
Keesokan harinya,,
Bela bangun ketika ada sosok laki-laki yang sedang tertidur memeluk dirinya. Mata Bela melotot melihat sosok Bram ada di sampingnya tanpa busana sehelai pun.
" Apa yang aku lakukan dengan Bram kemarin?? Astaga ini tidak mungkin " ucap Bela duduk di ranjang itu sambil meneteskan air matanya ia mengingat kembali apa yang di sudah lakukan dengan Bram
" Haruskah aku berkorban sejauh ini.. tapi ini demi merebut Bram dari Desi.. Tuhan aku harus bagaimana?? maafkan aku ibu dan kak Sinta " ucap Bela dalam hatinya masih mengangis
Sementara Bram terbangun ketika ia mendengar suara Isak tangis di sampingnya, ia terkejut dengan sosok Bela menangis yang sambil menarik selimut. Bram langsung mendekatinya, ia sadar jika semalam ia memang melakukan sesuatu yang tak harusnya ia lakukan.
" Bela.. " panggilnya
" Jangan dekati aku kak.. aku wanita kotor " ucap Bela masih menangis
" Bela maafkan aku... Aku tahu perbuatan aku semalam itu memang salah, tidak seharusnya kita melakukan itu.. aku akan bertanggung jawab padamu " ucap Bram
" Tanggung jawab apa maksudnya " ucap Bela
" Aku akan menikahi mu ?? " Ucap Bram membuat Bela kaget
" Apa??, Aku harus menikah dengan bram?? Tidak, niatku bukan seperti itu.. mana mungkin aku bisa menikah dengan Bram?? Aku tidak mau tapi ini juga kesempatan agar lebih memiliki Bram apalagi Bram sendiri yang menawarkan pernikahan itu " batin Bela
" Kak Bram jangan bercanda, kakak sudah punya istri mana mungkin menikahi aku?? " Ucap Bela menggeleng-gelengkan kepalanya
" Tunggu anak dalam kandungan Desi lahir aku akan segera menceraikan nya " ucap Bram langsung memeluk Bela
" Kak.. aku tidak mau?? Mana bisa kakak tega seperti itu, anak itu tidak bersalah " ucap Bela masih dengan wajah sedihnya
" Aku tidak mau menikah dengan mu.. " ucap Bela dalam hatinya
__ADS_1
" Bela dengarkan aku.. aku suka sama kamu?? Aku cinta sama kamu.. aku ingin bertanggung jawab padamu " ucap Bram masih memeluk Bela
" Kak Bram bicara begitu karena merasa kasihan pada ku kan?? Jangan seperti itu kak aku mohon.. aku akan melupakan perbuatan kita kemarin.. anggap kita tidak pernah melakukannya.. aku akan pergi dari hidup kakak " ucap Bela tidak mengerti apa yang di pikiran Bram
" Bela dengarkan aku.. aku akan tetap menikahi mu.. bagaimana kalau kamu mengandung anak ku.. aku akan bertanggung jawab atas itu " ucap Bram
" Tidak kak, aku tidak akan mengandung anak kakak, kakak tenang saja.. " ucap Bela melepaskan pelukannya
" Apa maksudmu Bel, pokonya aku mau menikahimu mau kamu hamil atau tidak " ucap Bram
" Tapi ayah ku dan keluarga mu tidak akan merestui kita?? apalagi Desi kalau tahu.. aku malu jika di cap merebut suami orang lain " ucap Bela masih mencari alasan agar Bram tidak menikahinya
" Kita akan menikah siri.. aku pastikan rahasia ini aman sebelum aku bercerai dengan Desi, setelah aku bercerai dengan Desi baru aku akan mengumumkan pernikahan resmi kita pada seluruh dunia " ucap Bram menyakinkan Bela
" Apa kakak yakin dengan keputusan kakak?? "
Bela tidak bisa lagi mencari alasan apapun, biar bagaimanapun mungkin itu jalan yang bagus yang ia lakukan karena dengan menjadi istri siri Bram, ia sudah mendapatkan kemenangannya sendiri tanpa Desi tahu.
" Baiklah, mungkin lebih baik begitu, istri siri juga tidak apa-apa? Dari pada istri sah yang terbaikan seperti Desi " batin Bela
" Aku harus membuat Bela hamil anak ku, lalu aku bisa membuat keluarga ku merestui aku dan Bela dengan begitu aku bisa lepas dari Desi.. aku akan hidup bahagia dengan Bela " batin Bram
Setelah perdebatan itu selesai, Bram kembali melakukan percintaannya seperti semalam, namun kali ini ia melakukannya di kamar mandi dengan beberapa gaya dan pelepasannya.
Bram menikmati hari-harinya bersama dengan Bram, ia keluar dari tempat karoke lalu menuju kamar hotel karena hari ini ia sudah menelepon Deon untuk mengerjakan pekerjaannya, ia hari ini ingin libur tanpa alasan yang jelas pada Deon, sebenarnya ingin melanjutkan percintaannya lagi dengan Bela, Ia seakan ketagihan dengan tubuh Bela sedangkan Bela ia terlihat menikmati waktunya bersama Bram.
Ia sudah menyuruh Candra untuk menjaga ibunya di rumah sakit, ia beralasan ada pekerjaan yang harus ia kerjakan jadi beberapa hari ini tidak bisa menjaga ibunya dan Candra mempercayai hal itu, hal itu membuat Candra dan Lily semakin dekat satu sama lain.
Bela meminta ijin pada Deon dengan beralasan jika ia harus menjaga sang ibu karena tidak ada yang menemani, Deon dengan mudahnya percaya pada Bela.
__ADS_1
Sementara Desi ia merasa sangat kesepian, ia membayangkan jika tinggal di apartemen bersama dengan Bram akan membuat hubungannya lebih dekta lagi tapi ternyata ia salah, Bram malah tidka pulang, ia juga tidak memberikan kabar apapun padanya.
Ia merasa sedih dan menceritakan perbuatan Bram pada mertuanya membuat Bu Jeni marah, beberapa kali ia mencoba menghubungi putranya itu namun tidak dia angkat sama kali.
Karena putranya itu sedang asik bermain bersama dengan Bela, wanita yang nantinya akan menjadi menanti keduanya, karena Bram berencana akan menikahi bela besok malam setelah mereka bekerja.
" Kak Bram, Nyonya Jeni menelpon mu dari tadi?? " Teriakan Bela karena Bram sedang mandi
" Biarkan saja sayang, palingan mamah menelepon hanya ingin memarahiku " ucap Bram
Bela membiarkan telepon dari calon mertuanya itu. Ia sangat senang karena sekarang Bram ada dalam genggamannya, sebentar lagi Ia bisa menendang Desi dari hidupnya Bram.
Bela tersenyum saat ia menemukan ide untuk membuat Desi terbakar cemburu, ia mengirimkan foto bersama dengan Bram di kamar hotel, tentunya gambar dirinya diburamkan agar Desi penasaran dan hanya bisa menebak-nebak saja tanpa tahu siapa wanita itu sebenarnya.
" Bagaimana rasanya melihat foto laki-laki yang kamu sayang sedang bersenang-senang dengan wanita lain.. bukankah itu juga yang dulu kamu lakukan bersama Bram, kini aku kembalikan rasa sakit hati kak Sintia dulu.. ini karma yang aku buat agar kamu tahu kamu sednag berhadapan dengan siapa " batin Bela
Bela mengirimkan pesan berupa foto pada Desi dengan menggunakan nomor handphone baru, disana di tuliskan bahwa Desi jangan merasa bangga tidak di ceraikan Bram karena hati Bram milik ku sampai kapanpun.
Setelah mengirimkan pesan itu jelas Desi langsung menelepon dirinya tapi tidak Bela angkat, bela malah tertawa senang karena kini kemenangan miliknya.
" Wanita bodoh mau melawan ku,, coba saja " ucap Bela sambil tersenyum jahat
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1