
Tampak Bela masih kaget dengan ucapan sang suster ia tidak menyangka jika dia bisa hamil padahal dia selalu minum pil penunda kehamilan untuk mencegah hal ini terjadi.
Kehamilannya saat ini, ia tidak pernah rencanakan sama sekali bahkan ia ingin menghindarinya dengan meminum obat penunda kehamilan, karena Bela tidak mau orang berpikir buruk padanya, mereka juga akan mengatakan hal-hal yang buruk pada Bela karena mereka tidak tahu jika Bela sudah menikah dengan Bram secara siri. yang mereka tahu Jika Bela belum menikah tapi bisa hamil.
Lupakan dengan orang lain yang nanti akan membicarakannya, Bela teringat akan sang ayah yang baru saja memulai berhubungan baik dengannya, pasti dia akan di marahi habis-habisan olehnya, mungkin rencana yang selama ini ia susun untuk menghancurkan hidup Desi akan sia-sia selama ini.
" *Bagaimana ini aku tidak mau hamil.. aku tidak mau rencanaku semuanya berantakan hanya karena bayi dalam kandungan ku.. aku harus bagaimana?? " batin Bela
" Aku benar-benar kaget, kenapa bisa seperti ini.. apa yang kamu lakukan selama ini Bela, kenapa bisa kamu hamil?? siapa ayah dari anak yang kamu kandung Bel " batin Lily*
Lily menatap wajah Bela dengan wajah sedih bahkan sudah berkaca-kaca, ia benar-benar tidak menyangka jika Bela bisa berbuat seperti itu? namun yang menjadi pertanyaan Lily siapakah ayah anak dalam kandungan Bela? Ia masih tidak percaya akan hal itu.
" Ly, bagaimana ini, tolong aku Ly.. " ucap Bela sambil menangis
" Jawab jujur padaku Bel, siapa laki-laki yang sudah menghamili mu.. siapa ayah anak dalam kandungan mu Bela.. katakan Bel siapa orangnya?? " Ucap Lily sambil menangis
" Bel, aku sudah menganggap mu sebagai Adik ku, apalagi sekarang Bu Mina sudah tidak ada.. katakan Bela anak siapa dalam kandungan mu itu Bela.. " ucap Lily
" Sebenarnya aku.. aku dan Bram sudah menikah siri, ini maksudku anak dalam kandungan ku adalah anak Bram.. " ucap Bela sambil menundukkan kepalanya
" Apa?? Anaknya Bram?? Kamu dan Bram?? kamu jangan bercanda Bela " Ucap Lily kaget
" Aku serius Ly "
Ia tidak menyangka jika Bela menikah dengan Bram diam-diam, padahal mereka tahu jika Bram sudah menikah bahkan Istrinya Bram sedang hamil.
__ADS_1
" Apa kamu bodoh Bel, kenapa kamu malah menikah dengan Bram Yang jelas-jelas sudah mempunyai seorang istri, ini tidak bisa di biarkan apa kata orang-orang nanti tentang mu, sungguh kasihan kamu Bela " batin Lily
" Apa yang harus aku lakukan Ly, aku tidak mau mengandung anak ini.. aku tidak mau Ly.. tolong aku " ucap Bela dengan wajah memelas menatap Lily
" Lalu setelah seperti ini kamu mau bagaimana?? " tanya Lily bingung
" Apa aku gugurkan saja anak ini?? Ia benar aku tidak boleh hamil Ly, aku tidak mau hamil " ucap Bela membuat Lily kaget kembali
" Kami gila Bel?? Anak dalam kandungan mu itu tidak bersalah, dia tidak berdosa, aku tidak akan setuju dengan ucapan mu barusan.. "
" Lalu aku harus bagaimana Ly?? aku bingung " Ucap Bela memang sudah bingung dengan kehamilannya
" Apa Bram sudah tahu tentang kehmailan mu ini, apa dia akan senang jika kamu mengandung anaknya " tanya Lily
" Aku tidak tahu Ly.. "
" Ly, anak ini di luar rencanaku? Aku tidak mau semua rencanaku selama ini berantakan dan sia-sia "
" Rencana apa maksud mu?? Katakan padaku apa rencana mu?? Rencana apa?? jawab jujur Bel " Ucap Lily penasaran
" Baiklah, aku akan jujur semuanya padamu karena kamu juga sudah mengetahui semuanya rahasia ku " ucap Bela
" Kamu percaya padaku, aku akan menjaga semua rahasia mu.. kamu sudah aku anggap keluarga ku sendiri Bel.. " ucap Lily menghampiri Bela dan duduk si sampingnya
" Aku sengaja mendekati Bram untuk membalaskan dendam kak Sintia.. aku tidak rela jika Bram dan Desi bahagia sedangkan nyawa kak Sintia sudah tidak ada.. mereka tidak boleh bahagia, mereka harus merasakan penderitaan ku " ucap Bela sambil menangis kembali
__ADS_1
" Ya ampun Bela kamu bodoh, kamu bahkan mengorbankan dirimu sendiri demi dendam mu berhasil, kenapa aku tidak menyadari hal itu Bel.. maafkan aku belum bisa sahabat mu yang baik, harusnya dari awal aku juga bisa mencegah hal ini " batin Lily
" Bel, jika rencana mu itu malah membuat mu hamil , teruskan saja rencana mu itu.. aku bisa melihat jika Bram memang benar-benar mencintai mu, aku juga yakin jika Bram akan senang saat mengetahui kehamilan mu itu.. semoga setelah hidupmu dan Bram bahagia, dendam mu akan terhapus, kamu berhak bahagia Bel " ucap Lily
" Apa Kamu mendukung aku Ly " ucap Bela kaget
" Ia Bel, aku akan selalu mendukung apa yang kamu lakukan saat ini karena aku yakin kamu akan bahagia bersama dengan Bram, apalagi sikap Bram padamu sangat baik, Bram terlihat mencintai dan menyayangi mu " ucap Lily memeluk Bela
" Tapi bagaimana kalau anak ini jadi penghalang aku membalas dendam, tinggal beberapa langkah lagi aku akan menang dari Desi "
" Aku yakin itu tidak akan terjadi " ucap Lily melepaskan pelukannya
" Karena Bram pasti memilih kamu Bel, dan kamu akan hidup bahagia tanpa ada dendam lagi diantara kalian karena ada ikatan yang lebih kuat agar kalian tidak bisa berpisah yaitu anak dalam kandungan kamu.. kamu pasti bahagia dengan Bram " batin Lily
" Terima kasih Ly, aku harap kamu jangan memberitahu hal ini dahulu pada Candra, dia pasti akan marah dan bicara pada ayahku.. untuk saat ini aku masih menikmati hubungan ku yang sudah membaik dengan ayah "
" Kamu tenang saja Bel.. rahasia mu aman bersama ku.. asalkan kamu cepat sembuh, kita lalui masalah ini bersama " ucap Lily sambil tersenyum memegang tangan Bela
Lily menguatkan Bela saat ini, bahkan ia juga memberikan semangat pada Bela agar bisa lebih kuat dalam menghadapi masalah ini, Lily ingin Bela cepat sembuh, Lily berjanji akan selalu ada di samping Bela di saat Bela sedang kesusahan dan masalah seperti ini.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...