Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Berbicara Empat Mata


__ADS_3

Setelah Bela keluar dari apartemennya ia melihat sosok wanita yang ia kenal di hadapannya, Bela benar-benar kaget melihat Bu Jeni melihatnya dengan tatapan marah dan tajam, ia mencoba untuk menenangkan hatinya dan jangan terlihat lemah di hadapan Bu Jeni.


" Nyonya.. "


" Apa Dia wanita yang sedang dekat dengan Bram anakku.. aku masih belum percaya, masa ia Bram cinta sama adik mantan kekasihnya.. kalau begitu aku punya ide untuk membuat wanita ini menjauh dari Bram " batin Bu jeni


" Kamu.. ada hal yang saya ingin bicarakan dengan kamu " ucap Bu Jeni menatap tubuh Bela dari ujung rambut sampai ujung kaki.


" Sial, jangan sampai ketahuan sekarang.. apa yang harus aku jelaskan, aku tidak mau rencanaku sampai gagal.. aku belum membuat mereka semuanya menderita.. jangan sampai mereka tahu aku adalah wanita yang merebut Bram dari Desi... Tuhan tolong aku " batinnya


" Em.. saya bisa jelaskan semua ini Nyonya, ini tidak seperti yang nyonya pikiran.. Kita Bicara di dalam saja, sekalian ada Tuan Bram di sana?? " ucap Bela mencoba tersenyum


" Tidak usah basa basi sok baik dengan saya, kita cari tempat makan di bawah.. saya hanya ingin berbicara dengan kamu empat mata " ucap Bu Jeni langsung pergi dari sana


" Baik Nyonya " ucapnya Bela mengikuti langkah mertuanya itu.


Mereka memilih restoran yang tak jauh dari gedung apartemen, disana Bela terlihat santai sedangkan Bu Jeni masih menahan amarahnya dan rasa penasarannya.


Bu Jeni memilih es jeruk sebagai minuman untuk mereka dan tak lama kemudian pelayan memberikan minuman pesanan Bu Jeni.


" Silahkan Nyonya " ucap sang pelayan


" Terima kasih " ucap Bu Jeni masih dengan wajah marahnya


" Nyonya.. saya tidak haus?? " ucap Bela


" Kalau kamu tidak suka dengan minumannya kamu bisa pesan minuman yang lain?? atau kamu bisa buang saja minumannya saya tidak masalah " ucap sinis Bu Jeni


" Apa sebaiknya aku hubungi Bram saja dan memberitahukan keberadaan Bu Jeni.. aku takut di cambak atau di tampar seperti dalam flem drama televisi tentang perselingkuhan " batin Bela


" Saya To the points saja sama kamu??, apa sebenarnya hubungan Kamu dengan Bram anak saya ?? " Tanya Bu Jeni dengan tatapan tajam


" Tidak, aku tidak boleh mengaku saat ini.. aku harus cari alasan lain agar nenek lampir ini percaya dengan ucapan ku.. ayo Bela cepat berpikir " batin Bela


" Lihat saja jika kau memang punya hubungan dengan Bram.. akan ku beri kamu pelajaran sekarang juga " batin Bu Jeni

__ADS_1


" Hubungan ku dengan Tuan Bram?? Ya tentu saja hubungan kami sebatas hubungan atasan dan bawahan Nyonya.. mana mungkin kami ada hubungan lebih.. saya juga sadar diri.. " ucap Bela sambil tersenyum di paksakan


" Jangan bohong kamu " bentak Bu Jeni


" Sial, tidak mudah juga menyakinkan dia.. " batin Bela


" Mana mungkin saya berbohong, saya hanya seorang karyawan magang di kantor Tuan Bram selama tiga bulan.. setelah itu saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan skripsi saya.. saya sudah menganggap Kak Bram seperti kakak ku sendiri " ucap Bela masih menyanyikan Bu Jeni


" Mana buktinya jika kamu memang tidak ada hubungan dengan Bram ?? " Masih memberikan pertanyaan seperti seorang detektif


" Astaga Nyonya saya adiknnya kak Sintia, masuk akal jika kak Bram ada hubungan dengan saya?? ya meskipun dulu kak Bram sangat mencintai kak Sintia tapi mana mungkin dia suka sama saya.. Kak Bram selalu menganggap saya seperti adiknya sendiri " ucap Bela


" Maafkan aku kak Sintia, aku harus bawa-bawa nama kakak agar bisa menyakinkan Bu Jeni.. aku tidak mau jika rencana ku harus gagal sekarang, ini semua aku lakukan untuk membalas dendam kakak.. semoga dia bisa percaya dengan Ucapan ku " batin Bela


" Masuk akal juga dengan ucapannya " batin Bu Jeni


" Bagus kalau kamu tahu diri, dan sebaiknya selamanya kamu jangan sampai berani-beraninya mendekati Bram... Kalau tidak saya akan membuat hidupmu menderita.. " ancam Bu Jeni


" Sebelum itu terjadi padaku, kehidupan putra mu yang akan ku buat benar-benar hancur oleh ku.. jangan terlalu percaya diri seperti ini.. aku tidak akan kalah dengan mu ataupun Desi " batin Bela


" Baik Nyonya " ucap Bela tersenyum


" Sial, apartemen itu kan sudah atas nama ku, aku harus cari alasan lagi?? dan alasan apalagi agar dia percaya.. " batin Bela


" Em, sebenarnya.. tapi Nyonya jangan membicarakan hal ini pada Kak Bram.. nanti dia akan marah padaku " ucap Bela pura-pura sedih


" Katakan saja ada apa?? jangan cari alasan "


" Sebenarnya Kak Bram sedang marah pada Nona Desi dan Nyonya, dia menyuruhku untuk mencarikan apartemen yang bisa ia sewa, katanya dia tidak mau bertemu dengan kalian dulu sementara waktu.. karena Saya sedang membutuhkan uang untuk pengobatan ibu saya jadi Saya menyewakan apartemen itu pada kak Bram " ucap Bela tentunya berbohong


" Kenapa Bram tidak tinggal di apartemennya saja ?? dia juga punya apartemen sendiri?? "


" Kan saya sudah bilang jika Kak Bram tidak mau di gangu oleh nyonya dan Nona Desi, mungkin dia menyewa apartemen saya untuk bisa bersembunyi dari nona Desi dan Nyonya "


" Beraninya Bram menghindar dari aku dan Desi.. kalau begini terus bagaimana hubungan mereka akan membaik " batin Bu Jeni

__ADS_1


" Yes, sepertinya Bu Jeni sekarang percaya dengan ucapan ku.. akh benar-benar melegakan ternyata mereka semua mudah di bodohi " batin Bela


" Berapa Bram menyewa apartemen itu?? Sebutkan harganya nanti saya akan bayar dua kali lipat.. asalkan kamu usir Bram dari apartemen mu.. " ucap Bu Jeni


" Apa usir??? Aku tidak berani mengusir kak Bram?? nanti aku kena masalah bagaimana?? Nanti kak Bram marah padaku.. " ucap Bela


" Tidak akan.. nanti saya yang berbicara dengan Bram?? "


" Maaf Nyonya saya tidak berani.. mohon maaf sekali lagi " ucap Bela dengan wajah pura-pura ketakutan


" Baiklah.. lupakan masalah itu?? lalu Dari kapan Bram menyewa apartemen mu ?? "


" Dari kemarin Nyonya.. katanya agar dia lebih dekat dengan rumah sakit.. tapi sepertinya kak Bram semalam bersama dengan seorang wanita.. ups maaf Nyonya saya salah bicara?? lupakan kata-kata saya barusan " ucap Bela terlihat kaget sebenarnya ini juga sebagian rencananya


" Jadi benar mereka tidur bersama di apartemen mu.. apa kamu tahu siapa wanita itu " tanya Bu Jeni penasaran


" Bu Jeni memang harus penasaran padaku agar bisa mengalihkan kecurigaannya.. " batin Bela


" Apa Tuan Bram ternyata semalam dengan wanita lain?? ternyata benar dugaan ku?? tapi Aku tidak tahu nyonya wanita itu siapa?? karena tadi sewaktu pergi ke apartemen untuk memberikan berkas dokumen, saya hanya melihat ada sepatu wanita disana "


" Ternyata benar.. Bram sudah mengkhianati Desi, aku tidak boleh membiarkan hal ini terjadi.. aku harus mendapatkan informasi tentang siapa wanita itu melalui Bela... Sepertinya Bela memang bisa di percaya " batin Bu Jeni


" Ok, ini cek lima puluh juta untuk mu dengan syarat kamu harus mencari tahu wanita selingkuhan Bram.. "


" Maaf Nyonya saya tidak berani menjadi mata-mata.. saya tidak bisa nyonya.. "


" Jangan sok kamu menolak uang itu, ingat kamu sekarang miskin butuh uang itu untuk pengobatan ibu mu.. cepat ambil.. " titah Bu Jeni


" Sialan nenek lampir ini malah menghina aku... Tapi tidak apa-apa untuk kali ini aku mengalah.. tapi nanti lihat saja rencana ku selanjutnya,, uangnya lumayan juga aku berikan ke panti asuhan saja " batin Bela


Bu Jeni segera meninggalkan restoran itu, sedangkan Bela segera mengambil cek itu, untung percakapan itu ia rekam, ini akan menjadi bukti pada Bram, dia akan membuat hubungan ibu dan anak jadi berantakan.


" Lihat saja Bram,, kamu dan keluargamu harus hancur.. kalian harus tahu bagaimana kehilangan keluarga kalian seperti aku kehilangan Bu Jeni " batin Bela


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2