
Keesokan harinya,,
Bela menginap di apartemen milik Candra karena apartemen yang ia tempati di penuhi oleh para wartawan yang ingin mengetahui lebih lanjut hubungan dirinya dan Bram.
Bela sengaja tidak mengaktifkan handphonenya, ia tidak mau di gangu saat ini. Ia ingin menenangkan dirinya karena banyak orang yang menghujat dan memberitakan jelek-jelek tentang dirinya.
Tok... Tok... Tok...
" Bel, bangun aku sudah siapkan sarapan untuk mu " ucap Candra mengetuk pintu kamar yang di tempati Bela.
Dari kemarin Candra memang selalu sibuk menyiapkan semua keperluan Bela termasuk makanan yang sehat untuknya dan calon anak dalam kandungan Bela, ia juga selalu membuatkan Bela susu ibu hamil. Andai yang melakukan hal itu adalah Bram suaminya sendiri pasti hatinya akan senang Apalagi sudah lama Bram tidak perhatian pada dirinya.
Bela bangun dari tempat tidur ia segera mandi agar tubuhnya lebih segar apalagi Bela sering merasakan kepanasan mungkin karena kandungannya yang membesar.
" Kamu tidak pergi ke kantor ?? " Tanya Bela sambil duduk di kursi makan, ia bingung karena Candra masih menggunakan pakaian santainya
" Hari ini aku cuti, mau menjaga kamu seharian ini " ucapnya sambil tersenyum
" Astaga Candra kamu tidak harus seperti itu padaku, aku bisa menjaga diri sendiri.. sebaiknya kamu pergi saja ke kantor, lagian hari ini aku ada kelas senam ibu hamil " ucapnya
" Kalau begitu aku yang temani " ucap Candra
__ADS_1
" Tidak usah.. "
" Aku sudah berjanji pada ayah untuk menjagamu.. aku ikut ya, aku janji tidak akan menggangu mu " ucapnya dengan wajah memelas
" Baiklah.. " Bela mengalah dari pada ribut masalah ini
Bela memakan makanannya dengan semangat, nafsu makannya selelu bertambah apalagi makanan yang di hidangkan Candra adalah makanan yang ia sukai. Candra benar-benar menjadi suami idaman untuk para wanita saat ini.
Setelah selesai makan, mereka segera pergi menuju rumah sakit di mana Bela selalu rutin melakukan senam ibu hamil seperti yang di anjurkan dokter agar mempermudah jalan keluar bayi Meskipun selama ini ia tidak di temani Suaminya sendiri.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk sampai ke rumah sakit. Bela dan Candra segera turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah sakit. Ruangan khusus untuk ibu hamil berada di lantai satu.
Bela ingin segera masuk namun salah satu ibu hamil yang kenal Bela segera menyapanya meskipun dengan tatapan tajam apalagi melihat sosok laki-laki yang mengantarkan Bela sekarang.
" Dokter Imel menyarankan saya untuk terus mengikuti kelas senam ini " ucap Bela dengan senyuman yang di paksakan
" Oh ia Bu, jadi ini suami ibu.. aku kira berita yang beredar itu benar.. ah ternyata berita palsu " ucapnya sambil melihat wajah Candra
Bela tidak ingin mengiyakan atau membantah pertanyaan ibu-ibu yang rempong satu ini, ia cukup tersenyum dan pergi dari sana, ia tidak mau meladeni ucapannya.
Candra bingung karena ia di sebut suaminya Bela, apa selama ini Bram tidak pernah menemani Bela ke rumah sakit, bagaimana kehidupan rumah tangga Bela sebenarnya?? Terlalu banyak hal yang Bela sembunyikan selama ini darinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Bram dan Desi muncul, Candra melihat bagaimana Bram lebih perhatian pada Desi di bandingkan dengan adiknya. Apa memang yang di bicarakan ibunya benar jika Bram pasti lebih memilih Desi di bandingkan Bela, lalu untuk apa Bela bertahan dengan orang yang jelas-jelas selalu menyakitinya.
" Sayang, aku masuk ke dalam dulu ya " ucap Desi sambil tersenyum
" Ok... Aku tunggu kamu disini " ucap Bram dengan sikap dinginnya
Desi masuk kedalam kelas, sedangkan Candra muncul di hadapan Bram, saat itu Bram benar-benar kaget dengan kemunculannya, Bram menduga jika Bela pasti ada di dalam dan Candra sedang menunggu Bela.
Satu pukulan mendarat di pipi Bram, Candra melampiaskan kemarahan dan rasa kecewanya pada Bram, saat ini ia di liputi oleh emosi pada sosok Bram yang telah menghancurkan hidup adiknya itu.
" Sialan.. " ucap Candra memukul kembali pipi Bram hingga Bram jatuh ke lantai
" Kamu laki-laki brengsek.. gara-gara kamu sekarang hidup Bela hancur.." ucap Candra memaki Bram
" Apa-apaan ini.. " ucap Bram yang tak kalah kesal dan marah bukan karena ia di pukul pipi oleh Candra tapi karena kehadiran Candra yang mengantar Bela, apalagi sejak kemarin handphone Bela tidak aktif membuat dirinya tidak bisa tidur.
" Ceraikan Bela... Pergi saja dengan istri mu itu.. jangan dekati dia, pergi jauh dari hidupnya " ucap Candra
" Aku ceraikan Bela, itu tidak mungkin... " Ucap Bram memegang sudut bibirnya yang berdarah
" Dasar laki-laki brengsek tidak cukup kamu menyakiti Bela " ucap Candra memukul kembali Bram
__ADS_1
Tampak keduanya baku hantam di depan kelas senam dan di saksikan banyak orang, karena kelas senam itu kedap suara sehingga mereka tidak menyadari ada keributan di luar sana.
Bersambung...