Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Perasaan Aneh Bram


__ADS_3

Bela kembali duduk di sofa bersama dengan Bram, kotak makan itu Bela buka kembali karena Bram masih ingin mencicipi makanan yang ia bawakan, tak lama kemudian Deon masuk kedalam ruangan Bram dan memberikan laporan jika Desi sudah benar-benar di usir dari kantor ini.


" Desi sudah pergi jauh-jauh dari kantor ini " ucap Deon membuat Bram tersenyum senang.


" Bagus kalau begitu, oh ia Deon sekarang kamu belikan baju di butik untuk Bela.. bajunya basah karena Desi barusan " titah Bram


" Kak Bram tidak usah, kalau boleh aku pakai kemeja punya kakak saja, kalau aku menunggu Kak Deon membelikan baju bisa-bisa akan terlambat pergi ke kampus!! " ucap Bela


" Baiklah, Deon akan menyiapkannya sekarang "


" Terima kasih Kak "


Deon segera pergi dari ruangan itu, ia mencari pakaian Bram yang selalu di simpan di mobilnya sebagai baju cadangan yang selalu ia siapkan. Sementara diruangan Bram tampak Bela dan Bram yang sama-sama diam, Bram merasa canggung karena sikapnya barusan yang sudah memeluk Bela dari belakang.


" Kenapa rasanya canggung seperti ini " batin Bram


" Oh ia Bela kenapa makanan yang satu lagi tidak di makan? " Tanya Bram agar tidak terlalu canggung diantara mereka.


" Sebenernya aku mau makan siang dengan mu Bram tapi aku sudah tidak berselera karena kamu barusan memelukku " batin Bela


" Oh ia kak, sebenarnya aku mau kasih kotak bekal ini pada Asisten Kakak.. Kak Deon " ucap Bela sambil tersenyum


" Deon??, Kenapa kamu perhatian padanya.. maksudnya memberikan kotak bekal juga pada Deon, apa jangan-jangan kamu Suka sama Dia?? " Tanya Bram penasaran.


Bram tidak menyangkan jika Bela menyukai sosok Deon membuat hatinya kesal saja, entah mengapa?? tapi ia tidak mungkin berbicara apa yang ia rasakan pada Bela. Sementara Bela pura-pura menyukai Deon agar tidak terlalu canggung dengan Bram dan dia juga bisa semakin dekat dengan Bram.


Bela tidak mau jika ada rasa lain pada Bram karena niat awalnya memang mendekati Bram hanya ingin membalas dendam bukan untuk membuat Bram jatuh cinta padanya.


" Walaupun rasanya aneh, tapi aku harus pura-pura suka sama Deon, ya benar Suka sama Deon saja, agar Bram tidak bisa seenaknya seperti tadi, ingat Bela benci kamu pada Bram... " Batin Bela

__ADS_1


" Sial kenapa Bela harus suka sama Deon, memangnya Deon lebih ganteng dari aku apa??, apa Bela tidak tertarik dengan laki-laki seorang CEO tampan seperti aku " batin Bram


" Sebenernya aku suka sama Kak Deon sejak pertama kali bertemu, dia tampan dan baik.. " ucap Bela sambil tersenyum


" Kalau cuma tampan dan baik laki-laki lain juga banyak tampan dan baik " ucap Bram merasa kesal sendiri


" Aku juga ga tahu kak, yang jelas aku suka melihat Kak Deon entah kenapa?? " ucap Bela


" Apa yang menarik dari diri Deon..lebih ganteng aku dibandingkan dia " batin Bram


" Oh ia ka, Kak Deon suka makanan apa, biar aku masakin untuknya? " Tanya Bela


Ingin rasanya Bram marah pada Bela karena terus menerus membicarakan Deon di depannya, tapi ia juga tak mungkin marah pada Bela, ia takut jika Bela akan menjauhinya kalau tahu dia punya perasaan aneh pada Bela.


" Dia suka makanan yang pedas-pedas " ucap Sinis Bela


" Tidak bisa, Deon sibuk akhir-akhir ini.. jadi dia harus lembur dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya "


" Ya sudah kapan-kapan saja aku akan mengajak Kak Deon makan malamnya.. aku harap kak Bram bisa mendekatkan aku dengan Kak Deon "


" Mana mungkin aku jawab tidak mau, nanti Bela malah curigadan berpikir yang tidak-tidak, dengan terpaksa aku bilang ok " batin Bram


" Baiklah " ucap Bram sambil tersenyum dipaksakan


Deon datang ke ruangan Bram sambil membawa kemeja putih milik Bram, sambil tersenyum ia langsung memberikannya pada Bela.


" Ini bajunya, mau ganti di toilet?? biar saya antarkan " ucap Deon


" Kamu ganti saja di toilet yang ada di ruangan Ku.. sebeleh sana " tunjuk Bram

__ADS_1


" Baiklah " ucap Bela melangkah pergi menuju kamar mandi milik Bram.


" Harusnya ini bisa membuat aku seksi di mata Bram... " Batin Bela


Kini Bela sudah berganti pakaiannya, ia langsung keluar dan menghampiri Deon dan Bram yang sedang memakan makanan dari Bela.


" Kak Bram ternyata Bajunya kelonggaran " ucap Bela sambil tersenyum


Deon dan Bram langsung melihat kearah Bela, ia tidak menyangka jika pakaian yang di paka Bela malah membuatnya terlihat cantik dan seksi, Deon juga mengangumi kecantikan Bela saat ini.


" Cantik " ucap Deon tanpa berkedip melihat Bela


" Jaga matamu, mau aku congkel matamu " ucap Bram dengan kesal


" Astaga " ucap Deon menutup mulutnya dengan tangannya


" Kenapa Bela malah terlihat cantik dan seksi, rasanya aku tidak rela jika Bela di lihat oleh laki-laki lain termasuk Deon " batin Bram


" Astaga ternyata Bela cantik juga ya, ko aku baru tahu sekarang.. kenapa lagi Bram sampai sewot begitu " batin Deon


" Sepertinya Rencana ku berhasil buktinya mereka terpana melihat ku " batin Bela


" Bagaimana penampilan ku " ucap Bela


" Cantik " ucap mereka bersamaan


Bram menatap tajam pada Deon, dia tidak suka dengan tatapan yang Deon berikan pada Bela, sementara Bela hanya tersenyum manis padaDeon hal itu juga yang membuat Bram kesal sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2