Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Bram Menuju Rumah Sakit


__ADS_3

Bram sudah berada di kantor, ia duduk di ruangannya dengan senyum bahagia, ia menunggu Bela datang ke kantor karena Bela sudah mengirimkan pesan padanya jika dirinya sedang dalam perjalanan menuju kantor dengan menggunakan taksi.


Tak lama kemudian dering Handphonenya berbunyi, ternyata sang mamah sedang menghubungi Bram namun Bram tidak mau mengangkatnya, ia yakin jika sang ibu hanya akan memarahinya karena Desi pasti mengadu tentang sikapnya yang buruk kemarin pada Desi.


" Mau apa sih mamah telepon pagi-pagi sekali, malas sekali aku angkat " ucap Bram yang masih membiarkan handphonenya berdering.


Kini Bela sudah sampai di kantor, ia segera menuju ruangan Bram untuk sarapan bersama dengan Bram karena suaminya itu memberitahukan pertengkarannya dengan Desi hingga membuatnya meninggalkan Desi tanpa sarapan.


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


Bela masuk sambil tersenyum melihat wajah Bram yang membalas senyumannya. lalu Ia meletakkan sarapan yang ia bawa kedepan meja kerja Bram.


" Makanlah.. aku sudah membelinya khusus untuk Kakak " ucap Bela sambil tersenyum


" Sayang maaf jadi merepotkan mu " ucap Bram sambil tersenyum


" Tidak apa-apa Kak, aku juga sama belum sarapan " ucapnya menyiapkan sarapan Bram


" Ini semua gara-gara Desi, aku heran sama dia kenapa ada wanita seperti dia, membuat hidupku kacau saja " cibirnya


" Sudahlah kak jangan marah-marah terus, lebih baik kita habiskan sarapannya dulu.. lihat pekerjaan kakak banyak hari ini " ucap Bela memberikan piring nasi uduk pada Bram


" Apa ini?? " Tanya Bram bingung


" Ini namanya nasi uduk, enak loh kak, kakak harus cobain.. " ucap Bela memakan makanannya


" Sifat Bela memang jauh berbeda dengan Desi, Bela orangnya sangat sederhana sedangkan Desi manjanya minta ampun, Bela memang istri yang baik untuk ku " batin Bram


Bram mulai memasukan nasi uduk itu kedalam mulutnya, terasa enaka dan bisa lidahnya terima apalagi makan di temani Bela ia semakin semangat menghabiskan makanannya.


" Enak?? "


" Sangat enak sayang, terima kasih " ucap Bram kembali memakan makanannya hingga habis


Setelah selesai sarapan bersama, Bela kembali ke mejanya untuk menyelesaikan pekerjaan sedangkan Bram juga mulai mengerjakan pekerjaannya. Namun ada yang terlihat sangat lesu bahkan tidak semangat siapa lagi kalau bukan Deon.


" Pagi Kak Deon " sapa Bela


" Pagi " ucap Deon dingin tidak seperti biasanya

__ADS_1


" Kak Deon, aku bawakan sarapan untuk Kakak, semoga kakak suka dengan makanannya " ucap Bela sambil tersenyum


" Please Bel jangan dekati aku, jangan mempermainkan perasaan ku lagi, aku sedang mencoba melupakan mu " bentak Deon


" Maafkan aku kak, bukan maksud aku mempermainkan kakak, aku hanya ingin memberikan sarapan ini untuk kakak, kalau kakak tidak suka dengan makanannya juga tidak apa-apa " ucap Bela dengan hati sedihnya


" Maafkan aku Deon, aku sungguh tidak bermaksud ingin mempermainkan mu, kamu orang baik.. jangan pernah jatuh cinta padaku yang jahat ini.. " batin Bela


" Kenapa aku malah membentak Bela, kan yang salah Bram.. aku jadi merasa tak enak perasaan pada Bela " batin Deon


" Bel maafkan aku .. aku... " Ucap Deon


" Jangan minta maaf padaku kak, karena aku yang salah.. " ucap Bela


" Mana sarapannya, kebetulan aku belum sarapan.. " ucap Deon bersikap seperti biasanya lagi


" Ini.. tapi jika kakak tidak suka jangan di makan " ucap Bela


" Aku suka ko.. terima kasih Bel " ucapnya langsung membawa makanannya ke ruangannya dan memakan makanan itu dengan hati sedih karena wanita yang ia sukai sudah menjadi istri sahabatnya sendiri.


Sementara di dalam ruangan Bram tampak hatinya terbakar cemburu karena Bela memberikan makanan pada Deon, walaupun ia tahu jika Bela memang selalu baik pada semua orang tapi untuk Deon hatinya masih terbakar cemburu karena Bram tahu jika sahabatnya itu suka pada istrinya.


Dering ponselnya kembali berbunyi, sudah puluhan kali sang Mamah menghubunginya, ia benar-benar di buat jengkel karena terus di gangu oleh sang Mamah. Dengan terpaksa ia pun mengangkat teleponnya dengan nada sinis.


" Halo mah.. "


" Astaga Bram, kenapa kamu baru mengangkat telepon mamah.. puluhan kali mamah coba hubungi kamu dari tadi ?? kamu sebenarnya kemana sih Bram?? " tanya sang mamah dengan kesal


" Ada apa sih mah, gangu saja.. mamah tahu kan kalau aku sedang sibuk bekerja " ucap Bram


" Ini masih pagi-pagi sekali Bram, dan kamu sudah ke kantor meninggalkan istrimu sendirian di apartemen?? " cibir sang mamah


" Sudahlah mah, Desi juga sudah dewasa seharusnya tidak masalah jika aku tinggal bekerja, kalau tidak ada yang penting aku tutup teleponnya " ucap Bram kesal


" Bram, istrimu sedang hamil bagaimana kamu bisa berkata seperti itu " ucap Sang mamah kesal


" Mah aku benar-benar sibuk hari ini, nanti kita teleponan lagi " ucap Bram hendak menutup teleponnya namun sang mamah berteriak membuat Bram kaget.


" Desi pingsan sekarang "


" Lalu apa hubungannya dengan aku?? " Tanya Bram

__ADS_1


" Dia sekarang berada di rumah sakit, perutnya sakit.. kamu cepat datang kesini temani istrimu "


" Mah, aku sibuk.. mamah saja yang jaga Desi di sana, toh mamah tidak ada kegiatan juga "


" Bram.. sekarang juga kamu harus segera kerumah sakit.. kalau tidak mamah sendiri yang akan menyeret mu kesini " terikaan sangmamah membuat telinga Bram sakit


" Baik, Bram Ke sana, mamah share Lok saja lokasinya.. " ucap Bram langsung menutup teleponnya.


Ia segera menelepon Bela dan menyuruhnya untuk masuk keruangannya, Bela yang tampak bingung segera menuju ruangan. Ia melihat wajah Bram yang kesal dan marah.


" Kak.. ada apa?? " Tanya Bela


" Desi masuk rumah sakit ?? " Ucap Bram dengan wajah kesal bukan sedih


" Apa?? kenapa bisa kak.. apa terjadi sesuatu dengan kandungan Desi?? " Tanya Bela


" Aku juga tidak tahu?? Mamah telepon barusan kalau perut Desi sakit dan dia sekarang pingsan "


" Astaga separah itu kak?? Kasihan sekali Desi "


" Biarkan saja.. aku malas kalau harus menemuinya " ucap Bram


" Kak Bram jangan begitu, kakak harus pergi ke rumah sakit, biar bagaimanapun anak dalam kandungan Desi adalah anak kakak.. dia tidak bersalah " ucap Bela


" Ini yang aku suka dari Bela, dia begitu baik pada semua orang, bahkan pada Desi orang yang selalu menyakitinya juga dia baik sekali.. aku beruntung memiliki istri seperti mu " batin Bram


" Kamu harus pergi ke sana Bram, kamu harus pastikan jika Desi keadaannya buruk, aku akan lebih senang jika dia menderita.. " batin Bela


" Baiklah aku akan pergi Kesana demi kamu.. tapi hanya sebentar nanti kita makan siang bersama.. jangan makan siang bersama dengan Deon " ucap Bram memeluk Bela


" Ia kak.. "


" Kalau begitu aku pamit " ucap Bram mencium kening Bela dan melepaskan pelukannya.


Ia segera menuju ruangan Deon dan mengajaknya ke rumah sakit dimana Desi berada. Ia memberitahu bagaimana kondisi Desi sekarang pada Deon. Dengan sigap Deon segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar mereka cepat sampai di rumah sakit.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2