Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Rencana Bela


__ADS_3

Sementara di tempat lain, tepatnya di apartemen milik Candra, Bela sedang merebahkan tubuhnya di sofa sambil menonton kartun kesukaannya. Semenjak ia hamil ia jadi suka flem kartun entah mengapa.


" Bel, boleh aku bertanya sesuatu pada mu?? " tanya Candra


" Katakanlah.. " ucap Bela masih fokus pada flem kartun itu.


" Sebenarnya bagaimana rumah tangga mu dan Bram?? Apa kamu bahagia bersama dengan dia?? " Tanya Candra membuat Bela malas sekali membahas masalah ini dari kemarin karena yang Candra tanyakan selalu pertanyaan yang sama.


" Aku tidak mau jawab " ucap Bela acuh


" Kenapa Bel, aku kakak mu kamu bisa bercerita apa saja padaku, jangan pendam derita kamu sendirian.. " ucap Candra mematikan televisi agar Bela bisa fokus berbicara dengannya


" Eh, apa-apaan sih kamu, lagi seru juga " ucap Bela ingin merebut remot yang sekarang di pegang Candra


" Jawab pertanyaan ku Bela.. " seru Candra


Tiba-tiba dering handphone milik Bela berbunyi itu telepon dari salah satu anak buahnya yang ingin memberikan informasi penting untuk Bela.


Dia mengabarkan jika yang menyebarkan informasi tentang hubungan Bela dan Bram adalah Desi, Semua redaksi koran dan majalah juga Desi sogok untuk memberitakan kejelekan Bela.


Mendengar hal itu Bela marah, ia tidak menyangka jika Desi bisa tahu hubungan antara dirinya dengan Bram. Ia harus membalas Desi kali ini.

__ADS_1


" Lihat saja akan ku balas sepuluh kali lipat dari penderitaan ku saat ini " batin Bela


Bela meminta anak buahnya untuk terus mengawasi Desi, ia juga mendapatkan informasi jika Saat Desi sedang di rumah sakit dan segera akan melakukan operasi sesar. Hal ini membuat rencana yang bagus untuk membongkar kedok Desi apalagi di hadapan Ibu Bram.


" Aku butuh bantuan mu.. " ucap Bela sambil tersenyum licik


" Bantuan apa?? " Ucap Candra kebingungan


Bela mulai jujur awal mula rencananya untuk menghancurkan hidup Bram, ia juga tidak menduga jika ia bisa mengandung anak Bram, namun meskipun begitu ia ingin mempertahankan anak ini karena anak ini tidak bersalah sama sekali.


" Kamu benar-benar Gila, melakukan semua ini hanya karena dendam kakakmu.. Kamu tidak berpikir kedepannya bagaimana masa depan mu nanti " bentak Candra


" kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kamu sayangi.. " ucap Bela sambil menangis


" Baik akan ku bantu kamu tapi dengan satu syarat tinggalkan Bram setelah dendam mu terbayar sudah " ucap Candra membua Bela tersenyum


" Baik aku juga berencana ingin meninggalkan Bram.. jadi aku mohon bantu aku ... "


Bela sudah mempunyai bukti-bukti yang akan membuat Desi tidak bisa mengelak namun ia juga butuh bantuan Candra untuk membujuk Lily wanita yang sekarang menjadi kekasih Candra untuk mau melakukan tes DNA secara diam-diam tanpa di ketahui oleh siapa pun.


" Aku harus tanya Lily dulu.. "

__ADS_1


" Tolong bujuk Lily hingga ia mau melakukan itu... "


" Kalau terbukti itu anak Bram, apa yang akan kamu lakukan " tanya Candra membuat Bela berpikir sejenak


" Aku hanya ingin membuktikan firasat ku saja, tidak ada niat apapun.. "


" Baik, apapun hasilnya jangan pernah menarik ucapan mu yang akan meninggalkan Bram.. ingat ancaman ayah " ucap Candra dengan wajah serius


" Ia ia.. cepat kamu temui Lily, pokoknya kamu harus bisa membujuk Lily bagaimana pun caranya.. " ucap Bela sambil tersenyum


" Baiklah kalau begitu aku pamit " ucapnya


" Kamu memang sangat baik Candra, aku menyesal karena dulu sudah jahat padamu.. suatu hari nanti aku akan membalas semua kebaikan mu padaku " batin Bela


Candra segera mengambil kunci motornya, ia sengaja membawa motor kesayangannya untuk jalan-jalan bersama Lily sambil membicarakan rencana Bela walaupun ia tidak yakin jika Lily mau melakukan hal itu apalagi Lily sosok orang yang jujur dan baik.


" Tinggal selangkah lagi.. maafkan ibu nak karena setelah ini ibu akan membawa mu pergi menjauh dari ayahmu.. " ucap Bela sambil mengusap perutnya dengan wajah sedih


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2