Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Bela di Operasi


__ADS_3

Sementara di tempat lain, tepatnya di negara yang sulit untuk Bram jangkau, Bela sedang membaringkan tubuhnya yang sangat lelah mungkin efek dari naik pesawat pribadi milik keluarganya.


Ia tinggal di negara terpencil, demi untuk mengindari Bram ia rela pergi ke negara tersebut, segala kebutuhan yang Bela perlukan sudah di persiapkan oleh sang ayah dan tentunya Candra.


Candra ikut andil dalam hal ini karena ia tidak ingin Bela tersakiti oleh Bram apalagi Candra sempat melihat Bram bersama dengan Desi begitu mesra di depannya.


Handphone milik Bela berbunyi tanda seseorang menghubunginya siapa lagi kalau bukan Candra karena nomor handphone Bela yang baru tidak ada yang tahu kecuali anggota keluarga.


Kring... Kring...


" Ya halo... " Ucap Bela


" Kamu sudah sapai di negara B " tanyanya


" Aku baru sampai.. lelahnya "


" Bagus kalau begitu bulan depan aku akan akan mengunjungi mu.. " ucapnya


" Baiklah... " ucap Bela sambil tersenyum


" Nanti akan ada seseorang yang akan menemanimu, kalau kau butuh apa-apa katakan saja padanya.. dia siap 24 jam menemanimu " ucap Candra sambil tersenyum


" Siapa dia?? " Tanya Bela heran


" Nanti juga kamu akan tahu.. "


" Baiklah.. "


Bela menutup teleponnya, tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar, Bela menduga-duga jika yang datang sekarang adalah seseorang yang barusan di bicarakan Candra.

__ADS_1


Ia segera bangun dari tempat tidurnya Meskipun badannya masih terasa lelah. " Tunggu sebentar " ucap Bela


Bela segera membuka pintu, ia kaget karena yang datang adalah seseorang yang ia rindukan dia adalah Lily, calon kakak ipar nya sangat sibuk akhir-akhir ini bahkan Candra sendirian sering bercerita seperti itu pada Bela.


" Astaga Lily.. " ucap Bela langsung memeluknya ia benar-benar bahagia bisa bertemu dengan sahabatnya itu


" Bagaimana kabarmu Bel... Maafkan aku akhir-akhir ini jarang mengunjungi mu karena pekerjaan ku sangat sibuk .. "


" Ayo masuk Ly.. " ajaknya


Bela langsung mengajak Lily masuk kedalam rumah yang tidak terlalu besar yang nanti ia akan tinggali bersama bayinya.


" Jangan repot-repot buatkan aku minuman, lebih baik kita istirahat di kamar mu.. sepertinya kamu lelah " ucapnya sambil tersenyum


" Kamu memang yang paling mengerti aku.. " ucap Bela langsung membawa Lily ke kamarnya


" Untuk sementara aku akan tidur di kamarmu, hanya tidur saja.. semua barang ku akan aku bereskan nanti di samping kamarmu.. "


" Ya tentu saja.. aku dan Candra sudah sepakat untuk menemanimu di negara ini, lagian ayahmu juga sudah membangun rumah sakit tak jauh dari rumah ini... Ia benar-benar menyayangi mu Bel... Kau harus bisa memafkan kesalahan ayahmu di masa lalu " ucap Lily sambil tersenyum


" Ayah memang baik.. " ucapnya sambil tersenyum


" Lebih baik kita beristirahat saja " ucap Lily


Lily dan Bela tidur bersama, Lily akan menjaga Bela sampai anak dalam kandungannya lahir, ia tidak mau terjadi hal yang buruk pada Bela apalagi nantinya ia akan melahirkan tanpa sosok seorang suami di sampingnya.


Tengah malam pun tiba, Bela segera bangun dari tempat tidurnya ia merasakan perutnya mulas di tambah tenggorokannya haus, ia berjalan menuju Dapur.


Usianya sudah menginjak tujuh bulan namun ia selalu merasakan mulas tapi beberapa detik kemudian mulas itu hilang, menurut dokter itu dinamakan kontraksi palsu membuat Bela lebih tenang karena di perkirakan dia akan melahirkan di bulan lagi.

__ADS_1


Ia segera mengambil gelas ketika ia hendak meminum air putih, tiba-tiba perutnya mulas sekali. Ia segera memegang perutnya. Gelas yang ada dalam genggaman Bela pun terjatuh.


" Ada apa ini, kenapa mulas sekali " batin Bela


Tiba-tiba ada cairan putih mengalir membasahi celananya, ia awalnya mengira jika dirinya ngompol namun ketika darah mulai mengalir di kakinya ia mulai kaget lalu berteriak memanggil nama Lily.


" Lily... " Teriakannya


Mendapatkan panggilan dengan nada keras membuat Lily lalngung bangun, ia kaget ketika Bela tidak berada di sampingnya, ia segera berlari menuju asal suara itu.


" Astaga Bel.. " ucap Lily kaget melihat darah segar mengalir di kakinya


" Tolong aku Ly, aku tidak mau kehilangan bayi ku " lirihnya


" Ok, kamu tenang aku akan siapkan mobil.. kita akan kerumah sakit sekarang juga " ucapnya


Bela menoca mengontrol dirinya agar tidak panik karena itu bisa membahayakan bayi dalam kandungannya, Lily mulai memapah Bela menuju Mobil.


Mereka segera menuju rumah sakit, hanya butuh lima mrnit menuju rumah sakit. Lily segera membawa Bela menuju ruang UGD semua perawat yang ada di sana segera membantu Bela.


Dokter langsung memberikan penangan sementara pada Bela, ia langsung menghampiri Lily dan mengatakan jika Bela harus segera di operasi sesar karena takut membahayakan bayi dalam kandungannya.


Lily tak lantas menyetujuinya ia segera menelepon Candra dan mengatakan semua yang terjadi pada Bela, Candra akhirnya mengizinkan Bela malakukan oprasi malam itu juga.


Lily tampak khawatir dengan keadaan Bela saat ini, namun dokter melarangnya untuk masuk kedalam ruangan. Lily hanya bisa mundar mandir di depan pintu ruangan Operasi.


" Bela kamu pasti kuat.. kamu harus kuat " batin Lily


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2