
Setelah di dandani Desi memberikan baju yang sama seperti dirinya atau di sebut juga baju couple yang satu warna dengan bajunya. Tanpa Protes Bram langsung mengenakan pakaian tersebut. Setelah selesai mereka keluar dari kamar Desi begitu pun dengan Bram dan Desi.
Ternyata di luar sudah banyak orang yang datang, bahkan sebentar lagi acaranya akan segera di mulai. Desi menggandeng tangan suaminya itu di depan banyak orang dengan tersenyum senang pada semua orang yang sudah datang.
Banyak sekali yang memuji penampilan Desi dan Bram di sana, apalagi teman-teman Bu Jeni mereka tampak bertepuk tangan menyambut kedatangan Bram dan Desi.
Desi dan Bram duduk di tempat yang sudah di sediakan, Bu Jeni pun duduk di samping Desi dengan hati yang senang karena sudah menyatukan putranya dengan menantu kesayangannya itu.
" Kamu terlihat cantik nak dan Bram juga terlihat tampan, kalian pasangan serasi.. Apa kau bahagia?? " Bisik Bu Jeni pada Desi
" Aku sangat bahagia Mah.. terima kasih untuk ide cemerlang ini " ucap Desi sambil tersenyum senang
" Apapun akan aku lakukan untuk kalian.. " ucap Bu Jeni
" Semoga saja acaranya tidak lama " batin Bram
Ustadz yang sudah di undang Bu Jeni pun segera memulai acara pengajiannya, tampak acara itu berjalan dengan lancar dan hikmat semua tamu pun larut dalam acara pengajian itu.
Setelah selesai acara ceramah dan pembacaan doa, mereka melanjutkan acara dengan makan makan bersama, tampak semua sudah di sediakan berbagai pilihan makanan untuk mereka.
Ketika semua sedang makan-makan Bram justru di bawa ke suatu tempat dimana banyak beberapa orang yang sedang memegang kamera, tentunya Desi sudah disana dengan senyuman di wajahnya.
" Mah, apa-apaan ini.. kenapa banyak sekali wartawan?? Aku tidak mau Kesana " protes Bram
" Ayo ikut mamah, lihat Desi sudah ada disana " ucap Sang mamah menyeret tangan Bram
" Tidak mau mah, mamah tidak mengatakan hal ini padaku sebelumnya " ucap Bram
" Bram, please jangan bikin malu mamah " ucap Bu Jeni dengan wajah sedih
" Tapi mah.. "
" Untuk kali ini saja, setelah ini kamu boleh pulang menemui wanita itu " bujuk Bu Jeni
__ADS_1
Untuk kesekian kalinya Bram mengalah lagi, ia tidak mau berdebat terus dengan sang ibu apalagi di depan banyak wartawan seperti ini, ia tidak mau ada berita yang macam-macam yang membuat keluarganya dalam masalah.
Bram dan Bu Jeni sudah menghampiri Desi, tampak semua wartawan mendekati mereka dengan segudang pertanyaan bahkan ada yang menyiarkan berita itu secara langsung. Karena Bram memang salah satu pengusaha sukses di negaranya jadi tidka heran jika kehidupannya ingin di ketahui oleh orang banyak.
" Tuan Bram bagaimana perasaan Anda saat ini setelah mengadakan syukuran empat bulanan anak dalam kandungan istri anda " tanya mereka
" Perasaan saya baik-baik saja " ucap Bram singkat
" Bram ini, kenapa dia tidak bersikap mesra padahal aku membayangkan dia akan berpura-pura romantis di depan kamera apalagi ada yang menyiarkan langsung " batin Desi
" Apa doa dan harapan anda untuk anak dalam kandungan Istri anda " tanyanya lagi
" Semoga anak itu menjadi anak yang baik, berbakti pada orang tuanya, tumbuh dengan sehat sama seperti anak lainnya, saya tidak akan banyak menuntut apapun pada anak ini " ucap Bram sambil tersenyum
" Kenpa bicara seperti itu tidak mengelus perutku, Bram malah terlihat cuek seperti ini aku jadi kesal " batin Desi
" Dasar Bram, tidak ada romantis-romatisnya pada Desi,.. kasihan Desi " batin Bu Jeni
" Nona Desi bagaimana perasaan anda saat ini " tanya wartawan yang beralih bertanya pada Desi
" Apa-apaan sih Desi, jago sekali berbohong.. tapi untuk kali ini aku tidak akan membantah ucapannya, biarkan saja dia.. dasar wanita pembohong " batin Bram
" Bram ternyata tidak membantah, ini bagus.. aku harus tunjukan pada Dunia jika Bram memang mencintai ku meskipun aku harus bohong " batin Desi
" Wah ternyata Tuan Bram itu terlihat cuek di Luar tapi di dalamnya sangat romantis, Beruntung sekali Nona Desi.. pasti pemirsa di rumah juga iri dengan sikap Tuan Bram " ucap salah satu wartawan wanita
" Bram memang seperti itu sikapnya cuek namun perhatian itu yang saya suka darinya, kalian semua jangan iri karena apapun yang kalian lakukan pada suami saya, kalian tidak bisa merebutnya dari saya, karena dia begitu mencintai saya.. ia kan sayang ? " Ucap Desi melihat wajah Bram
" Maaf semuanya saya permisi ada telepon penting dan saya harus angkat kalian lanjutan wawancara pada istri saya " ucap Bram langsung menutup teleponnya
" Biasa masalah penting di kantor, kalian tahu kan suami saya pengusaha penting.. jadi biarkan saja " ucap Desi mengalihkan pembicaraan dan perhatian para wartawan
" Bram ini bagaimana sih, Desi malah di tinggal sendiri di sini, bikin kesal saja " batin Bu Jeni
__ADS_1
" Nona Desi apa anda pernah kesal dengan sikap Tuan Bram yang terkadang lebih mementingkan urusan perusahaan di bandingkan dengan Anda " tanyanya lagi
" Tidak sama sekali, aku sangat pengertian pada suami saya dan Bram juga orangnya selalu memberikan kejutan yang tak terduga contohnya ketika ia sudah menyelesaikan pekerjaan dia selalu memberikan saya hadiah kecil namun berkesan di hati saya " ucapnya sambil tersenyum
" Desi kenapa kau tidak jadi artis saja.. benar-benar bohong sekali, eh kenapa aku malah kesal dengan kebohongan Desi " batin Bu Jeni
Mereka tampak percaya dengan Ucapan Desi, tampak wartawan perempuan yang begitu mengagumi sikap Bram dari pengakuan istrinya itu. Bu Jeni mengakhiri wawancara itu karena ia merasa Desi sudah keterlaluan sekali berbohongnya.
Semua wartawan pun membubarkan dirinya sedangkan Bu Jeni segera membawa menantunya itu ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal.
" Desi haruskah kamu berbohong seperti itu?? " Tanya Bu Jeni
" Mah, aku juga terpaksa berbohong pada semua wartawan tadi, apa mamah mau aku mengatakan jujur jika Bram cuek dan tidak mencintai ku selama ini, aku tidak mau memberikan kesempatan pada lain merasa bisa mendekati Bram suamiku " ucap Desi
" Tapi tidak seperti karangan mu itu, cukup bilang kalian saling mencintai mereka juga akan paham?? " Ucap Bu Jeni
" Kenapa mamah jadi marah padaku?? Apa mamah sudah tidak mendukung ku lagi " ucap Desi dengan raut wajah sedih
" Bukan begitu nak, mamah hanya tidak ingin kamu jadi pembohong apalagi jago akting seperti tadi, kau tahu semua yang kamu lakukan akan membuat Bram marah dan tidak mau menemui lagi " ucap Bu Jeni
" Tapi kenapa Mah?? Apa salahku, aku istrinya Bram " ucap Desi
" Kamu tidak mengerti karena ucapan mu tidak ada dalam rencana ku, Bram akan sulit aku bujuk lagi untuk menemui Desi " batin Bu jeni
" Kamu tidak akan mengerti, sudahlah " ucap Bu Jeni langsung keluar dari kamar Desi
" Ish aneh.. kenapa marah padaku, dia juga sering berbohong pada Bram " batin Desi
Bu Jeni mencari sosok Bram di sana namun tidak ada, ia menduga jika Bram sudah pulang gara-gara menerima telepon tadi. pasti Bram marah pikirnya.
Tampak semua orang sudah meninggal ruumahnya kecuali teman-teman yang masih ada disana sedang mengobrol, Bu Jeni memutuskan untuk bergabung dengan teman-teman untuk menghilangkan kekesalan pada menantunya itu.
.
__ADS_1
.
Bersambung..