
Bela sudah kenyang sekali sekarang, ia juga senang karena dia pada akhirnya bisa menang dari Desi, kemenangan di atas derita orang lain itu yang di rasakan oleh Bela saat ini. Candra yang melihat Bela tertawa hanya bisa tersenyum. Ia senang karena Bela sudah tidak sedih lagi seperti kemarin-kemarin.
" Kamu tahu ga gimana Reaksi Desi sekarang, pasti dia sudah menelepon mertuanya atau Bram karena panik dengan harga baju itu " ucap Bela tertawa senang
" Kamu jahat Bel, anak orang itu.. "
" Biarin aja, suruh siapa dia hina aku duluan.. dia itu wanita yang sangat jahat " cibir Bela
" Memang dia jadi wanita jahat sekali, dari tadi aku juga kesal sendiri sama dia?? " ucap Candra
" Kamu kesal apalagi aku yang di hina " ucap Bela
" Sudah jangan pikirin dia, lebih baik kita pikirkan mau kemana kita sudah makan ?? " Tanya Candra
" Kemana ya?? " Ucap Bela tampak berpikir
" Bagaimana kalau kita nonton Bioskop.. aku belum pernah nonton bioskop soalnya " ucap Candra sambil tersenyum malu
" Serius?? " Tanya Bela kaget
" Ia serius?? Kamu kan tahu, ibuku banyak sekali aturan aku bisa bebas hidup setelah aku memutuskan tinggal di apartemen " ucap Candra
" Kamu benar Tante Teti itu cerewet sekali, dan tukang ngatur.. UPS.. " ucap Bela menutup mulutnya ia sadar kenapa harus menjelek-jelekkan ibu kandung Candra
" Aku tidak apa-apa, itu memang kenyataannya ibuku seperti itu " ucap Candra sambil tersenyum
" Baiklah kita nonton bioskop saja sekarang " ucap Bela berdiri dari kursinya
" Tapi kita simpan dulu barang-barang kamu.. berat nih " ucap Candra
" Masa begitu saja berat, payah" cibir Bela
Mereka segera menuju parkiran terlebih dahulu untuk menyimpan semua belanjaan milik Bela. Hal yang tak di duga pun datang bela malah bertemu dengan sosok Bram yang tiba-tiba ada di depannya.
__ADS_1
" Bela?? " Panggil Bram
" Ternyata Bela memang sedang bersama dengan laki-laki ini, tapi siapa dia?? Kenapa dia selalu terlihat bersama dengan Bela?? Apa hubungan mereka?? apa yang di katakan Desi benar kalau laki-laki ini pacar Bela " Batin Bram
" Kak Bram?? " Ucap Bela kaget
" Kenapa Bram visi disini, kenapa dia secepat ini datang kesini?? Apa dia kesini ingin menyelamatkan Desi?? Tapi mana mungkin, bukannya dia benci Desi " batin Bela heran
" Kamu sedang apa disin??i " ucap Bram pura-pura tidak tahu jika Bela di sana padahal ia tahu dari foto yang di berikan Desi, ia langsung menuju Mall tersebut untuk memastikan yang ada di foto karena kebetulan ia tidak jauh dari Mall itu.
" Aku selesai belanja disini.. " ucap Bela sambil tersenyum
" Mau apa sih dia kesini?? Aku merasa jika Bram menyukai Bela, bisa di lihat dari sorot matanya " batin Candra
" Bel, ayo " ajak Candra yang tidak suka pada kedatangan Bram disana
" Kalian mau kemana?? " Tanya Bram mulai penasaran
" Kami mau?? " Ucap Bela terpotong karena Candra langsung menarik tangannya menjauh dari Bram
" Bela tunggu?? " Ucap Bram menyusul mereka yang masuk kedalam ruangan bioskop
" Candra.. apain sih kamu sakit tahu tangan ku " ucap Bela marah tangannya jadi merah
" Maaf.. aku hanya tidak suka saja sama dia " ucapnya
" Bela?? " Panggil Bram lagi
" Ada apa?? " Tanya Bela
" Kamu beli dulu tiketnya sana.. aku tunggu disini " ucap Bela pada Candra
" Baiklah " Candra langsung meninggalkan mereka berdua, sementara Bram tampak memperhatikan tiket untuk film apa yang akan mereka tonton.
__ADS_1
" Kak Bram ada apa?? " Ucap Bela penasaran
" Ga cuma mau tanya aja kamu mau nonton film apa?? " Tanya Bram
" Aku mau nonton film horor?? Kakak mau nonton juga " tanya Bela
" Kenapa selera kita sama... Aku juga mau nonton Film itu, sebentar iya aku beli dulu tiketnya " ucapnya
Bela menunggu mereka berdua yang sedang membeli tiket, Bram langsung membeli tiket di samping tiket yang di beli oleh Candra entah bagaimana caranya.
Setelah mereka memiliki tiket, mereka langsung masuk ke ruangan dan duduk sesuai tiket, bela duduk di tengah sementara di samping kirinya Candra dan samping kanannya Bram. Mereka tampak menonton dengan serius.
Sebenernya baik Candra ataupun Bram takut menonton film hantu, tapi beda halnya dengan Bela ia lebih suka film hantu di banding film romantis yang selalu membuat dia ketiduran karena bosan.
Saat-saat menengangkan dan hantu dalam film itu muncul semua penonton tampak menjerit sama hal nya dengan Candra dan Bram, mereka menjerit sambil melotot, sedangkan Bela sendiri tampak tenang, ia bahkan tertawa saat melihat kelakuan mereka hanya bisa yang ketakutan karena merasa lucu dengan teriakan mereka.
Selama film di tayangkan Bela selalu tersenyum melihat kelakuan Candra dan Bram yang sangat lucu, mereka itu aneh karena takut film hantu tapi malah di tonton alhasil mereka histeris terus dan berteriak paling kencang di banding penonton wanita yag ada disana.
Setelah selesai menonton mereka segera meninggalkan bioskop itu dengan perasaan lega karena selama di sana jantung mereka tidak aman bahkan suara mereka juga sedikit serak padahal namanya sebuah film itu bohongan bukan nyata.
" Bagaimana filmnya Bagus ?? " Tanya Bela pada Candra dan Bram
" Bagus " ucap mereka kompak
" Bagus apaan, Ga lagi-lagi deh nonton film begituan.. film yang membuat jantung mau copot " batin Bram
" Ga Sudi aku nonton film horor lagi deh, lebih baik nemenin mamah ke salon, aku rela nungguin sampai delapan jam dari pada nonton kaya tadi " batin Candra
" Mereka benar-benar lucu.. sudah tahu takut film horor malah sok berani mau nonton, bilang filmnya bagus lagi.. aku yakin nanti mereka akan terbawa mimpi dan takut tidur sendirian seperti anak kecil " batin Bela
Mereka pun memutuskan untuk segera pulang, Bela pulang ke rumah sakit bersama dengan Candra sementara Bram pergi ke apartemennya untuk menenangkan jantungnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...