Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Anak Kembar


__ADS_3

Tak terasa tiga puluh menit berlalu, terdengar suara tangis bayi, Lily senang karena itu pertanda jika anak dalam kandungan Bela sudah berhasil di selamatkan, ia tinggal menunggu kabar keadaan Bela.


Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruang operasi, Lily benar-benar penasaran dengan keadaan Bela segera menghampiri sang dokter dan menanyakan keadaan Bela saat ini.


" Dok bagaimana keadaan Bela?? " Tanya dengan wajah panik


" Nona Lily tenang saja, Kondisi Ibu dan bayi untuk saat ini baik-baik saja. Bayi terlahir sempurna tanpa cacat sedikitpun sedangkan Nona Bela perlu banyak istirahat "


" Terima kasih Tuhan.. " batin Lily


" Syukurlah Dok saya tenang sekarang.. terima kasih Dok.. " ucap Lily dengan wajah senang


" Sama-sama, kalau begitu saya pamit " ucaonya meninggalkan Lily di sana


" Aku harus telepon Candra " gumamnya


Lily segera mengambil handphone yang berada di tas miliknya, ia menghubungi kekasihnya itu untuk memberitahu kebenaran Bela sang adik tirinya.


Ternyata Candra juga sedang menunggu telepon dari Kekasihnya itu, ia benar-benar khawatir dengan keadaan Bela apalagi ia melahirkan tidak sesuai rencananya dan kandungannya menginjak tujuh bulan.


" Halo sayang, bagaimana keadaan Bela?? " Tanyanya


" Alhamdulillah keadaan bela baik-baik saja, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruangan.. "

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan keadaan Bayinya.. keponakan ku " tanyanya lagi


" Aku belum bisa melihatnya, nanti akan ku kirimkan foto keponakan kita.. " ucap Lily sambil tersenyum


" Dua hari lagi aku akan segera menemui kalian, saat ini ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan.. apalagi anak buah Bram sedang mengawasi aku terus "


" Tidak apa-apa sayang, Bela pasti akan mengerti... "


" Kalau begitu aku meeting dahulu "


" Baiklah, jangan lupa makan sayang " ucap Lily dengan nada manja


" Ia sayang " ucap Candra segera mematikan teleponnya


Lily segera mengikuti rajang Bela yang sedang di dorong oleh perawat menuju ruang inap disana. Tentu saja kelas VVIP karena Bela orang penting saat ini, anak dari pemilik rumah sakit tersebut, sementara Lily menjabat sebagai kepala rumah sakit. Candra mempercayai Lily sebagai kepala rumah sakit bukan tanpa alasan. Karena Lily memang pantas mendapatkan jabatan tersebut dilihat dari prestasi dia di rumah sakit yang dulu tempat ia bekerja.


Tempat yang nyaman pasti akan membuat Bela senang apalagi pelayanan dan peralatan di sini sangat menunjang untuk Bela.


Lily melihat Bela berwajah sedih, mungkin karena ia melahirkan sendirian tanpa di dampingi sosok seorang suami. Ia mencoba menghibur Bela agar tidak bersedih lagi.


" Bela.. kenapa kamu sedih.. sebentar lagi kamu bisa menggendong bayimu " ucapnya


" Mungkin ini rasanya melahirkan tanpa suami di sisiku.. entah mengapa hatiku terasa sakit "

__ADS_1


" Ini pilihan mu, kamu harus kuat Bel.. demi anakmu.. " ucap Lily memeluk Bela


Bela memeluk erat Lily seakan ingin membagi beban di hati dan pikirannya pada sahabatnya itu, baru di tinggal beberapa waktu saja rasanya tidak kuat apalagi nanti menjalani hari tanpa Bram. Namun ia juga sadar jika ia tak mungkin jika bersama dengan Bram kembali, apalagi tujuan pertama mendekati Bram hanya untuk membalas dendam sedangkan sekarang hatinya terlah berubah. Benci itu sudah berubah jadi rasa cinta.


" Kamu harus kuat Bel " bisik Lily


Bela melepaskan pelukannya ketika sang suster menghampiri mereka sambil mendorong box bayi. Bela senang karena ternyata bayi dalam kandungan Bela kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


Satu hal yang Bela sembunyikan selama ini dari Bram adalah kebenaran tentang anak kandung mereka. Bela merasa sakit hati ketika mendengar Bu Jeni lebih sayang pada Desi karena mengandung anak laki-laki sedangkan ia bekerjasama dengan dokter kandungannya untuk memberitahu jika jenis kelamin anak dalam kandungannya adalah perempuan.


Untungnya Bram tidak pernah menemani dirinya cek kandungan apalagi saat USG membuat dirinya lebih mudah menjalankan rencananya.


Wajah Kedua anak itu tampak cantik seperti Bela dan tampan seperti Bram. Lily segera menggendong bayi perempuan yang cantik dan menggemaskan.


" Lihat Bel, dia cantik seperti kamu.. "


" Ia Ly.. "


" Dia juga tampan seperti Bram... " batin Bela


Bela segera menggendong putra laki-lakinya, benar-benar sangat mirip dengan seseorang yang sangat ia rindukan sekarang


The End...

__ADS_1


__ADS_2