Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Sakit Hati Bela


__ADS_3

Bram kembali ke kantornya dengan wajah lesu dan perasaan campur aduk, Bela yang melihat hal itu langsung membuatkan kopi kesukaannya sesuai dengan perintah Deon, hal itu Deon lakukan agar Bram lebih tenang.


" Kenapa bisa seperti ini?? " Ucap Bram meluapkan emosinya


" Bram kamu harus tenang " ucap Deon mencoba menenangkan Bram


" Bagaimana aku bisa tenang Deon... " ucapnya masih dengan wajah yang emosi


" Tapi dengan kamu seperti ini itu tidak akan menyelesaikan masalah " ucap Deon masih mencoba menenangkan Bram


" Tapi kenapa bisa dia hamil??.. aku yakin jika aku tidak mungkin menyentuhnya.. kamu tahu kan bagaimana aku?? "


" Aku juga tidak percaya Kamu bisa membuat dia hamil tapi kita juga tidak punya bukti kalau Desi berbohong saat ini " ucap Bram


" Lalu aku harus bagaimana?? " tanya Bram bingung


Deon duduk di sofa sementara Bram masih mundar-mandir dengan perasaan panik, tidak percaya dan marah, bela masuk kedalam melihat keadaan Bram langsung bingung tapi ia tidak berani bertanya.


" Kenapa kak Bram?? " Tanya Bela berbisik pada Deon dengan wajah bingung


" Suasana hatinya sedang buruk, kamu jangan banyak bertanya padanya.. lebih baik kamu taruh kopi itu di mejanya dan segera kembali bekerja " ucap Deon berbisik pada Bela


" Baiklah "


Mendengar hal itu Bela langsung kembali duduk di kursinya dan melanjutkan pekerjaannya, namun sebuah pesan di handphonenya membuat dia terkejut dengan keputusan sidang gugatan perceraian Bramdi tolak pengadilan karena Desi hamil.


Informasi itu jelas membuat Bela kaget bagaimana bisa itu terjadi, jelas-jelas Bram pernah mengatakan jika dia tidak pernah berbuat macam-macam pada Desi, tapi kenyataannya Desi hamil?? Apa ucapan Bram hanya kebohongan semata.


" Kenapa kamu berbohong Bram.. kamu benar-benar telah mengkhianati kak Sintia.. dasar Pria Brengsek.. aku benci kamu Bram " batin Bela sakit hati


Bela langsung menuju toilet, ia menangis disana, ia merasa sakit hati pada Bram ia benar-benar sudah tertipu oleh ucapan laki-laki itu.


" Kak, kenapa kakak harus mencintai laki-laki seperti Bram.. dia tidak benar-benar mencintai mu kak.. dia laki-laki pembohong dan hanya mempermainkan kakak selama ini.. lihat saja Bram.. aku tidak akan tinggal diam, aku ingin kamu dan Desi benar-benar hancur hidupnya seperti aku sekarang " batin Bela

__ADS_1


Bela menghampus air matanya yang terlalu berharga jika harus menangisi laki-laki seperti Bram, ia harus kuat dan tegar demi balas dendamnya. Kali ini Bela benar-benar marah.


Ia kembali duduk di kursinya mencoba menetralkan perasaannya agar lebih tenang, ia tidak mau jika Bram dan Deon melihat keadaannya sekarang membuat mereka malah curiga pada Bel.


Tak lama kemudian datanglah dua keamanan bersama Bu Jeni dan Desi di depannya, kedua keamanan itu tampak panikdan pucat berada di belakang tubuh Bu Jeni, seperti sedang mencegah Bu Jeni dan Desi menemui Bram.


" Kamu kenapa Disini " ucap Desi heran dan marah


" Bagaimana bisa wanita ular ini bekerja disini, aku tidak bisa membiarkan ini semua terjadi, aku tidak mau Bram lebih dekat dengan dia, diakan wanita penggoda dan cewek matre " batin Desi


" Kenapa kedua keamanan ini malah mengikuti ku bahkan dari tadi mencegah Desi menemui Bram, Desi kan istrinya Bram??, apa Bram benar-benar marah pada Desi " Batin Bu Jeni


" Dimana Bram?? " Tanya Bu Jeni pada Bela dengan tatapan tak suka


" Kak Bram.. ada di dalam tapi mohon maaf beliau tidak bisa di gangu " ucap Bela berusaha mencegah Bu Jeni dan Desi masuk ke ruangan Bram


" Minggir " ucap Desi dengan nada marah sementara Bela malah berdiri di depan pintu ruangan Bram dan mencegah mereka masuk sebelum memberikan konfirmasi pada Bram apakah boleh kedua nenek lampir ini masuk kedalam ruangan Bram.


" Minggir " bentak Bu Jeni tapi Bela masih kekeh tidak mau minggir dari depan pintu ruangan Bram


" Aku bilang Minggir " ucap Desi langsung menarik tangan Bela lalu mendorongnya jatuh ke lantai hal itu membuat Bela menjerit kesakitan karena tanggannya lecet dan mengeluarkan sedikit darah.


" Aw.. "


" Menyusahkan baru segitu saja sudah menjerit " cibir Desi


Mendengar keributan di luar ruangannya Bram segera menghampiri asal suara itu, ia membukakan pintu ruangannya, betapa kagetnya ia melihat Bela duduk di lantai dengan meringis kesakitan. Bram segera menolong Bela.


" Kamu tidak apa-apa Bel?? " ucap Bram langsung berjongkok dan mencoba membangunkan Bela agar berdiri


" Tidak apa-apa Ko kak.. " ucap Bela sambil tersenyum dipaksakan


" Biar saya bantu "

__ADS_1


" Tidak usah kak, biar aku saja " ucap Bela menolak tawaran bantuan dari Bram, ia langsung berdiri sendiri, bukan apa-apa dia masih membenci Bram, bahkan tidak mau di pegang sama sekali oleh Bram


" Sayang kenapa kamu malah menolong dia, biarkan saja dia toh dia tidak mau di tolong sama kamu " ucap Desi menarik tangan Suaminya itu


" Lepaskan " ucap Bram dengan nada marah pada Desi


" Tuan, maafkan kami, kami sudah mencegah nona Desi masuk ke perusahaan ini dan ke ruangan Tuan tapi Nyoya malah mengancam Kami " ucap Kedua keamanan itu jujur


" Kalian berdua kembali bekerja saja " ucap Deon membuat kedua keamanan itu pergi dari sana.


Sementara Bu Jeni, Desi dan Bram masuk kedalam ruangannya Bram untuk berbicara penting, sedangkan Deon mengobati tangan Bela yabg tadi tampak lecet dan berdarah.


" Kak apa yang sebenarnya terjadi?? Aku masih bingung " ucap Bela pura-pura tidak tahu


" Gugatan perceraian yang di layangkan Bram di tolak oleh pengadilan agama " ucap Deon


" Ko bisa?? " Pura-pura kaget


" Desi hamil katanya " ucap Deon


" Apa... bukannya Kak Bram pernah mengatakan jika dia tidak pernah menyentuh Desi sekalipun?? " Sebenernya memanfaatkan Deon sebagai sumber informasi juga tidak masalah bagi Bela


" Aku juga tidak percaya dengan kenyataan ini Bel.. Tapi sudahlah jangan mengurus urusan mereka.. itu tidak penting bagi kita.. lebih baik kembali bekerja karena suasana sedang memanas " ucap Deon yang selesai mengobati Bela


" Mungkin bagi Kamu ini tidak Penting Deon, tapi bagi ku ini sangat penting jika menyangkut urusan Desi dan Bram, mereka adalah orang-orang yang saat ini ingin aku hancurkan " batin Bela


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2