Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Melakukannya


__ADS_3

Bram menatap Bela dengan nafsu yang membara, entah pengaruh alkohol dan obat perangsang yang di terima oleh Bram atau memang ia menyukai Bela. Yang jelas kali ini ia tidak ingin Bela menjauhinya apalagi dengan masalah yang ia alami sekarang, dengan Bela ia merasakan kenyamanan di hatinya.


Bram membawa Bela ke dalam kamar yang ada di ruangan itu lalu ia mencium Bela kembali dengan bersemangat, sedangkan Bela mencoba untuk menolaknya tapi usahanya sia-sia karena Bram tenaganya besar, kali ini Bela kalah untuk melawan Bram ia malah semakin membuat tubuh Bela geli dan menemukan sensasi lain yang tidak pernah ia rasakan.


" Ah Kak.. jangan " ucap Bela ketika ciuaman itu turun ke lehennya yang jenjang mulut Bela bisa berkata jangan tapi dari lubuk hatinya ia tidak bisa berbohong karena saat ini ia juga sedang menikmati sentuhan Bram


" Maafkan aku Sintia " ucap pelan Bram namun masih bisa di dengar oleh Bela


" Bahkan saat kamu melakukan ini, kamu masih teringat kak Sintia.. Apa tidak ada namaku di hatimu Bram.. sadar Bela jangan sedih, justru ini kesempatan mu membalas dendam pada Desi walaupun harus berkorban sejauh ini " batin Bela


" Maafkan aku Sintia?? karena aku ternyata mencintai adikmu juga, jangan benci pada Bela karena aku yang salah.. aku menginginkan Bela selalu ada di samping ku aku tidak rela jika dia harus meninggalkan ku, dengan cara ini Bela tidak akan meninggalkan aku.. maafkan aku Sintia " batin Bram


" Ah, kak.. jangan.. " ucap Bela terbata-bata


" Kenapa sayang, jangan di tahan.. mendesahlah.. aku tahu kamu juga menginginkannya " bisik Bram sambil menggigit telinga Bela dengan pelan


Sungguh ucapan Bram membuat perasaan Bela tak karuan, ia tidak ingin melanjutkan kegiatan seperti ini tapi bahasa tubuhnya tidak mau berhenti apalagi tangan Bram sekarang sedang menyusuri lekut tubuhnya.


" Kak Bram aku mohon jangan.. " ucap Bela menahan semua hasrat yang sedang membara di hatinya.


" Kamu yakin ingin berhenti?? " ucap Bram memainkan dua gundukan bukit Bela dengan pelan dan lembut

__ADS_1


" Apa ini?? kenapa ini rasanya begitu enak.. kenapa aku jadi ketagihan " batin Bela


" Aku sudah tidak sabar lagi ingin memasukkannya tapi aku harus lebih sabar, aku ingin bela yang memintanya dan tidak mau menyakiti Bela " batin Bram menahan gejolak hasratnya.


" Bela... Aku menyukaimu " ucap Bram dengan suara berat


" Apa tidak salah dengar?? Bram menyukai aku.. jadi rencana ku tidak sia-sia selama ini.. tidak salah jika aku harus berkorban seperti ini bahkan lebih.. " batin Bela


" Aku benar-benar sudah tidak kuat lagi,, ah Bela ini membuatku gila " batin Bram


Setelah puas dengan gundukan Bela, satu tangan Bram bermain di daerah sensitif Bela. Membuat Bela benar-benar mendesah dan Bram tersenyum senang karena Bela tidak menolaknya sama sekali membuat ia semakin bersemangat.


Bram berpikir jika Bela memang mempunyai perasaan sama seperti dirinya, ia berjanji akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan hari ini meskipun dia sudah punya istri tapi ia tidak peduli karena yang ia inginkan saat ini adalah Bela bukan Desi.


" Kak... Bram... Ah... "


" Bela.. biarkan aku memberikan sesuatu yang tidak akan bisa kamu lupa seumur hidup mu.. " ucap Bram yang sudah bersiap-siap memasukan juniornya kedalam lubang gua millik Bela


" Aku takut Kak " ucap Bela memang ini pertama baginya


" Aku akan melakukannya dengan pelan, tapi untuk sekarang rasanya akan sedikit sakit.. kamu tahan sebentar karena lama kelamaan rasnaya nikmat " ucap Bram

__ADS_1


Sebenernya Bram juga mendengar ucapan itu dari orang lain yang sudah berpengalaman karena ia juga belum pernah melakukan hal itu. Bahkan ketika ia di tuduh tidur dengan Desi pun ia tidak ingat bagaimana rasanya.


" Kak.. Bram " ucap Bela sambil meneteskan air matanya


Benar saja ketika Bram memasukan juniornya pada Gua milik Bela rasanya benar-benar sempit, ia juga tidak tega melihat Bela yang meringis kesakitan tapi Bram terus memasukkan juniornya hingga dalam lalu berhenti sejanak mencium leher Bela kembali agar bela tidak merasakan kesakitan.


" Apa masih sakit?? " tanya Bram saat melihat wajah Bela menahan rasa sakit dan perihnya


Bela hanya membalas ucapan Bram dengan anggukan, Bram segera mencium kening, kedua pipi dan bibir Bela, ia lakukan itu agar Bela tidak terlaku kesakitan. Bram pun kembali mencium leher Bela kembali.


Hasrat keduanya kembali bergelora, Bram menggerakkan kembali juniornya maju mundur dari pelan hingga cepat membuat ruangan itu diiringi dengan suara ******* yang merdu lalu di lanjut dengan suara erangan keduanya hingga beberapa kali mereka melakukannya. Setelah mereka kecapean mereka ambruk lalu tidur saling berpelukan tanpa baju sehelai pun.


" Terima kasih Bel, aku janji secepatnya akan menikahimu bagaimana caranya, aku tidak mau kehilangan mu " ucap Bram mencium kening Bela yang sudah tidur lebih dahulu karena kecapean.


" Kenapa rasanya ini seperti baru pertama saja, apa benar jika aku tidak melakukan apapun pada Desi " batin Bram


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Ah membayangkannya saja sudah merinding sendiri, apalagi bela?? Bagi para bocil tolong di skip saja ya episode ini.. ini khusus orang dewasa


__ADS_2