Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Bukti


__ADS_3

Bela masuk terlebih dahulu keruangan Bram sebelum ia memulai pekerjaannya tentunya ia masuk bersama dengan Deon. Dengan sopan Bela memperkenalkan dirinya meskipun Bram sudah kenal akan dirinya ini ia lakukan sebagai formalitas saja.


" Selamat Pagi Tuan, perkenalkan nama saya Bela mulai hari ini saya di tugaskan sebagai sekretaris Tuan, mohon bimbingannya jika saya salah atau kurang mengerti dalam melakukan pekerjaan, karena ini baru pertama kalinya saya magang apalagi menjadi sekretaris Tuan " ucap Bela membuat Bram tersenyum


" Nanti Deon akan mengajari pekerjaan mu, nanti juga perlahan-lahan kamu akan bisa dan mengerti dan menjadi sekretaris yang hebat "


" Terima kasih Tuan " ucap Bela bicara dengan Formal


" Oh ia Bela, jangan panggil aku Tuan Bram, panggil saja Kak Bram seperti biasanya "


" Tapi Tuan eh Kak ?? " ucap Bela langsung menutup mulutnya dengan tangan


" Sudah jangan membantah "


" Baiklah Kak " ucap Bela sambil tersenyum


" Aku kenapa rasanya senang sekali bisa bertemu dengan Bela kembali, rapa lagi bisa sedekat ini dengan Bela, rasanya baru kemarin kita bertemu dan sekarang kita bertemu lagi, mungkin ini yang dinamakan takdir " batin Bram


" Tenyata tidak mudah mendekatimu.. tinggal sedikit lagi lalu aku bisa menghancurkan kehidupan mu dan Desi " batin Bela


" Kenapa kamu tidak meminta bantuan ku saat kamu ingin magang disini " tanya Bram meminta penjelasan Bela


" Maafkan aku Kak, aku tidak mau orang lain berpikir buruk tentang ku apalagi istri kakak selalu saja menghinaku, bahkan dia kemarin menuduhku cewek matre yang ingin menggoda kakak, aku bukan wanita seperti itu " ucap Bela dengan nada sedih


" Desi benar-benar jahat sekali dia.. lihat saja hari ini aku akan memberi dia pelajaran " batin Bram


" Tapi lain kali kamu harus memberitahu ku, jika kamu membutuhkan bantuan ku.. jangan sungkan " ucap Bram sambil tersenyum

__ADS_1


" Baiklah Kak... terima kasih " ucap Bela tersenyum


" Kalau Bela di sini terus kapan aku berduaan bersama dengan Bela.. Bram benar-benar menggangu saja " batin Deon


" Maaf Tuan banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, kami permisi " ucap Deon yang sudah tidak sabar ingin berdekatan dengan Bela


" Baiklah "


Mereka kembali bekerja, Bram tampak lebih bersemangat dari biasanya sedangkan Deon sedang mengajarkan beberapa pekerjaan pada Bela sambil mencuri pandang pada Bela. Entah kenapa ia semakin kagum dengan sosok Bela yang mudah mengerti seperti sekarang.


" Apa kamu mengerti Bel "


" Ia kak, Eh Pa Deon " ucapnya langsung menutup mulutnya


" Panggil saja Aku kak Deon.. tapi kalau sedang bersama dengan orang lain panggil Pa Deon.. sama seperti pada Bram "


" Nanti pukul sembilan, Bram harus menghadiri sidang perceraiannya.. " ucap Deon


" Apa?? sidang perceraian?? " Ucap Bela kaget


" Berarti ini waktu yang tepat untuk aku berikan bukti jahatnya Desi agar Bram tidak akan merubah keputusannya " batin Bela


" Ia, wanita itu licik dan jahat dari dulu Memang menyukai Bram bahkan ketika kami kuliah bersama " ucap Deon sedikit menjelaskan


" Aku juga mengira kalau istrinya Kak Bram memang jahat sekali terlihat dari beberapa kali dia sering jahat padaku " ucap Bela


" Kalau kamu di gangu lagi sama dia bilang sama aku, aku pasti akan melindungi mu " ucap Deon sambil tersenyum

__ADS_1


" Tidak usah di lindungi aku bisa melindungi diriku sendiri bahkan bisa membuat Desi yang jadi terlihat jahat di mata orang lain sedangkan aku terlihat wanita lemah di depan banyak orang " batin Bela


" Terima kasih ya Kak " ucap Bela sambil tersenyum


" Bela memang cantik dan baik, aku semakin menyukainya " batin Deon


Bela segera menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh Deon sedangkan Deon juga sedang mengerjakan tugasnya yang tampak menumpuk. Namun ketika ada celah dengan menggunakan nomor baru Bela segera mengirimkan pesan berupa bukti-bukti cctv dan bagaimana cara Desi menjebak Bram tentunya pada Bram.


" Aku yakin jika Bram akan shock melihat bukti-bukti itu, lalu semua bukti itu juga akan jadi jalan untuk Bram segera bercerai dengan Desi dan Bram tidak akan merubah keputusannya sekali pun Desi mohon-mohon atau menangis di depannya " batin Bela


Sementara di dalam ruangannya tampak raut wajah Bram marah dan kecewa, ketika melihat rekaman cctv yang memperlihatkan ketika Desi menjebak Bram, Bram tidak habis pikir kenapa ia mau menikah dengan Desi. dan kenapa Desi bisa tega seperti ini padanya, yang di katakan Bela benar jika Desi memang penyebab kematian Sintia.


Kenapa dulu sampai bisa ia di jebak oleh Desi, kenapa ia bis menjadikan Desi sebagai sekretaris di perusahaannya?? kenapa dan kenapa semua isi pikiran Bram tentang rasa sesalnya sudah bertemu dan menikah dengan sosok wanita jahat seperti Desi.


Ini akan menjadi bukti yang akan ia tunjukan di hadapan banyak orang di persidangan nanti agar proses perceraiannya lebih mudah dan ia akan segera bebas dari wanita yang saat ini benar-benar ia sangat benci.


" Kenapa Desi tega padaku, dia memang penyebab kematian Sintia.. lihat saja Desi akan ku balas kamu, tak akan aku biarkan kamu lepas begitu saja " ucap Bram dengan marah.


Ia segera mengambil kunci mobilnya, lalu berjalan keluar dari kantornya, tampak bela dan Deon kaget melihat wajah Bram begitu sangat marah. Bela hanya bisa tersenyum dalam hatinya rencananya kali ini benar-benar sukses membuat Bram marah, ia tidak sabar menunggu kemenangannya yang akan ia terima sebentar lagi.


" Deon ikut Aku " ucap Bram langsung diikuti oleh Deon


" Tinggal sebentar lagi kak, kita akan menang.. aku ingin kamu juga harus merasakan Desi kehilangan seseorang yang paling berarti dalam hidupmu.. " batin Bela senang


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2