
Keesokan harinya,,
Bela sudah bersiap-siap untuk segera menuju kantor Bram, seperti biasa ia menggunakan mobilnya meksipun Bram ingin menjemputnya dari rumah sakit dan berangkat ke kantor bersama-sama tapi Bela menolaknya.
Alasan Bela menolaknya karena ia tidak mau orang lain curiga akan kedekatannya dengan Bram apalagi dia sekarang sedang menduga jika Desi mungkin saja menyuruh orang untuk memata-matai dirinya dan Bram.
Bela bersikap seperti biasanya dia tidak ingin mencampurkan urusan pekerjaannya dengan urusan pribadinya, meskipun Bram terlihat beberapa kali memanggilnya agar masuk kedalam ruangan Bram.
" Kak Bram.. ini sudah ketiga kalinya kakak menyuruhku membuatkan teh.. Apa seenak itu teh buatanku sampai-sampai kakak terus ingin di buatkan teh.. aku tidak mau Kak Deon curiga dengan hubungan kita Kak " ucap Bela merasa kesal harus bulak-balik ke ruangan Bram
" Apapun yang kamu buat.. aku pasti menyukainya karena kamu adalah orang yang aku cintai " ucap Bram sambil tersenyum
" Kakak jago menggombal juga " ucap Bela tertawa
" Kemarilah.. "
" Ada apa Kak " ucap Bela menghampirinya tanpa di duga Bram langsung menarik tubuh Bela hingga Bela duduk di pangkuan Bram.
" Itu bukan gombal sayang, itu ungkapan perasaan Kakak padamu.. " ucap Bram langsung memeluk Bela yang masih di pelukannya.
" Kak, tolong lepaskan ini di kantor, nanti kita ketahuan apalagi kak Deon ada di depan ruangan kakak " ucap Bela panik
" Biarkan saja dia tahu "
" Astaga kak, jangan begitu, nanti rahasia terbongkar sama semua orang "
" Deon bisa di percaya kamu jangan khawatir seperti itu??
" Syukurlah " ucap Bela merasa lega dengan ucapan Bram
" Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan Deon.. aku ingin segera memberitahukan hubungan kita pada dia agar dia berhenti mendekati mu " ucap Bram dengan nada kesalnya
" Astaga Kak Bram, aku dan kak Deon tidak ada hubungan apapun, hubungan kami sebatas hubungan rekan kerja tidak lebih.. jadi kakak tidak usah cemburu begitu sama Kak Deon " ucap Bela sambil tersenyum
__ADS_1
" Ya aku percaya padamu tapi tidak percaya pada Deon "
" Kakak tenang saja aku bisa menjaga mata hati dan pikiran ku hanya untuk kakak seorang saja " ucap Bela membuat Bram tersenyum senang
" Kamu juga jago gombal ya " ucap Bram mencubit pipi Bela karena merasa gemas pada calon istrinya itu
" Kak aku sebaiknya kembali bekerja karena sebentar lagi jam makan siang.. biasanya istrimu akan datang dan membawakan makanan untuk mu " ucap Bela dengan wajah cemberut
" Kamu yang akan menjadi istriku.. jangan sebut wanita lain istriku.. sebut saja namanya.. aku tidak suka mendengarkan kamu memanggil dia dengan sebutan itu, hanya kamu yang pantas menjadi istriku " ucap Bram
" Ternyata Bram benar-benar tidak mencintai Desi, aku akan segera merebut posisi Desi di hidupnya Bram.. lihat dan tunggu saja hal itu Desi " ucap Bela dalam hatinya
" Baiklah Kak.. Terima kasih " ucap Bela tersenyum
" Terima kasih untuk apa.. " tanya Bram bingung
" Terima kasih karena sudah mencintai ku dan menjadikan ku istri kakak walaupun hanya istri siri " ucap Bela dengan raut wajah sedikit kecewa
" Kamu adalah tanggung jawab aku mulai sekarang, mencintai mu adalah tugas dan kewajiban ku karena kamu wanita satu-satunya yang bisa mengerti aku dan membuatku sangat nyaman jika di dekat mu " ucap Bram sambil mengecup bibir Bela
" Kakak.. " protes Bela karena kaget dengan apa yang Bram lakukan
" Bela semakin hari semakin membuatku gemas saja, hanya di dekatnya saja aku merasa nyaman, aku akan menjadikan Bela istriku seutuhnya.. " batin Bram
" Kak.. aku kembali bekerja dulu ya.. " pamit Bela sudah bangkit dari pangkuan Bram
" Tunggu sayang aku akan memberikan mu hadiah " ucap Bram sambil tersenyum
" Hadiah apa kak... " tanya Bela heran
" Nih lihat!! " ucap Bram memberikan kontrak perjanjiannya dengan Desi
" Astaga kak, Desi sudah mendatangi tangani ini.. " ucap Bela senang
__ADS_1
" Ia sayang, Jadi kamu jangan pergi dari hidupku?? aku benar-benar mencintai mu "
" Ia kak, aku akan selalu berada di dekat kakak " ucap Bela tersenyum senang
" Akhirnya Desi menandatangani surat perjanjian ini, Bram sangat mudah aku kendalikan hanya dengan satu ancaman saja dia bisa memaksa Desi menandatangani surat perjanjian ini.. bagus Bram teruslah bodoh seperti ini jadi aku lebih mudah menyakiti Desi lewat mu " batin Bela
" Bela apapun yang kamu inginkan pasti aku lakukan apalagi kalau harus menyakiti Desi.. kamu tenang saja sebentar lagi kita akan bahagia " batin Bram
" Kak.. aku senang dengan hadiah kakak tapi aku harus kembali bekerja " ucap Bela
" Tapi aku masih kangen sama kamu " ucap Bram dengan nada manja memegang tangan Bela
" Nanti kita lanjutkan pulang kantor ya.. " bujuk Bela
" Baiklah Tapi kamu janji jangan dekat-dekat dengan Deon. aku tidak sanggup melihatnya.. " ucap Bram dengan nada manja pada Bela
" Apakah dulu Bram juga seperti itu pada Kak Sintia, rasanya lebay sekali sikapnya ini.. membuatku muak saja tapi aku harus terus berpura-pura terlihat cinta sama dia " batin Bela
" Kenapa aku jadi cemburu berlebihan seperti ini pada Bela, padahal dulu tidak pernah seperti ini pada Sintia, apa aku benar-benar sangat mencintai Bela " batin Bram
" Baiklah lah kak aku akan kembali bekerja dan kakak juga fokus bekerja.. kita ketemu pulang kantor.. " ucap Bela membuat Bram sedikit kesal
Padahal malam ini adalah yang sangat spesial karena nanti malam ia akan menikahi Bela secara siri, semua ia sudah siapkan untuk pernikahan tersembunyi itu, entah mengapa dia ingin terus berada di dekat Bela sampai-sampai dia tidak rela di tinggal bela meskipun Meja Bela ada di depan ruangannya.
" Bela.. Bela.. sepertinya aku memang sangat mencintai mu " ucap Bram sambil tersenyum
Mereka kembali bekerja seperti biasanya, mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaan karena nanti malam akan menjadi malam yang indah bagi Bram apalagi setelah ia resmi menikah dengan Bela.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...