Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Pembicaraan Ibu dan Anak


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam lima pagi, Bram segera bangun dari tidurnya, ia takut jika kehadirannya akan ketahuan oleh Lily perawat Bu Mina yang selalu datang bekerja pagi-pagi sekali seperti yang selalu Bela ceritakan.


Ia langsung menyelimuti Bela lalu memutuskan untuk pergi dari ruangan itu, ia segera menuju kantin rumah sakit untuk membelikan nasi kuning beberapa bungkus untuk sarapan.


Ia memberikan dua bungkus untuk kedua bodyguard yang selalu menjaga di depan ruangan Bu Mina, satu bungkus beserta minuman hangat ia letakan di meja samping sofa dimana Bela sedang tidur.


" Makanlah yang banyak sayang.. maaf aku tidak bisa menemanimu sarapan... aku mencintaimu " ucap Bram mencium kening Bela, pipi dan bibirnya.


Setelah itu Bram segera menuju ruangan Desi, tampak disana sang ibu sedang tertidur lelap, Bram melihat sosok sang ibu merasa kasihan karena sudah bermalam di ruangan Desi, Sang ibu tidur di sofa yang sempit, pasti Bu Jeni akan merasa sakit tubuhnya karena ia juga pernah merasa hal itu, ia merasa sendoh melihat sang ibu Biar bagaimanapun dia juga sayang pada ibunya.


Ia segera menghampiri sang ibu lalu mencium kening sang ibu dan memeluknya. Bu Jeni yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung bangun. Ia kaget dan tidak menyangka jika sang putra kesayangannya justru datang ke ruangan sakit dan memeluknya.


" Maafkan aku mah.. " batin Bram


Bu Jeni menduga jika Bram pasti ingin meminta maaf padanya, Bram tidak akan tega jika ibunya sedih makanya kemarin dia sengaja pura-pura menangis di depan putra kesayangannya itu agar Bram luluh dan memaafkan Desi.


" Bram... " Panggil Bu Jeni senang


" Ssttt mah jangan berisik nanti Desi bangun... lebih baik kita ngobrol di taman saja sekarang " ajak Bram


" Baiklah mamah setuju " ucapnya sambil tersenyum


Bu Jeni tentu saja setuju bahkan ia senang mendengar ucapan Bram. Putranya yang penurut sudah kembali lagi seperti dahulu.


" Bram belikan makanan untuk mamah sarapan.. harusnya mamah tidak usah repot-repot menjaga Desi, biarkan saja keluarga Desi yang Menjaga Desi.. " ucap Bram memberikan satu kotak nasi kuning untuk sang mamah


" Bram, kamu kan tahu kedua orangtuanya Desi tidak peduli pada Desi.. mamah tidak tega jika Desi harus sendirian disini "


" Lihat tubuh mamah pasti sakit semua kan?? " Ucap Bram memberikan teh hangat untuk sang mamah


" Kalau begitu kamu saja yang menjaga Desi disini.. "

__ADS_1


" Aku hanya bisa menjaga Desi ketika sore sampai malam, tengah malam sampai subuh aku akan pulang ke apartemen " ucap Bram


" Tengah malam sampai subuh kamu bersama wanita itu kan?? "


" Mamah tahu kan jawabannya seperti apa?? "


" Tapi Bram... "


" Mah... Aku mohon jangan paksa aku.. aku benar-benar mencintai dia, mamah harus mengerti.. "


" Baiklah mamah tidak akan paksa kamu, asalkan kamu bisa memperlakukan Desi dengan baik dan tidak membuatnya curiga dengan hubungan mu dan wanitaku itu, mamah akan menutupi kelakuan jelek kamu " ucap Bu Jeni mulai menyerah ia tidak bisa jika terus menerus bertengkar dengan putra kesayangannya itu.


" Baiklah aku akan memperlakukan Desi dengan baik mulai sekarang, asalkan mamah tidak melarang aku.. apapun yang aku lakukan jangan mamah larang " ucap Bram sambil tersenyum


" Asal kamu tidak keluar batas.. mamah hanya ingin Desi cepat sembuh.. "


" Mamah tenang saja.. aku akan membuat Desi cepat sembuh "


" Kalau begitu makan yang banyak.. biar mamah selalu sehat dan bisa menjaga Desi " ucap Bram memeluk sang mamah


" Untuk kali ini aku akan menuruti apa pun yang Bram mau.. tapi setelah nanti jika Hasil USG keluar aku akan menyuruh Bram meninggalkan wanita itu, wanita itu tidak akan menang dari ku " batin Bu Jeni


" Akhirnya Mamah luluh juga.. aku senang karena mamah sekarang sudah berubah tidak seperti dahulu yang selalu mengatur lagi hidup ku.. aku harus bicarakan masalah ini pada Bela, dia pasti senang " batin Bram


Bu Jeni segera menghabiskan makanannya dengan lahap, ia benar-benar ingin pulamg karena badannya pegal semua, kebetulan hati ini hari Sabtu ia ingin bersantai rumah.


" Bram hari ini kamu libur bekerja kan??, bagaimana kalau kamu gantian menjaga Desi, badan Mamah pegal-pegal semua " ucap Bu Jeni


" Kasihan juga mamah.. tapi aku ingin mengajak Bela jalan-jalan hari ini.. bagaimana ini?? " batin Bram


" Ayolah Bram.. kamu tidak mau melihat mamah jatuh sakit kan?? "

__ADS_1


" Baiklah mah.. sekarang mamah istirahat di rumah biar Desi aku yang jaga "


" Benar Bram?? kamu serius.. " ucap Bu Jeni senang


" Ia Mah, Bram serius.. Mamah tenang saja Bram akan disini.. " Ucap Bram Begitu menyakinkan sang mamah


" Baiklah.. "


Bu Jeni segera menuju ruangan Desi untuk mengambil tas miliknya, ia bersemangat untuk pulang apalagi sekarang suaminya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk menjemput sang


" Bram ingat kamu harus jaga Desi, jangan sampai kamu meninggalkannya seperti waktu itu "


" Baik Mah... "


" Mamah pamit.. " ucapnya langsung pergi dari ruangan Desi. ia berharap jika Ucapan Bram bisa di percaya


Bram duduk di sofa, ia masih melihat Desi masih tertidur lelap disana. Sambil tersenyum licik Bram hanya menatapnya dari kejauhan.


" Malas sekali jika harus di sini lama-lama tapi aku juga kasihan pada mamah.. biarlah untuk kali ini biarkan aku disini menjaganya.. tapi untuk besok-besok aku tidak mau lagi.. Bela maafkan aku, harusnya hari libur ini bisa membuat kita berduaan " batin Bram


Tak lupa ia juga mengirim pesan pada Bela jika hari ini ia akan menemani Desi, ia menjelaskan jika sang mamah sudah dari kemarin berada di rumah sakit bahkan sampai harus menginap di rumah sakit hanya untuk menemani Desi.


Bela tidak mempermasalahkan Masalah itu, bahkan dalam pesannya ia merasa senang ketika Bram menemani Desi, ia juga menyarankan pada Bram untuk bersikap baik baik saja Desi agar kondisinya cepat membaik dan pulih.


" Bela benar-benar berhati baik, bagaimana bisa ada seorang istri yang menyuruh suaminya menemani istrinya pertamanya, biasanya mereka tak akan rela berbagi, tapi Bela benar-benar berhati tulus ia selalu memaafkan orang lain walaupun orang itu sudah menyakiti hatinya " batin Bram sambil tersenyum


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2