Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Rasa Bersalah Bela


__ADS_3

Setelah seharian bersama, Bela di antar pulang ke rumah sakit terlebih dahulu oleh Bram, sementara Bram ingin memberikan surat kontak perjanjian pernikahan pada Desi yang sudah ia siapkan sebelumnya yang di bantu oleh Bela.


" Kamu jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain, ingat aku calon suamimu.. besok kita akan menikah " ucap Bram berhenti di depan gedung rumah sakit


" Ia.. kak.. siapa juga yang mau dekat-dekat dengan aku, harusnya kakak yang ingat kalau kakak jangan macam-macam dengan Desi, jaga mata dan hati kakak hanya untuk aku " ucap Bela sambil tersenyum


" Astaga Bela, ucapan mu seperti orang yang sudah jatuh cinta saja pada Bram.. " batin Bela


Ia sendiri tidak percaya bisa mengatakan nsemua itu pada Bram, tapi demi mendapatkan hati Bram seutuhnya ia terpaksa pura-pura baik dan bersikap manis agar rencananya berhasil.


" Kamu tenang saja, aku tidak akan tertarik pada Desi.. aku hanya tertarik pada mu.. karena kamu satu-satunya wanita di hatiku sekarang, nanti akan aku kabari kamu lagi ?? " Ucap Bram


" Baiklah Kak.. " ucap Bela turun dari mobil Bram menuju ruangan sang ibu.


Sementara Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Apartemennya, ia tampak bersemangat untuk memberikan kontak perjanjian pernikahan itu, ia berharap jika Desi tidak tahan padanya dan pergi dari hidupnya selama-lamanya seperti yang ia rencanakan bersama dengan Bela.


Kini Bela sudah berada di ruangan sang ibu, ia Melihat jika Candra sedang mengobrol asik bersama dengan Lily, ia senang melihat kedekatan mereka dan berharap mereka akan bersama-sama.


" Kalian begitu mesra " ucap Bela mengagetkan Lily dan Candra


" Astaga kamu apa-apaan sih bikin kaget saja, aku dan Lily kan sahabatan ? " Ucap Candra

__ADS_1


" Benar yang di katakan Candra " ucap Lily


" Astaga kalian jangan munafik seperti itu, aku bisa melihat jika di dalam hati kalian itu saling menyukai, sudahlah cepat pacaran agar aku lebih tenang " ucap Bela membuat Lily tersipu malu


" Bela kamu sudah makan?? " ucap Candra mengalihkan pembicaraannya agar Bela tidak memojokkannya


" Aku sudah makan tadi di kantor " ucap Bela sambil tersenyum


" Karena Bela sudah datang, aku pamit pulang " ucap Lily salah tingkah


" Kalau begitu Kamu antarakan Lily.. " ucap Bela pada Candra


" Tapi?? "


" Tidak usah Bela, ini juga baru jam delapan malam " ucap Lily


" Tapi Ly, yang di katakan Bela ada benarnya.. aku antarkan kamu dulu ya.." ucap Candra sambil tersenyum


" Baiklah, jika tidak merepotkan mu " ucap Lily tampak malu-malu


" Tidak sama sekali " ucap Candra

__ADS_1


Mereka pamit pada Lily dan segera meninggalkan ruangan Bu Mina, Candra mengerdarai mobilnya menuju rumah Lily sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan dari mereka entah mengapa rasanya canggung karena perkataannya Bela tadi.


Sedangkan Bela duduk di samping sang ibu sambil menangis, ia tidak berbicara yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Bram pada sang ibu. Ia hanya bisa menangis rasanya ia juga tidak percaya jika dirinya dan Bram bisa melakukan hal sejauh itu.


" Bu.. maafkan aku.. ibu tahu apa yang sudah aku perbuatan dengan Bram mungkin kak Sintia dan ibu tidak akan memaafkan aku, tapi aku lakukan ini agar aku bisa membalaskan dendam ku pada Desi, dia sudah merebut Bram dari kak Sintia maka akan aku rebut kembali yang seharusnya tidak ia miliki.. aku ingin dia juga merasakan sesakit apa kehilangan orang yang ia cintai seperti aku yang kehilangan kak Sintia.. Bu tolong maafkan anakmu ini dan cepatlah sadar Bu, aku rindu ibu " batin Bela


Bela menangis terisak mengingat semua kejadian yang ia lakukan bersama Bram, ia merasakan jika perbuatannya salah tapi dia tidak punya pilihan, apa jalan menikah sirih dengan Bram adalah jalan yang tepat untuk dirinya. Atau justru jalan itu akan membuat hidupnya semakin rumit.


Bela bingung sendiri, ia menggenggam tangan sang ibu lalu menciumnya ia takut jika ibunya bangun dan tahu hal itu, ia tidak bisa lagi menciumi ibunya lagi bahkan ibunya akan membencinya karena sudah merebut Bram yang tidak seharusnya ia menikah dengan laki-laki yang di cintai sang kakak.


" Ibu... Ibu... " Lirih Bela sambil menangis


" Tidak Bela kamu jangan menangis seperti ini, apa yang kamu lakukan ini sudah benar.. memang kamu harus merebut Bram dari Desi.. kamu bisa meninggalkan Bram saat Desi juga meninggalkannya.. ya begitu saja " batin Bela mencoba menguatkan dirinya sendiri agar tidak lemah untuk kali ini.


Bela menghampus air matanya, lalu duduk di sofa hingga tertidur, mungkin karena dia kelelahan hari ini sudah bermain bersama Bram, Candra yang sudah kembali dari rumah Lily pun segera mengambilkan Bela selimut lalu menyelimutinya.


" Bela... Terima kasih sudah bangkit seperti sekarang, aku jauh lebih tenang melihat mu sekarang.. " ucap Candra mengusap rambut Bela


Candra pun segera pulang menuju Apartemennya yang tak jauh dari rumah sakit dimana Bu Mina berada, ia sengaja balik lagi ke rumah sakit karena ingin mengobrol dengan Bela tapi ia malah melihat Bela tertidur, rasanya tidak tega jika ia harus membangunkan Bela. Ia pun mengurungkan niatnya dan segera meninggalkan ruangan Bu Mina.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2