Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Desi Hamil??


__ADS_3

Bram sudah sampai di gedung pengadilan agama, ia tampak bersemangat membara datang Kesana apalagi dengan bukti yang ia bawa, kali ini ia tidak mau berhubungan lagi dengan Desi, baginya bertemu dengan Desi jadi kesialan tersendiri baginya.


" Aku pasti akan menang, dan hakim akan mengabulkan gugatan cerai ku, sebentar lagi kamu harus pergi jauh-jauh dari hidupku Desi " ucap Bram sambil tersenyum


" Aku juga yakin dengan bukti itu kamu bisa memenangkan sidang perceraian, akhirnya kamu bisa lepas dari wanita itu " ucap Deon sambil tersenyum


Mereka duduk di ruangan yang sudah di siapkan, sebelum sidang seperti sekarang Bram memang di panggil untuk melakukan proses mediasi dengan Desi namun ia tidak pernah datang, ia ingin segera gugatan cerainya di kabulkan oleh pengadilan. Tak lupa juga sang pengacara duduk di samping Bram sementara Deon duduk di kursi penonton saja.


Tampak Desi disana mengenakan baju putih ditemani oleh pengacaranya juga, ia masih berharap jika proses perceraian ini tidak pernah terjadi, Bram adalah satu laki-laki yang ia inginkan di dunia ini. Segala cara pasti ia akan lakukan untuk bisa mempertahankan pernikahannya, meskipun sampai saat ini dia sendiri belum bahagia dengan Pernikahannya dengan Bram.


Tampak semua sudah berkumpul disana, suasana sudah tampak hening juga. Desi masih dengan wajah paniknya duduk tak jauh dari Bram membawa pengacaranya sedangkan Bram ia tampak tenang.


Bram mengatakan alasan apa yang membuat dia ingin tetap bercerai dengan Desi meskipun usia pernikahan mereka tidak sampai satu bulan, dia juga memberikan beberapa bukti agar alasan yang diberikannya lebih kuat dan proses perceraian bisa lebih cepat selesai.


" Saya menikah dengan dia, karena di jebak.. saya tidak mau meneruskan pernikahan saya karena saya sudah di jebak dan di bohongi oleh dia " ucap Bram dengan tatapan marah


" Yang mulia hakim yang terhormat sebelumnya saya minta maaf, saya tahu perbuatan saya salah tapi saya melakukan itu karena saya sangat mencintai suami saya.. dia laki-laki yang saya sangat cintai di dunia ini "


Sedangkan Desi mengatakan pada hakim disana jika dirinya tidak mau bercerai dengan suaminya itu, ia mengakui jika perbuatannya yang sudah menjebak suaminya itu adalah salah tapi ia juga melakukan hal itu karena memang ia sangat mencintai Bram dan tidak mau kehilangannya.


" Saya tetap ingin bercerai dengan Dia, saya sudah tidak mau melanjutkan pernikahan ini, karena pernikahan ini sama-sama akan menyakitkan kita pada akhirnya jika terus di paksakan, karena saya tidak pernah mencintainya karena ada orang yang saya cintai dan bukan dia orangnya " ucap Bram membuat hati Desi sedih

__ADS_1


Bram mengatakan pada hakim jika ia tidak mencintai Desi sampai kapanpun. Ia tidak bisa menikah dengan seorang wanita yang tidak ia cintai sama sekali, jikalau di paksakan juga tidak akan bertahan lama dan hidupnya akan berantakan.


Hakim membenarkan pernyataan Bram, jika memang pernikahan tanpa cinta itu akan menjadi pernikahan yang hambar bahkan tidak baik apalagi Bram sudah tidak mau meneruskan pernikahan ini tidak bisa di paksakan.


" Karena pernikahan harus di lakukan atas dari cinta dan tanpa paksakan.. saya akan putuskan kalau pernikahan saudara Bram dengan saudari Desi... " ucap Hakim terpotong


Tapi ketika pihak Bram dan Desi sedang memanas tiba-tiba datanglah seorang wanita paruh baya kesana sambil menangis di depan semua orang.


" Tunggu yang mulia Hakim... " ucap Bu Jeni berteriak.


" Mamah ngapain dia kesini.. apa jangan-jangan mamah akan mengacaukan sidang perceraian ku " batin Bram


" Akhirnya Mamah Jeni datang juga kesini, aku harap dia membawa kabar baik untuk hubungan pernikahan ku dengan Bram" batin Desi


" Yang Mulia hakim, saya tidak mau putra saya bercerai " ucapnya sambil menangis


" Ternyata benar mamah kesini hanya ingin mengacaukan semuanya saja " batin Bram


" Kenapa nenek sihir ini malah datang kesini, apa yang sedang mereka rencanakan " batin Deon


" Semoga dengan kedatangan Mamah, akan membuat gugatan perceraian yang Bram berikan bisa menggagalkan perceraian ini.. aku tidak mau jika harus bercerai dengan Bram, Bram harus jadi milikku sampai kapan pun " batin Desi

__ADS_1


" Mah, apa-apaan sih mah disini.. sudah mamah lebih baik tunggu di luar.. ini urusan pribadiku " ucap Bram menghampiri sang mamah


" Lepaskan Bram, karena ini juga akan menjadi urusan mamah " bentak sang mamah


" Drama apa lagi yang akan mereka buat, semoga tidak menghalanginya perceraian antara Bram dan Desi " batin Deon


" Apa maksud mamah " ucap Bram heran dengan sikap sang mamah


" Ini baca " ucap sang mamah memberikan amplop putih yang berasal dari rumah sakit


" Apa ini mah?? " Ucap Bram langsung membuka amplop tersebut


Betapa kagetnya Bram ketika ia membaca surat itu, apalagi surat itu adalah surat keterangan kehamilan Desi. Ia tidak menyangka jika Desi akan hamil, tapi ia tidak ingat dengan apa yang ia lakukan pada Desi malam itu.


Sang mamah meneteskan air matanya karena ia senang akan kehamilan menantunya itu sementara Bram sendiri juga meneteskan air matanya bukan karena senang tapi karena ia tidak terima dengan semua kenyataan di depannya ini.


" Ini tidak mungkin " ucap Bram menggelengkan kepalanya dengan wajah yang panik


" Kenapa tidak mungkin, Desi sekarang sedang mengandung anak mu.. harusnya perceraian ini tidak pernah terjadi "


" Aku tidak percaya ini " ucap Bram menggeleng-gelengkan kepalanya

__ADS_1


Ucapan Bu Jeni membuat semua orang kaget termasuk dengan Deon, ia benar-benar tak menyangkan kenpa bisa Desi bisa hamil?? Apa benar memang anak yang di kandung Desi anak Bram??


__ADS_2