
Sedangkan di rumah sakit Desi masih dengan keadaan menangis sambil memeluk ibu mertuanya itu, ingin berbagi beban yang kini ada di hati dan pikirannya. namun rasanya ia tidak sanggup menceritakan semua perbuatan Bram pada mertuanya itu tapi ia juga tidak mau menyimpan beban ini sendirian di dalam hatinya.
" Desi, sebenarnya kamu kenapa nak??. coba ceritakan semuanya pada mamah semuanya " ucap Bu Jeni
" Bram mah.. Bram "
" Aku harus bercerita mulai dari mana mah, rasanya sakit sekali.. Bram kamu jahat sekali padaku.. " batin Desi
" Bram kenapa?? Apa dia menyakiti mu lagi.. coba katakan pada mamah, agar mamah biar mamah kasih pelajaran padanya "
" Hatiku sakit mah.. "
" Kalau begitu kamu harus cerita semuanya pada mamah, coba katakan apa yang membuat hatimu sakit " tanya Bu Jeni dengan penasaran
" Sebenarnya setelah aku bangun dari tidur, aku merasa haus, aku mencoba untuk membangunkan Bram dengan menelponnya, tapi yang mengangkat teleponnya adakah seorang wanita, aku mulai panik dan kaget ketika sadar jika Bram tidak ada disini, apalagi wanita itu bilang bahwa dia wanita yang Bram cintai " ucap Desi menangis kembali
" Apa?? Wanita?? Siapa dia?? jawab Desi.. " tanya Bu Jeni kaget
" Aku juga tidak tahu mah, Dia hanya berkata jika wanita itu adalah wanita yang Bram cintai saat ini, dia tidak mau mengatakan namanya siapa? " ucap Desi masih menangis
" Mana mungkin secepat itu Bram bisa berpaling dari Sintia, kamu kan tau sendiri bagaimana rasa sayang dan cintanya Bram pada Sintia.. "
" Aku juga berpikir seperti itu mah, Bram tidak mungkin melakukan hal itu tapi setelah melihat foto ini mah.. hatiku benar-benar sakit.. " ucap Desi menunjukan handphonenya
" Astaga jadi benar Bram dengan wanita itu sudah tidur bersama?? kenapa bisa seperti ini?? " Ucap Bu Jeni kaget
Bagaimana bisa Bram berbuat hal seperti itu, yang ia tahu putranya itu tidak pernah berbuat tercela selama ini, bahkan ketika berpacaran dengan Sintia pun mereka tidak pernah melakukan hal itu.
Tapi Foto di depan matanya tidak mungkin di juga edit, itu foto asli dimana Bram memang sedang tidur dengan bertelanjang dada. Rasanya hati Bu Jeni hancur dan malu kepada Desi dengan kelakuan putranya itu.
" Mah, aku harus bagaimana sekarang?? " Tanyanya Desi
__ADS_1
" Kenapa bisa Bram melakukan hal seperti ini, bikin malu saja.. bagaimana kalau Desi marah dan menceraikan Bram.. ini tidak boleh terjadi.. apapun yang terjadi Bram tidak boleh bercerai dengan Desi,, aku harus membuat Desi percaya jika wanita itu duluan yang menggoda Bram dan Bram tidak bersalah " batin Bu Jeni
" Aku bingung bagaimana aku harus bersikap di depan Bram, aku tidak mau kehilangan Bram.. aku sangat mencintai dia.. tapi hatiku sakit saat ini, apa yang harus aku lakukan " batin Desi
" Desi, mamah janji akan segera mencari tahu siapa wanita yang berani melakukan itu padamu.. mamah juga akan pastikan jika Bram akan segera meninggalkan wanita itu.. mamah yakin jika wanita itu adalah wanita murahan yang sengaja menggoda Bram.. hanya kamu yang pantas menjadi istrinya Bram " ucap Bu Jeni
" Mah.. aku sangat mencintai Bram.. aku tidak mau kehilangan Bram, tolong buat Bram menjauhi wanita itu "
" Mamah tahu nak, kamu tenang saja percayakan semua masalah ini pada mamah.. mamah akan mengatasi masalah ini sampai ke akar-akarnya kalau perlu " ucap Bu Jeni
" Terima kasih mah, mamah memang mertua yang terbaik ku " ucap Desi mulai berhenti menangis
" Kamu jangan menangis terus, ingat kondisi kamu saat ini, kamu harus kuat kalau terjadi sesuatu pada anak itu pasti wanita murahan itu akan senang dan Bram semakin cuek padamu.. justru kamu harus buat Bram terus bersama dengan mu, kamu jadikan alasan anak ini untuk bersama dengan Bram.. mamah yakin lama-kelamaan Bram akan melupakan wanita itu dan hidup bahagia dengan kamu "
" Benarkah itu mah " ucap Desi menghapus air matanya
" Ia nak, Bram mungkin terlihat cuek sekarang tapi kalau kamu terus mendekatkan anak ini dengan Bram lama-kelamaan Bram juga akan menyayangi anak mu, karena anak ini darah daging Bram " ucap Bu Jeni mengusap perut Desi
" Mamah benar... Terima kasih mah " ucap Desi lebih tenang
" Semoga saja ucapan mamah benar anak ini akan di sayangi Bram, kamu haus kuat nak... Kita lawan wanita muraha itu " batin Desi
Bu Jeni segera membawa mangkuk bubur yang di berikan oleh suster, Desi pasti mau makan karena dia sudah lebih tenang dari sebelumnya " Ayo nak makan "
" Mah, aku tidak mau makan bubur.. "
" Lalu kamu mau makan apa nak?? asalkan kamu makan mamah akan belikan makanan itu " tanya Bu Jeni
" aku bosan makan bubur terus, aku ingin makan soto ayam saja "
" Soto ayam.. dimana yang jual makanan itu, apa di kantin ada yang jual seperti itu?? "
__ADS_1
" Aku juga Ga tau mah.. "
" Yasudah kamu diam disini, mamah mau ke kantin membelikan soto ayam untuk mu " ucap Bu Jeni sambil tersenyum
" Baiklah "
Bu Jeni segera meninggalkan ruangan Desi, ia menuju katin yang ada di rumah sakit ini, disana ada banyak orang yang sedang membeli, keadaan kantin saat ini sangat ramai karena sudah waktu makan siang.
Bu Jeni segera memesan makanan yang di inginkan menantunya yaitu soto ayam, tapi kebetulan soto ayam yang di pesan Bu jeni sudah habis. Bu Jeni mulai bingung harus mendapatkan soto ayam di mana. Ia segera menelepon putranya untuk membelikan soto ayam berharap Bram bisa perhatian pada Desi.
" Halo Bram apa kamu sudah makan siang ?? " Tanya Bu Jeni
" Bram sedang makan siang mah, ada apa memangnya mah ?? " Tanya Bram
" Bagus, kalau kamu sudah selesai makan siang tolong bawakan soto ayam ke rumah sakit ?? "
" Mamah seperti orang sedang ngidam saja mau makan soto ayam siang-siang begini?? "
" Bukan mamah yang sedang ngidam tapi istri kamu.. Desi tidak mau makan kalau tidak sama soto ayam " ucap Bu Jeni dengan wajah kesal
" Kenapa tidak beli saja di kantin rumah sakit, disana juga ada.. bilangin sama Desi jangan manja " tanya Bram
" Mamah sudah pergi ke kantin rumah sakit tapi tidak ada, soto ayamnya sudah habis.. cepat kamu cari makanan itu.. jangan sampai anak mu nanti ileran " titah sang mamah
" Merepotkan saja " protes Bram
" Pokoknya mamah tunggu sekarang juga " ucap Bu Jeni langsung menutup teleponnya dan segera menuju ruangan Desi lagi.
" Sebentar lagi hubungan mereka akan segera membaik, Bram pasti akan lebih dekat dengan Desi aku yakin itu.. " batin Bu jeni
.
__ADS_1
.
Bersambung...