Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Ingin Membuat Bela Marah??


__ADS_3

Deon segera menuju kantor tak lupa juga ia membawakan dua makanan untuknya dan untuk Bela sesuai dengan perintah dari majikannya. Deon merasa kasiahan dengan hidupnya Bela jadi istri siri dari seorang laki-laki yang sudah menikah pasti rasanya sakit. Tapi sebisa mungkin ia harus menghibur Bela saat ini.


Sesampai di kantor ia melihat Bela masih sibuk mengerjakan pekerjaannya, ia segera menghampirinya sambil tersenyum.


" Makan dulu Bel.. " ucap Deon memberikan satu makanan untuk Bela


" Terimakasih banyak kak.. tapi ngomong-ngomong Kak Bramnya kemana?? " Tanya Bela bingung


" Bram sedang menemani Desi di rumah sakit " ucap Deon duduk di depan Bela dan membuka makanan yang ia bawa


" Oh begitu, lalu bagaimana keadaan Desi?? " Tanya Bela kembali ia penasaran saat ini


" Kata dokter kandungan keadaan Desi saat ini masih lemah.. ia harus menginap di rumah sakit untuk beberapa hari sampai anak dalam kandungannya kuat " ucap Deon


" Astaga kasihan sekali Desi... Semoga dia cepat pulih, kasihan anak dalam kandungannya " ucap Bela sambil tersenyum


" Kamu kenapa sih Bel, apa kamu tidak merasa cemburu atau curiga pada Desi, biar bagaimanapun dia istri pertama Bram?? bisa saja hubungan mereka jadi lebih dekat karena mereka terus bersama, biar bagaimanapun Desi sedang hamil " Tanya Deon


" Aku cemburu pada Desi?? Mana mungkin.. aku justru senang karena kandungan Desi sangat lemah.. ia pasti merasa sedih sekarang " batin Bela


" Aku percaya sama Kak Bram?? Dalam situasi sekarang bukan saatnya aku cemburu pada mereka " ucap Bela sambil tersenyum

__ADS_1


" Kamu benar-benar baik Bel, aku justru sangat menyukai mu entah mengapa?? dan bagaimana mungkin aku bisa melupakan mu kalau sikap mu baik seperti ini, karena tidak ada wanita baik seperti kamu lagi di dunia ini.. andai aku lebih cepat di banding Bram, pasti sekarang kamu sudah menjadi milikku " batin Deon


" Makanlah.. " ucap Deon memberikan minuman segar yang ia tadi beli


" Terimakasih kak karena kakak tidak marah padaku "


" Aku tidak mungkin marah padamu, kamu tidak salah sama sekali tapi kalau kamu di sakiti oleh Bram beritahu aku.. aku akan membawa mu pergi dari hidupnya Bram " ucap Deon sambil tersenyum


" Ia kak... Sekali lagi terimakasih " ucap Bela memakan makanannya bersama dengan Deon.


" Bagaimana mungkin aku bisa membenci mu sedangkan rasa cinta ku padamu begitu besar padamu.. aku akan terus menjaga mu dengan caraku.. aku takut jika Bram akan menyakiti mu " batin Deon


Setelah selesai makan siang, ia kembali lagi bekerja, namun tiba-tiba handphone berdering tanda seseorang mengirimkan pesan padanya siapa lagi kalau bukan Bram.


Bela membalas pesan Bram dan memberitahukan jika tadi dia di berikan makan siang oleh Deon. Mereka akan bertemu di taman yang tak jauh dari ruangan itu nanti malam.


" Malas sekali harus bertemu dengan Bram, kenapa harus Desi di rawat di sana... " Batin Bela


Tak lama kemudian dering Handphonenya berbunyi lagi, ada sebuah pesan masuk padanya, awalnya ia mengira jika itu pesan dari Bram lagi tapi setelah ia buka tampaknya itu pesan dari Desi.


Pesan yang berupa gambar bagaimana Bram memeluk Desi dan menyuapi Desi, jangan dikira Bela akan marah dan cemburu ia hanya tertawa saja melihat gambar itu karena ekspresi wajah Bram tidak ada senyum sama sekali. Bela mengira jika Bram di paksa oleh ibunya untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


" Kamu mau membuatku marah dan meluapkan kemarahan ku pada Bram.. aku tidak akan terpancing akan hal itu, justru aku akan memancing emosi mu agar keadaan mu semakin memburuk.. " batin Bela


" Hahaha tidak tahu malu memaksa orang untuk memeluk dan menyuapi seseorang yang sudah jadi milikku,, jangan harap kamu bisa memilikinya selama-lamanya karena sebentar lagi kamu akan aku tendang dari hidupnya Bram... Mohon untuk segera siap-siap jika itu terjadi " balasan pesan Bela


" Apa kamu bilang, Bram miliki mu.. jangan mimpi kamu bisa memilikinya, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.. Bram milik ku satu-satunya " balasan pesan Desi


" Kenapa tidak di balas lagi pesan ku, kamu malu atau takut padaku.. jangan pernah mencoba melawanku karrna aku tidak akan takut pada dirimu sama sekali.. "


" Hey balas pesan ku, jangan jadi pengecut.. dasar wanita murahan... Kalau berani lawan aku "


Balasan pesan dari Desi memang membuat Bela risih, ia mengirimkan pesan berupa Vidio dimana dirinya dan Bram sedang berciuman mesra tapi wajahnya di buramkan, terlalu dini jika Desi harus mengetahui identitas Bela sekarang.


" Harusnya ekspresi Bram begini.. maafnya membuatmu panas dingin karena adegan mesra kami.. ini yang di namakan mesra buka hanya satu orang yang menikmati tadi dua orang yang harus benar-benar menikmati " balasan pesan Bela


Tanpa di duga sebuah telepon masuk yang Desi lakukan sekarang, mungkin Desi akan memarahi dan memaki dirinya akhibat Vidio itu tapi Bela tidak mengangkat sama sekali bukan karena ia takut namun ia justru ingin membuat Desi semakin penasaran. Ia jadi ingin melihat ekspresi wajah Desi sekarang semoga saja hal itu membuat dia sakit kembali.


Ia kembali lagi melanjutkan pekerjaannya, meskipun beberapa pesan balasan lagi dari Desi membuat berisik, tapi ia tidak membalas pesan itu sama sekali, ia tidak mau terbawa suasana apalagi emosi karena ucapan Desi yang terkadang membuat dirinya marah.


" Dasar wanita bodoh, mau membuat ku marah.. tapi kenapa kamu malah yang marah duluan.. mau mencoba bermain dengan ku,, jangan harap bisa menang karena kami bukan lawan yang sebanding dengan Ku " batin Bela


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2