Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Kembali Di Usir


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Bela sengaja membuatkan Makan siang untuk Bram, ia sekalian ingin memberikan kemeja yang sudah di cuci dan setrika tidak lupa menyemprotkan sedikit parfum yang ia selalu pakai. Ia sengaja berbuat seperti itu karena ia mendapatkan laporan jika Desi akan pergi ke kantor Bram.


" Ternyata wanita itu tidak menyerah pada Bram, itu hal yang bagus karena aku juga tidak akan mudah menyerah, lihat saja siapa yang akan menang, aku apa wanita jelek itu?? " ucap Licik Bela


Bela langsung memesan taksi untuk segera pergi ka kantor Bram, dengan semangat kemenangan yang pasti ia dapatkan kembali, baginya sosok Desi adalah sosok yang gampang terpancing amarah dan rencana kelicikannya akan dia ungkap pada Bram nanti setelah Sidang perceraian itu di lakukan.


Bela segera masuk dan menghampiri resepsionis yang kemarinia temui, ia ingin menanyakan tentang prosedur bisa magang di perusahaan Bram.


" Nona yang kemarin ya, tuan Bram ada di ruangannya silahkan "


" Baiklah, oh ia saya sudah mengajukan magang lewat email ke perusahaan ini, tapi belum ada balasannya, mohon bantuannya?? saya harus bagaimana ya?? " Tanya Bela sedikit bingung


" Kenapa Nona tidak membicarakan masalah ini langsung pada Tuan Bram?? "


" Saya ga mau di terima magang di perusahaan ini hanya karena bantuan dari Kak Bram.. tolong saya untuk bisa magang disini " ucap Bela


" Nona itu bukan wewenang saya, atau begini saya Nona titipkan saja permohonan magangnya pada saya, nanti saya akan memberikannya langsung pada pihak kepegawaian, bagaimana?? "


" Ide yang bagus.. terima kasih banyak " ucap Bela senang


" Sama-sama Nona " ucapnya ramah


Saat Bela hendak pergi dari resepsionis munculah sosok Deon yang ternyata dari tadi mendengar pembicaraan antara Bela dan resepsionis itu, ia tidak menyangka jika Bela sikapnya beda, jik orang lain mungkin akan memanfaatkan jabatan Bram untuk bisa magang dengan mudah di kantor ini sedangkan Bela tidak.


" Bela.. " ucapan Deon tentu membuat Bela kaget


" Kak Deon " ucapnya sambil tersenyum dipaksakan


" Apa Deon mendengarkan ucapan ku dengan resepsionis itu barusan?? " Batin Deon


" Kamu ingin menemui Bram?? "

__ADS_1


" Ia kak, sekalian mau memberikan makan siang untuk Kak Bram "


" Buat aku mana?? " Ucap Deon merasa aneh karena kemarin Bela juga membawakan makanan untuknya


" Kita makan siang bersama saja bagaimana kak, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kakak? " Ajak Bela


" Mau bicara apa.. " tanya Deon heran


" Nanti saja ya kak... Ayo kita ke ruangan kak Bram dulu " ajak Bela agar mengalihkan pembicaraan


" Baiklah "


Mereka segera menuju ruangan Bram, ternyata disana sudah ada sosok Desi, Bela sudah menduga akan hal itu, ia tersenyum menghampiri Bram. " Kak Bram, maf mengganggu.. aku ingin memberikan kemeja milik kakak, terima kasih ya kak untuk kemarin " Bela tersenyum menatap Desi


" Kenapa wanita ini bisa masuk keruangan Bram, sepertinya Bram akan marah besar saat ini padaku " batin Deon kaget melihat sosok Desi sedang duduk di depan Bram


" Tunggu Kemeja??, Kermarin memangnya mereka melakukan apa?? Stop Desi kamu jangan berpikir macam-macam, tidak mungkin Bram macam-macam sama wanita ular itu, dia masih bau kencur tidak sebanding dengan mu wanita dewasa " ucap Desi menepis semua pikiran jelekknya pada suaminya.


" Sebenernya ini kotak makan siang untuk kak Bram, tapi aku lihat istri kakak juga membawakan kotak makanan untuk kakak, jadi lebih baik aku bawa pulang saja " ucap Bela dengan raut wajah sedihnya


" Harusnya kamu tahu dirinya, jangan pernah mendekati suami orang lain, jangan karena Bram kaya lalu kamu mendekatinya dan ingin menguras hartanya " ucap Desi sinis


" Aku memang mendekati Bram, tapi bukan karena harta, tapi karena kamu.. kamu yang sudah membuat kakakku meninggal, akan ku buat Orang yang kamu sayang juga pergi meninggalkan mu.. " batin Bela


" Aku tidak pernah mendekati kak Bram karena harta, aku hanya menganggap Kak Bram sebagai kakakku sendiri, keluargaku kaya tidak akan kelurangan uang, jadi jangan menilai ku seperti itu " ucap Bela sambil menangis


" Desi jaga ucapan mu, hubungan aku dan Bela sebatas kakak adik, kamu jangan ikut campur masalah pribadi ku karena sebentar lagi kamu akan aku ceraikan " ucap Bram membuat Desi sakit hati sedangkan Bela tersenyum kemenangan.


" Kak Bram, kenapa kakak bicara seperti itu ?? Itu tidak baik " ucap Bela


" Lihatlah wajahnya yang pura-pura sedih, membuatku emosi saja, aku tahu dalam hatimu kamu merasa menang karena Bram ingin menceraikan ku, dan kamu akan terus mendekati Bram.. mimpi saja??, Aku Tak akan membiarkan itu terjadi " batin Desi


" Kapan mereka cerainya sih... Lama sekali?? Apa yang harus aku lakukan agar mereka cepat bercerai " batin Bela

__ADS_1


" Bela, ini urusan pribadiku, kamu tidak usah ikut campur, karena aku memang tidak pernah cinta padanya " ucap Bram


" Baiklah kak.. "


" Bram, kamu makan saja makanan yang aku buat.. kotak makanan ini memang tidak enak, pasti sudah ada pelet dan racun yang di masukan pada makanan itu " ucap Desi langsung meleparkan kotak makanan milik Bela.


Hal itu membuat Bela kesal dan marah tapi ia tahan karena tak mau jika Bram benci padanya, ia harus terlihat lemah lembut dan ia juga harus terlihat tersakiti oleh perbuatannya Desi.


Sedangkan Desi melakukan itu karena ia tidak terima jika bela terus di bela, Bram juga selalu menyebutkan kata perceraian dan kali ini di depan wanita yang ia benci, Bagi Desi sosok Bela kini menjadi musuhnya.


" Desi, apa yang kamu lakukan " ucap marah Bram


" Ga papah ko kak Bram.. aku pamit saja mau makan siang bersama dengan Kak Deon.. " ucap Bela langsung menarik tangan Deon


" Bela dan Deon kenapa bisa mereka sedekat itu?? Aku kan belum menjodohkannya?? Kenapa hatiku kesal melihat kedekatan mereka.. ini semua gara-gara Desi " batin Bram


" Sukur deh dia pergi paling tidak sekarang aku bisa mendekati Bram dan membuat hubungan kami membaik kembali " batin Desi


" Kamu pergi dari kantorku, jangan sekali-kali menginjakan kakimu lagi disini, kalau tidak aku akan membuat mu menyesal " bentak Bram


" Tapi Bram tunggu " ucap Desi


Bram langsung menelepon pihak keamanan lalu menyuruh mereka menyeret Desi keluar dari kantornya, Desi yang di perlakukan seperti itu terus memberontak tapi pihak keamanan langsung membawa paksa Desi dan menyusirnya.


Entah mengapa sekarang dia merasa emosi, entah dengan perlakuan Desi pada Bela atau karena dia melihat Bela dan Deon makan siang bersama apalagi tadi Bela sempat memegang tangan Deon.


" Ada apa dengan aku... " Batin Bram


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2