
Bela dan Bram semakin akrab, mereka mengobrol sambil makan malam, ditemani oleh bintang-bintang membuat kedunya nyaman dan melupakan sejenak masalah mereka terutama Bram.
" Bagaimana enak makanannya?? " Tanya Bram
" Enak-enak kak, aku suka.. udaranya juga seger banget dan banyak bintang-bintang.. " ucap Bela bersemangat
" Terima kasih ya Bel.. "
" Terima kasih untuk apa kak?? " Tanya Bela
" Kamu sudah mau menemani ku makan kesini dan aku bisa melupakan masalahku sejenak untuk kali ini "
" Kakak jangan khawatir, aku sudah anggap kak Bram sebagai kakak ku jadi memang seharusnya aku menemani dan menghibur kakak disaat kakak seperti ini "
" Makasih ya Bel, aku merasa nyaman saat bersama dengan mu "
" Sama-sama kak "
Tak lama kemudian suara dering handphone berbunyi tanda seseorang menghubunginya, Bram melihat jika yang menghubunginya itu adalah wanita yang saat ini tidak ingin ia temui. Bela bisa menebak hal itu.
" Pasti itu dari Nenek sihir.. aku akan membuat Bram tidak pulang dan bersama dengan ku malam ini " batin Bela
" Ngapain sih dia gangu acara makan malam ku bersama dengan Bela saja " batin Bram
" Kenapa tidak diangkat kak?? " ucap Bela pura-pura tidak tahu itu dari Desi
" Kamu lihat sumber masalah ku malah menghubungi ku, benar-benar malas aku mengangkatnya.. dia sudah membuat hidupku benar-benar hancur dan berantakan " ucap Bram dengan nada kesal
" Maksudnya Kakak itu telepon dari Desi?? "
" Iya, dia sumber masalah ku itu Desi, siapa lagi kalau bukan dia!! "
" Astaga kak jangan begitu, Desi istri kakak dia sekarang sedang mengandung anak kakak, tidak seharusnya kakak seperti itu, lebih baik kakak angkat teleponnya siapa tahu ada hal yang penting "
__ADS_1
" Tidak akan aku angkat.. aku tidak mau satu apartemen dengan dia?? "
" Kenapa kakak begitu membencinya.. ?? " Tanya Bela pura-pura tidak tahu
" Lihat ini " ucap Bram memberikan handphonenya lalu memperlihatkan cctv yang di kirim entah dari siapa padahal itu dari Bela sendiri.
" Astaga.. " Bela langsung pura-pura kaget dan menutup mulutnya dengan tangan, ia melotot lalu melihat kearah Bram, ia pura-pura tidak menyangka jika dugaanya selama ini memang benar.
" Apa ini benar-benar kelakuan Desi, aku benar-benar tidak menyangka dia seperti itu.. jadi benar gara-gara kak Sintia meninggal, kenapa dia jahat kak.. " ucap Bela pura-pura sedih
" Jadi kamu jangan bersikap baik lagi padanya, dia duluan yang jahat pada Kita, kita boleh balas dia, kita harus jahat juga padanya " ucap Bram
" Lalu kita harus bagaimana kak.. kenapa dia jahat sekali pada ku, padahal aku selalu sabar padanya selama ini " ucap Bela pura-pura baik
" Aku juga tidak tahu.. aku jadi malas pulang ke apartemen " ucapnya
" Lalu kakak mau pulang kemana?? "
" Entahlah.. "
" Yang kamu katakan itu memang benar, kita harus memberi Desi pelajaran!! " ucap Bram sambil tersenyum
" Eh, ko ka Bram malah mendukung ide jahat aku.. harusnya cegah dong kak " ucap Bela pura-pura polos
" Ga papah kita jahat pada orang jahat ini tidak akan dosa.. jadi apa ide jahat mu itu coba katakan padaku?? " ucap Bram sambil tersenyum
" Desi sekarang sudah tinggal bersama dengan kak Bram, bagaimana kalau urusan pekerjaan rumah biar Desi yang kerjakan tanpa bantuan pembantu.. " ucap Bela
" Masa begitu saja.. ga seru.. " ucap Bram
" Kalau masalah itu mending kak Bram aja yang pukirakan, kalau aku baca di novel-novel sih ada pernikahan kontak gitu, nah di sana ada poin-poin yang harus di lakukan oleh kedua pihak, nanti kakak bisa tuliskan poin-poin itu, nanti kakak suruh Desi tanda tangani itu?? Bagaimana ?? " Ucap Bela sambil tersenyum
" Kamu kebanyakan baca novel, tapi ide kamu sangat bagus.. akan aku akan pikirkan poin-poin yang bisa membuat Desi tersiksa dan tidak mencampuri urusan ku " ucap Bram
__ADS_1
" Kenapa sih Bram, kamu gampang sekali aku hasut.. kalau begini terus aku akan menang dari Desi karena selangkah demi selangkah kamu akan menuruti keinginan ku untuk berbuat jahat pada Desi tanpa aku yang capek-capek melawan Desi, karena Desi akan lebih sakit hati jika orang yang dia cintai malah menyakitinya" batin Bela
" Bela benar-benar memecahkan masalahku.. kenapa hatiku berdebar saat melihat senyuman Bela.. masa ia aku suka sama Bela.. tapi dia cantik, baik dan bisa membuatku nyaman disampingnya " batin Bram
" Oh ia kak, apa kak Bram masih kesal marah dan marah saat ini " tanya Bela
" Masih.. tapi tidak telalu marah seperti tadi, ini berkat kamu.. "
" Ko aku ka.. "
" Karena kamu berada di samping ku dari tadi, kamu juga tahu bagaimana menghibur ku dan menemukan ide yang bagus untuk membalas perbuatan Desi pada kita "
" Kakak bisa saja "
" Kakak Serius Bel " ucap Bram sambil tersenyum
" Oh ia kak.. Bagaimana kalau kita karaokean, dengan bernyanyi kita bisa melupakan masalah yang kita hadapi, melepaskan semua beban di hati " ucap Bela memberikan ide yang bagus
" Aku setuju.. ayo kita kesana "
" Kemana?? " Tanya Bela
" Tempat karoke punya teman ku tak jauh dari sini " ucapnya sambil tersenyum
" Baiklah "
Mereka langsung pergi dari sana menuju tempat karoke yang tidak jauh dari sana. Bram memesan tempat VVIP pada temanya itu.
" Aku berhasil membuat Bram semakin membenci Desi.. lihat saja Desi pembalasan ku baru saja di mulai " batin Bela
.
.
__ADS_1
Bersambung...