Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Candra Kembali


__ADS_3

Deon sudah memberikan surat permohonan magang untuk Bela kepada pihak kepegawaian di kantor Bram, hal itu juga tidak ia katakan pada Bram sesuai dengan permintaan Bela.


Sudah seminggu Bela tidak bertemu dengan Bram, ia juga di sibukan di cafe sedang merekrut karyawan baru untuk membantu dirinya karena semakin hari Cafe semakin ramai pengunjung apalagi di Sabtu dan Minggu banyak dari kalangan anak muda yang nongkrong di Cafenya.


Seminggu ini aktivitasnya padat, Cafe, kuliah dan menjaga sang ibu, namun ia tak kenal lelah menjalani hari-harinya. kedekatannya dengan Deon semakin erat, Deon selalu mengirim pesan padanya seperti jangan lupa makan dan jaga kesehatan pokoknya Deon terlihat perhatian sekali pada Bela.


Sedangkan Bram sendiri tidak pernah mengirimkan pesan apapun padanya, kalaupun mengirim pesan hanya menanyakan keadaan Bu Mina, Bela berpikir memang Bram tidak peduli padanya.


Dia pulang ke rumah sakit pukul sepuluh malam, sangat larut memang ia segera menghampiri Candra yang ternyata sudah ada disana menunggu ibu.


" Candra, kenapa dia ada disini?? " ucap Bela heran


" Aku nunggu kamu dari tadi sama Lily, tapi Lily sudah pulang karena ini juga sudah larut malam " ucap Candra


" Aku kira kamu ga akan balik lagi kesini, bilang dua hari keluar kota tapi ini sudah lebih satu Minggu baru balik " ucap Bela duduk di samping tempat sang ibu sedang terbaring


" Aku menyelesaikan kerjaan ku disana, maaf jika membuatmu khawatir " ucap Candra


" Jangan kepedean!! siapa juga yang mengkhawatirkan mu " ucap Bela sambil tersenyum


" Bu, maafin bela ya pulang malam lagi.. bela hari ini sibuk Bu.. banyak sekali pengunjung Bu.. Alhamdulillah ibu jangan khawatir mulai hari Senin bela magang jadi Bela tidak akan pulang larut malam lagi " ucapnya


" Kamu mau magang di perusahaan ayah?? "


" Tidak "

__ADS_1


" Kenapa Bela?? "


" Kamu kan tahu bagaimana hubungan ku dengan ayah, aku tidak mau karena hubungan ku itu merusak magang ku.. aku sudah di terima di salah satu perusahaan sama besar dengan perusahaan ayah " ucap Bela


" Kalau benar begitu aku akan mendukung mu "


" Terima kasih "


" Oh ia, apa kamu belum makan?? Aku bawakan makanan kesukaan mu " ucap Candra


" Kamu tahu aja kalau aku sedang kelaparan " ucap Bela langsung membuka kotak makanan yang di berikan Candra lalu memakannya.


Candra senang karena hubungannya dengan Bela semakin dekat, ia merasa menjadi seorang kakak dari adik perempuannya. Ia lebih tenang sekarang karena bisa menjaga Bela, berada di sampingnya dan selalu ada disaat ia susah dan senang sesuai dengan permintaan Sintia.


" Bel, Bagaimana kalau besok kita ke Maal, kita mencari baju baru untuk di pakai saat kamu magang " tawaran Candra


" Apa itu perlu?? "


" Tentu saja Perlu, Hari pertama kamu magang kamu harus memberikan kesan yang baik, siapa tahu kamu akan di rekrut kerja di perusahaan itu.. kamu juga harus membuat citra yang baik di depan rekan kerjamu nanti " ucap Candra yang memang sudah berpengalaman meskipun dia magang dan langsung bekerja di perusahaan ayah tirinya.


" Baiklah.. apa kita ajak Lily juga?? " Tanya Bela


" Aku sih mau!! tapi siapa yang akan jaga Bu Mina.. ?? "


" Kamu betul, lebih baik kita berdua saja nanti kita belikan oleh-oleh saja untuknya "

__ADS_1


" Aku ikut saja " ucap Bela membaringkan tubuhnya di sofa yang ada disana "


" Apa kamu sudah ngantuk "


" Aku kenyang sekali " ucap Bela menutup matanya


Bela mulai terlelap tidur padahal makanan yang di bawakan Candra hanya di makan tiga suap saja, mungkin karena ia kelelahan membuat nafsu makannya berkurang.


Candra langsung menyelimuti tubuh Bela, ia melihat wajah Bela yang tampak lelah, sambil tersenyum ia membelai rambut Bela, tampak di depannya adalah seorang wanita yang umurnya dibawah dirinya tapi sikap dewasanya lebih dirinya, wanita yang tangguh dan kuat.


" Bela terima kasih sudah menerima keberadaan ku, terima kasih sudah memaafkan aku, aku janji akan selalu jadi kakak yang baik yang bisa kamu andalkan dan selalu menjagamu " ucap Candra sambil tersenyum


" Bela, jangan pernah lelah karena keadaan mu yang sekarang, ada aku dan ibumu yang selalu mendukung mu.. Bu Mina pasti akan cepat sadar karena dia juga sangat sayang pada mu " ucap Candra


" Aku pamit ya Bel, besok aku akan membuatmu tersenyum seperti janjiku pada Sintia.. " akhirnya Candra pamit pada Bela


Meskipun tidak ada jawaban dari Bela, karena bela sudah tidur dengan lelap, Candra langsung pergi dari sana menuju Apartemen yang sudah ia beli satu tahun yang lalu. Ia memilih tidak tinggal bersama ibunya karena ia tidak mau di atur-atur oleh sang ibu.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2