Desi " ucap Bela sopan


" Keadaan ku baik-baik saja.. kamu tidak usah khawatir?? karena kamu sudah tahu kondisi ku kan.. sekarang kamu bisa kembali ke kantor " ucap Desi


" Desi kamu apa-apaan sih, dia karyawan aku kenapa kamu bersikap seperti itu.. " bentak Bram


" Tapi.. Bram.. "


" Sudah diam, nih aku bawakan makan yang kamu minta " ucap Bram memberikan rantang makanan pada Desi


" Desi, kenapa kamu tidak bisa pura-pura baik saja di depan Bram, dengan kamu berbuat Baik pada Bela kamu bisa mendapatkan simpati Bram.. aku harus membuat Desi tidak emosi ketika berhadapan dengan Bela agar lebih menguntungkannya " batin Bu Jeni


Desi yang mendapatkan perhatian Bram lewat makanan yang di bawakan Bram snagat senang bahkan ia langsung membuka rantang susun itu. Susunan pertama berisi nasi, susunan yang kedua berisi soto ayam sedangkan susunan yang ketiga berisi rujak yang membuat Desi meneteskan air liurnya karena ibu hamil biasanya sangat suka dengan rujak.


" Ternyata Bram sangat perhatian padaku.. rasanya seperti mimpi.. soto ayamnya enak sekali " batin Desi senang


" Bram sayang terima kasih sudah membawakan soto ayam untuk ku.., ini benar-benar enak " ucap Desi sambil tersenyum


" Bram, kamu tolong suapi Desi dong.. kasihan dia dari tadi tidak mau makan.. " ucap Bu Jeni sambil melihat wajah Bela


" Astaga mau membuatku cemburu.. tidak akan mempan.. sudah aku katakan berapa kali aku tidak akan terpancing dengan drama kalian.. kalian ini lucu sekali " batin Bela


" Mah.. aku tidak mau, Desi juga bukan anak kecil, dia bisa makan sendiri " ucap Bram dengan wajah kesal


" Kenapa Bela malah membela Desi.. dengan terpaksa aku harus menyuapi Desi, apa Bela tidak cemburu melihat hal itu ?? " Batin Bram


Benar saja ucapan Bela sangat ampuh, bahkan Bram segera menyuapi Desi di depan Bela, ia juga terlihat sangat beik menyuapi Desi tidak seperti kemarin.


" Aku ingin melihat kamu cemburu Bel.. aku lakuin ini " batin Bram


" Bram benar-benar memperlakukan ku dengan baik tidak seperti kemarin.. aku sangat senang sekali.. " batin Desi


Tanpa terasa Desi menghabiskan soto ayam itu dengan lahap Bu Jeni yang melihat hal itu sangat senang karena kondisi Desi terlihat sangat senang dan bahagia hari ini.


" Bagaimana nak enak soto nya?? " Tanya Bu Jeni


" Ia Bu, enak sekali.. kamu beli di mana Bram.. terima kasih sudah menyuapiku... aku senang sekali " ucap Desi langsung mencium pipi Bram


Tampak Bram langsung menjauh dari Desi sambil mengelap pipinya karena di cium Desi. Entah mengapa melihat hal itu rasanya Bela ingin sekali membuat Desi marah dan kesal.


" Kena kau.. sebentar lagi kebahagiaan mu akan musnah.. lihat saja itu, makanya jangan pamer kemesraan seperti itu.. membuatku muak saja " batin Bela


" Karena Nona Desi menikmati makanannya saya sangat berterima kasih.. karena sebenarnya soto ayam itu buatan saya.. Lain kali jika Nona Desi menginginkan makanan itu lagi segera beritahu saya, nanti saya bawakan kembali makanannya " ucap Bela sambil tersenyum licik

__ADS_1


" Apa soto ayam ini buatan mu... " Ucap Bu Jeni kaget mendengar hal itu


" Jangan-jangan soto ayam itu di taruh racun.. " batin Desi


" Mah Bagaimana ini?? " ucap Desi bingung


" Wanita sialan... kenapa harus dia yang membuat soto ayam untuk Desi.. " batin Bu jeni


" Dasar wanita murahan berani sekai memberikan makanan pada menantuku.. bagaimana kalau kamu memberikan racun padanya.. aku tahu sikap buruk mu " cibir Bu Jeni


" Teruslah hina aku, aku senang di hina oleh kalian.. karena semakin kalian menghinaku semakin Bram simpati padaku " batin Bela


Mendengar hal itu Bram benar-benar marah, ia tak habis pikir dengan ucapan mamah kandungannya sendiri, bahkan dia tega berbicara seperti itu, menuduh Bela yang lain-lain.


" Mereka memang jahat, aku tidak boleh biarkan mereka menghina Bela.. aku tidak bisa terima " batin Bram


" Mah.. jaga ucapan mamah... Tidak seharusnya mamah bicara seperti itu pada Bela, aku melihat sendiri dia membuatkan makanan itu dengan hati yang tulus untuk Desi.. " ucap Bram


" Bram.. kamu itu bodoh atau bagaimana sih, jelas-jelas dia membenciku.. apa kamu tidak berpikir?? bagaimana kalau dia meracuni anak kita " ucap Desi dengan nada marah


Rantang itu di lempar Bram ke sudut tembok, membuat mereka kaget dengan apa yang di lakukan Bram, Desi tampak ketakutan ia langsung memeluk mertuanya itu.


" Dasar Tidak tahu berterima kasih, aku sudah capek-capek mencari makanan itu untuk mu tapi apa balasan dari mu.., mulai sekarang jangan pernah meminta makanan apapun padaku.. karena aku tidak Sudi membawa makanan apapun untuk mu lagi "


" Bram bukannya begitu maksud ku.. " ucap Desi sambil menangis mendengar Bram tidak mau perhatian lagi padanya.


" Rasanya ingin tertawa di atas kesedihan Desi, tapi aku tahan saja.. ini bukan waktu yang pas untuk bertindak seperti itu.. " batin Bela


" Maaf Nyonya tadi Tuan Bram sudah mencari makanan itu kemana-mana tapi tidak mendapatkannya, jadi saya berinisiatif ingin membantu Tuan untuk membuatkan makanan itu untuk anda, Tapi sumpah demi Tuhan saya tidak berani meracuni makanan itu jika Nona Desi tidak percaya bisa tanya Tuan, karena tuan sendiri juga melihat bagaimana saya membuat makanan itu " ucap Bela dengan wajah sedih


" Percuma kamu baik sama orang jahat, mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mu baik pada orang jahat " batin Bram


" Jangan minta maaf padanya.. mereka terlalu jahat untuk mu... Mulai sekarang aku tidak aku menemui mu lagi kesini Desi, urus kesehatan mu sendiri " ucao Bram langsung membawa Bela pergi dari ruangan Desi.


" Aku senang melihat pertengkaran seperti ini.. kalian sungguh bodoh bertengkar hanya karena aku.. ini belum seberapa.. akan ada hal-hal yang menarik lainnya nanti " batin Bela


" Ayo "


Bela dan Bram tampak sudah meninggal ruangan Desi, sedangkan Desi kini menangis karena kepergian sang suami, rasanya sakit karena sang suami sudah berkata kasar padanya dan membela wanita lain di depan matanya.


" Bram.. kamu selalu saja jahat padaku... " teriakan kesalnya


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2