Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Kekesalan Bram


__ADS_3

Benar ucapan Bela karena saat ini sosok Desi sudah datang ke depan ruangan Bram sambil membawakan rantang makanan, jelas saja Bela tahu kalau rantang itu makanan kesukaan Bram seperti biasanya Desi mencoba membawakan makanan tiap hari untuk Bram supaya bisa lebih dekat dengan suaminya itu.


" Apa Suamiku ada didalam.. " tanya Desi dengan nada kebanggaannya karena sudah menyebut Bram sebagai suaminya di depan Bela.


Bela hanya membalas ucapan Desi dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, tampak raut wajah Bela tidak ada rasa cemburu-cemburunya pada wanita di depannya. ia justru membukakan pintu ruangan Bram dan mempersilahkan Desi masuk kedalam.


" Ada Nona.. silahkan masuk "


Sungguh ucapan Bela membuat Desi sedikit bingung, biasanya Bela akan menghalanginya bertemu dengan Bram tapi kali ini tingkah Bela aneh justru ia terlihat ramah dan bersikap seperti seorang bawahan pada majikannya.


" Ada apa dengannya.. apa dia salah makan atau salah minum obat?? Tingkahnya sungguh aneh!! Apa yang sebenarnya ia rencanakan? Tidak mungkin dia menyerah begitu saja setelah tahu aku hamil anak Bram ? aku harus waspada padanya " Batin Desi


" Aku harus membuatmu tidak curiga padaku, jika aku sudah mengambil suamimu sebentar lagi.. sebagai rasa terima kasih ku untuk hari ini aku tidak akan membuat kamu marah.. karena kemenangan ku ada di depan mataku sebentar lagi " batin Bela


Desi tidak mau ambil pusing ia segera masuk kedalam ruangan Bram, dilihatnya sosok suaminya itu sedang mengerjakan pekerjaan yang terlihat menumpuk di meja kerjanya.


Bram sudah menduga jika yang masuk kedalam ruangannya adalah Desi bisa ia lihat dari sudut matanya saat melihat Pintu ruangannya di buka oleh Bela. ada rasa kesal juga pada Bela karena bisa ia membiarkan Desi masuk keruangan nya.


" Ngapain sih dia harus kesini, kenapa Bela membiarkan dia ada disini?? Apa dia tidak cemburu padaku jika aku bersama dengan Desi " batin Bram


" Bram semakin tampan ketika dia sedang serius kerja seperti itu.. aku semakin mencintai mu dan tak ingin melepaskan mu " batin Desi


" Bram sayang.. aku bawakan makan siang untuk mu.. ayo kita makan sama-sama "


" Aku masih sibuk, kamu simpan saja makanannya disana, nanti aku makan " ucap Bram singkat tanpa melihat wajah Desi sedikit pun


" Tapi anak kita mau makan bersama dengan ayahnya.. aku mohon kamu jangan menolak permintaan anak kita " ucap Desi

__ADS_1


" Masih dalam kandungan saja sudah menyusahkan ku apalagi nanti, kamu ga lihat apa pekerjaan ku banyak.. nanti malam ga pulang kamu malah ngomel-ngomel curiga pada ku tapi kamunya sendiri tidak mengerti aku " cibir Bram


" Bukan begitu sayang... Aku hanya ingin maka siang bersama dengan mu.. tidak membutuhkan waktu lama sampai satu jam ko.. "


" Aku bilang simpan saja disana nanti aku makan?? "


" Tapi sayang.. ini permintaan anak kita " ucap Desi menangis


Hormon ibu hamil memang seperti itu, suasana hatinya juga sering berubah-ubah kadang sedih, marah dan kadang senang benar-benar sensitif, hal itu sekarang yang Desi rasakan, ia bahkan menangis tersedu-sedu seperti anak kecil di hadapan Bram membuat Bram semakin kesal.


" Apa dia pura-pura menangis.. ah ngapain aku peduli biarkan saja " batin Bram


" Kenapa kamu tidak mau makan siang dengan ku.. aku hanya minta kamu untuk makan siang saja Setelah itu aku tidak akan menggangu pekerjaan mu lagi " ucap Desi menangis tersedu-sedu


" Merepotkan sekali dia.. aku tidak suka dia manja-manja begitu, tapi kalau aku tidak memakan makanannya dia akan terus menggangu ku saja.. jadi aku tidak bisa bertemu dengan Bela " batin Bram


" Ia Bram... " Ucapnya masih meneteskan air matanya


Bram segera menghampiri Desi lalu duduk di sampingnya, Desi melihat hal itu merasa senang, ia langsung menghapus air matanya lalu tersenyum pada Bram. Dan menyiapkan makan yang ia bawa.


" Dasar aneh, tadi menangis sekarang tersenyum sendiri.. apa dia memang bersandiwara barusan.. akh sial dia memang sangat merepotkan " batin Bram


" Akhirnya ayahmu luluh juga nak.. kita harus buat ayahmu semakin mencintai mu dan kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia " batin Desi sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.


Dengan terpaksa Bram memakan makanan yang di bawa oleh Desi, ia yakin jika makanan yang di bawa ini adalah makanan buatan ibunya karena ia hafal sekali makanan buatan ibunya sendiri.


" Bagaimana Enak?? " Tanya Desi dengan wajah penasaran

__ADS_1


" Enak " ucapan Bram singkat


" Itu aku yang buat loh " ucap Desi dengan antusias


" Tapi aku kira ini buatan ibuku, rasanya persis seperti yang selalu ibuku buat " ucap Bram mampu membuat Desi terdiam karena yang di ucapkan oleh Bram memang benar. Karena sang mertuanya menemuinya di apartemen lalu memberikan makanan ini.


Awalnya Desi berbohong pada Bram karena ingin membuat Bram memujinya tapi ternyata kebohongan itu malah di ketahui oleh Bram sungguh malu Desi saat ini.


" Besok kalau kamu mau aku terus makan siang bersama ku pastikan jika itu hasil masakanmu sendiri bukan membeli atau di buatkan oleh lain " cibir Bram


" Baiklah.. " ucap Desi sambil tersenyum


" Semangat Desi, Bram sudah mau memakan masakan buatan mu juga sudah ada kemajuan, berarti Bram ingin aku memasakan nya setiap hari.. kata orang dari perut turun kehati.. apa Bram mencoba untuk mencintai ku atau lama kelamaan Bram juga pasti akan mencintai ku " batin Desi


" Aku ingin dia memasak agar dia sibuk dan kelelahan, aku tahu dia tidak pandai masak " batin Bram


Bram hanya memakan separuh dari masakan yang Desi buat, sedangkan Desi tampak menghabiskan makanannya karena sejak pagi dia belum makan, ia menunggu Bram tapi Bram tidak sarapan bersama dia.


Setelah Desi selesai memakan makanannya ia pamit pada Bram, sesuai janjinya ia segera meninggalkan kantor Bram dengan perasaan senang bahkan di depan Bela ia tersenyum tidak seperti biasanya.


" Kenapa dia tersenyum padaku.. apa yang di lakukan di ruangan Bram, apa dia berhasil merebut hatinya Bram.. bisa gagal rencana ku menghasut Bram " batin Bela


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2