Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Hadiah Dari Bram


__ADS_3

Bram kembali lagi keruangan Desi, ia melihat sang mamah ada di samping tempat tidur Desi sambil menatap wajahnya dengan tatapan kesal.


" Dari mana saja kamu.. " tanya sang mamah


" Oh, dari luar " ucapnya cuek


" Sudah tahu istrimu sedang sakit tapi kamu malah meninggalkan istrimu sendirian "


" Siapa bilang dia sendiri, kan ada mamah yang sedari tadi di sampingnya terus " ucap Bram


" Bram... Jangan buat mamah marah, sekarang kamu suapi Desi makan buah-buahan, anak mu juga butuh banyak nutrisi "


" Kenapa harus di suapi terus sih mah, kamu masih punya tangan kan Desi, tangan mu masih berguna kan.. jadi gunakan tangan mu dengan baik jangan manja seperti itu " cibir Bram


" Astaga anak ini.. " ucap Bu Jeni hendak marah namun tangannya di cegah oleh Desi


" Jangan sakiti Bram mah.. " ucapnya dengan mata berkaca-kaca


Melihat drama yang terjadi di depannya ia segera keluar dari ruangan Desi, melihat mereka seperti itu membuat Bram benar-benar muak apalagi dengan Desi kebenciannya semakin besar.


Ia pergi kantin membelikan makanan untuk dirinya dan Bela, ia berencana ingin makan bersama dengan Bela dari pada harus lama-lama diam di ruangan Desi


Setelah selesai membeli makanan ia segera menuju ruangan Bu Mina, ia juga membelikan dua makanan untuk kedua bodyguard yang selalu berjaga di ruangan Bu Mina.


" Ini untuk kalian, dimakan ya "


" Terima kasih Tuan " ucap Mereka senang


Bram langsung masuk kedalam ruangan Bu Mina, ia melihat Bela sedang memeluk sang ibu tangan dan mengelap tangan sang ibu. Bram langsung menghampirinya dan memegang bahu Bela membuat Bela kaget.


" Ih kak Bram... Aku jadi kaget " ucap Bela memegang dadanya


" Ini, aku bawakan makanan untuk mu, ayo kita makan sama-sama " ajak Bram duduk di sofa


" Kakak kenapa kembali lagi kesini, apa ada yang ketinggalan?? " Tanya Bela bingung

__ADS_1


" Yang ketinggalan itu adalah kamu.. aku tidak mau jauh dari kamu " ucap Bram membuat Bela tersenyum


" Kakak bisa saja.. " ucap Bela tertawa


" Serius Bel.. aku tidak bisa jauh dari mu, hatiku hampa " ucapnya serius


" Aku benar-benar muak jika Bram gombal seperti ini padaku terus.. ternyata ada di dunia ini laki-laki seperti Bram, tidak habis pikir " batin Bela


" Andai setiap hari aku bisa bersama-sama mu, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ku... Kamu sabar ya Bel.. kita akan secepatnya bersatu " batin Bram


" Aku bawakan makan, semoga saja kamu suka " ucap Bram memberikan nasi kotak pada Bela


" Terima kasih kak, kakak tahu saja aku belum makan dari tadi " ucap Bela memakan lahap makanannya


Bram tampak memperhatikan Bela ia merasa ingin sikap Bela seperti Desi yang manja padanya, pasti dia akan senang dan bahagia tapi yang Bram tahu jika sifat Bela tidak seperti Desi.


" Kenapa kakak cuma liatin aku saja, kakak tidak ikut makan?? " Tanya Bela


" Hanya dengan melihat wajahmu saja perutku kenyang " ucapan Be sungguh membuat Bela tersedak


" Pelan-pelan makannya sayang, nih minum dulu " ucap Bram memberikan satu gelas air pada Bela


" Kakak, bisa tidak kalau lagi makan jangan gombal terus aku bisa-bisa terus menerus tersedak " protes Bela


" Bel.. ijinakan aku malam ini tidur dengan mu.. aku sudah tidak kuat menghadapi sikap Desi.. aku butuh ketenangan dan semua ketenangan ku ada di dirimu " ucap Bram menatap Bela dalam


" Baiklah kak.. karena lokasi apartemen kakak dan rumah sakit ini tidak jauh aku bisa tapi aku tidak bisa lama-lama karena setiap pagi Lily akan kesini, aku akan pulang pagi-pagi sekali sebelum Lily kembali kesini " ucap Bela


" Baiklah sayang, terima kasih " ucap Bram mencium kening Bela


" Aku juga harus melaporkan isi pesan dari Desi, aku akan buat Bram semakin membenci Desi.. " batin Bela


" Bela, aku tidak sabar untuk bisa hidup dengan mu tanpa ada Desi yang menghalangi kebahagiaan kita.. kamu tunggu saja setelah anak Desi lahir aku akan segera menceraikannya " batin Bram


Mereka memakan makanannya dengan lahap, apalagi Bela ia menghabiskan malam tanpa sisa entah emang dia lapar atau karena dia rakus akhibat tenaganya terkuras oleh Bram.

__ADS_1


" Oh ia sayang, aku punya sesuatu untuk mu " ucap Bram sambil tersenyum


" Apa itu Hadiah?? " tanya Bela senang


" Tapi kamu hatus tutup matamu dulu "


" Baiklah "


" Semoga kamu suka dengan hadiah yang aku berikan " batin Bram


Bela menutup matanya sementara Bram mengambil sebuah kotak perhiasan yang kecil di celananya. Sambil tersenyum Bram menyuruh Bela membuka matanya.


" Buka matamu " ucap Bram langsung memberikan kotak perhiasan pada Bela


" Astaga apa itu kak... ?? " Tanya Bela


" Kamu buka dong.. "


Ketika Bela membuka matanya ia benar-benar terkejut, karena yang ada di dalam kotak perhiasan itu adalah kalung berinisial B, kalung itu tentunya sangat mewah bisa di lihat dari modelnya yang bagus dan Bela tentu saja menyukai kalungnya itu.


" Apa ini untuk ku.. " tanya Bela kembali, ia memastikan jika kalung itu memang untuk dirinya.


" Ia sayang.. lihat meksipun inisialnya huruf B, jika dilihat dengan teliti ada ukiran nama mu dan nama ku di dalamnya " ucap Bram sambil tersenyum


" Terima kasih Kak.. aku suka kalungnya " ucap Bela memeluk Bram


" Apapun untuk mu pasti akan aku lakukan, aku akan membuatmu bahagia bersama ku Bel.. " ucap Bram membalas pelukan Bela


" Sumpah kalungnya bagus banget, akh aku benar-benar suka.. selera Bram lumayan juga.. pasti Desi belum pernah di berikan kalung seperti ini oleh Bram " batin Bela


" Syukurlah jika Bela suka kalungnya... Di dalam kalung itu sudah aku pasang GPS jadi aku akan tahu Bela pergi kemana saja " batin Bram


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2