Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Alasan Bram Bersama dengan Desi


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Bela bangun dari tempat tidurnya, ia ingin mengecek keberadaan sang suaminya itu namun Bela harus menerima kekecewaan karena Bram sudah tidak ada dikamarnya, sepertinya Bram sengaja berangkat pagi-pagi sekali ke kantor.


" Padahal baby kita ingin sarapan bersama dengan ayahnya... Tapi tidak apa-apa Nak.. lain kali kita sarapan bersama " ucap Bela mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit


Ia menyiapkan susu khusus yang selalu ia minum setiap pagi, ia duduk di meja makan sendirian namun tidak melewatkan waktu sarapannya ditemani dua potong roti yang sudah ia olesi dengan selai coklat.


Sambil menyantap sarapannya ia masih memikirkan ucapan Bram yang kemarin malam, ia masih penasaran sebenarnya apa penyebab perubahan sikap Bram pada dirinya.


" Kenapa juga aku harus mencari tahu tentang kesalahpahaman ini.. bukannya harusnya aku senang karena Bram menjauhi ku .. tapi hatiku masih tidak tenang " ucapnya menghela nafas panjangnya.


Tak lama kemudian orang suruhannya menelepon memberikan informasi jika Bram dan Desi sedang berada di rumah sakit, mereka sudah membuat janji dengan dokter Kandungan, Bela menduga jika yang mereka temui adalah dokter Imel.


" Bagus, lanjutkan lagi tugasmu.. terus ikuti gerak gerik mereka apalagi Desi jika ada hal yang mencurigakan segera hubungi Saya "


Bela langsung menutup teleponnya, Ia langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke Rumah sakit yang sudah di berikan orang suruhannya, tak lupa juga ia merias wajahnya agar terlihat cantik meskipun perutnya tidak bisa ia tutupi lagi.


Setelah selesai berdandan cantik ia segera memesan taksi karena ia sudah lama tidak mengendarai mobilnya semenjak ia hamil. Ia tidak mau membahayakan calon anaknya.


Perjalanan Rumah sakit tidak jauh dari apartemen tempat ia tinggal, hanya butuh waktu tiga puluh menit saja untuk sampai ke rumah sakit, sesampainya di sana ia segera membayar ongkos taksi dan masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Bela langsung mendaftarkan dirinya untuk di periksa oleh dokter Kandungan. kebetulan tidak ada yang pasien lainnya selain dirinya, ia menunggu di depan ruangan sang dokter dengan perasaan Gugup karena setelah ini ia akan bertemu dengan Desi.


Bela hanya ingin melihat keberadaan Desi dan Bram. ia juga ingin tahu ekspresi wajah Bram ketika melihat dirinya bertemu dengan Desi.


Tak lama kemudian Pintu ruangan sang dokter terbuka, suster memanggil nama Bela untuk segera masuk kedalam. Bram kaget ketika nama yang tak asing baginya di panggil di sana. Desi juga sama kagetnya apalagi di dokter kandungan sementara kabar pernikahan Bela belum pernah ia dengar.


" Tenyata Bram sudah mencintai Desi, bisa di lihat sikapnya yang tidak menolak sama sekali ketika Desi menggandengnya " batin Bela


" Bela... " ucap Desi dengan wajah kagetnya


" Permisi " ucap Bela hendak masuk kedalam ruangan sang dokter


" Tunggu Bela.. Kita sudah lama tidak bertemu.. bagaimana kabarmu.. " ucap Desi sambil tersenyum licik


" Aku baik "


" Nona Bela silahkan Masuk " ucap sang suster

__ADS_1


" Sekarang kamu terlihat gendut ya.. perutnya juga buncit.. kamu sudah banyak berubah, apa ada hal baik yang aku tidak tahu?? " sindir Desi


" Bagaimana kalau aku bilang perubahan tubuhku ini karena ulah suamimu.. dia yang membuat aku hamil " batin Bela


" Apa Bela hamil?? dia belum menikah?? aku dapat kelemahan mu Bela.. " batin Desi


" Ia, kamu juga sudah banyak berubah apalagi perutmu buncit sekali " ucap Bela dengan nada ketus


" Ini bukan buncit, di perutku ini ada anak aku dan Bram.. buah cinta kita.. " ucap Desi sambil tersenyum senang


" Selamat kalau begitu " ucap Bela meninggalkan Bram dan Desi


" Bela tunggu, kenapa kamu masuk ke ruangan dokter kandungan... " ucap Desi namun tidak ada jawaban sama sekali


" Sudahlah ayo kita pergi " ajak Bram tidak mau ada keributan


Wajah Bram tampak sedih, ia jadi merasa bersalah pada Bela karena sudah beberapa bulan ini ia tidak pernah menemani Bela untuk cek kehamilannya.


" Sayang, aku curiga deh kalau si Bela itu hamil di luar nikah?? anaknya itu pasti anak haram " ucap sinis Desi


" Jaga ucapan mu Desi, jangan memfitnah Bela " ucap Bram membela istri keduanya itu


" Tapi sayang... " ucap Desi terhenti karena Bram langsung pergi meninggalkan dirinya


Bram dan Desi segera pergi dari rumah sakit, Bram mengantarkan Desi terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor.


Sementara di dalam ruangan Bela tampak sedih bahkan air matanya jatuh tanpa terasa, Apa sudah tidak ada cinta di hati suaminya itu padahal jika sikap Bram sama seperti dulu mungkin Bela akan mempertimbangkan keputusannya untuk meninggalkan Bram.


Dokter Imel menatap wajah Bela yang masih menangis, ia juga tidak tega melihat wanita seperti Bela bersedih seperti itu.


" Apa kau baik-baik saja " tanya dokter Imel


" Aku baik-baik saja dok "


" Bagaimana dengan kandungan mu, apa ada gerakan seperti menendang dalam perutmu?? "


" Ia dok, tendangannya lumayan keras hal itu kadang membuat perutku sakit " ucap Bela sambil tersenyum


" Kalau begitu aku periksa dulu " ucapnya sambil tersenyum

__ADS_1


Bela benar-benar di periksa oleh dokter Imel, kondisi kandungan Bela saat ini baik, detak jantungnya Normal, berat badan dan semuanya sangat normal membuat Bela senang ketika di beritahukan hal itu.


" Kamu harus bersyukur karena kandungan mu baik-baik saja.. tidak seperti Desi " ucap Imel langsung menutup mulutnya


" Apa maksud Dokter?? " tanya Bela penasaran


" Baiklah akan aku beritahukan walaupun sebenarnya itu tidak boleh karena itu melanggar aturan rumah sakit ini.. "


" ceritakan saja aku berjanji tidak akan menceritakan apapun pada orang lain, ini rahasia "


" Baiklah.. "


"Aku penasaran sekali, apa yang di katakan Bram benar kalau kandungan Desi lemah" batin Bela


^^^" Kandungan Desi bermasalah, ada kelainan yang aku temukan dari hasil pemeriksaan " ucap Imel^^^


" Kelainan apa Dok, bukannya hanya kandungan Desi yang lemah " tanya Bela semakin penasaran


" Itu bukan Kandungan yang lemah tapi kelainan " jelaskannya


"Lalu apa Bram dan Desi tahu akan hal itu?? "


" Desi sudah tahu tapi dia tidak mau memberitahu hal itu pada siapapun, jadi sebaiknya kamu tutup mulut rapat-rapat.. kalau sikap Bram berubah kamu harus maklumi saja "


" Baiklah aku mengerti.. "


" Jaga kondisi tubuhmu, jangan sampai kandungan mu kenapa-kenapa karena Bram pasti sedih mendengarnya.. "


" Apa Bram tahu semua hasil pemeriksaan ku selama ini " ucapnya pelan namun masih bisa di dengar sang dokter


" Aku selalu memberikan informasi tentang kondisi kandungan mu karena Bram yang Minta.. "


" Ternyata Bram masih peduli padaku " ucap Bela senang dalam hatinya


" Kalau begitu terima kasih Dok.. saya permisi " ucap Bela langsung meninggalkan ruangan Dokter Imel


Ia memutuskan untuk pergi ke restoran yang tak jauh dari rumah sakit, tiba-tiba saja ia menginginkan sesuatu untuk di makan, kalau kata orang di sebut ngidam.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2