Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Desi Sadar


__ADS_3

Tiga hari kemudian,,


Bela sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, ia di beritahukan oleh Lily jika hasil tes DNA Bram dan anak Desi sudah keluar, ia segera memesan taksi online untuk mengantarkan dirinya pergi ke rumah sakit.


Saat ini Bela masih tinggal di apartemen milik Candra sendirian karena Candra memilih pulang kerumah sang ibu. Ia segera duduk ruang makan mengambil Susu yang sudah di siapkan Candra.


Candra setiap pagi selalu menyiapkan sarapan untuknya, meskipun Bela selalu menolaknya tapi ia juga tidak tega jika sarapan yang sudah di buat Candra tidak ia makan.


" Mau kemana Kamu sudah rapi ? " Tanya Candra


" Aku mau kerumah sakit, Kata Lily hasil tes DNA milik Bram sudah keluar " jawabnya


" Aku temani?? "


" Tidak usah, ini urusan aku dan Bram aku tidak ingin melibatkan mu " jawabnya


" Tapi Bel, aku takut terjadi sesuatu padamu.. "


" Itu hanya pikiran mu saja, semua akan baik-baik saja " ucap Bela sambil tersenyum


" Baiklah, tapi kalau terjadi sesuatu pada Mu cepat beritahu aku " ucap Candra sambil tersenyum


" Baiklah.. aku pamit " ucap Bela mengambil satu potong roti


" Habisakan dulu makanan mu " ucap Candra namun Bela langsung pergi dari sana


Bela segera naik kedalam taksi dengan senyuman di wajahnya ia menyuruh supir taksi tersebut untuk segera pergi ke rumah sakit. Ia tidak sabar ingin melihat hasil tes DNA.


" Mungkin hari ini adalah hari kemenangan ku " batin Bela bersemangat.

__ADS_1


.


.


Hal yang menggembirakan datang dari Rumah sakit tempat Desi di rawat karena Desi kini sudah sadar dari koma setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Hal itu tentu membuat Bu Jeni dan Bram senang dan bahagia.


" Desi bagaimana keadaan mu?? " Tanya Bu Jeni sambil tersenyum


" Aku baik-baik saja mah... " Jawabnya sambil tersenyum


" Aku panggil dulu dokter " ucap Bram langsung pergi dari sana sedangkan Bu Jeni langsung memeluk Desi


" Kamu tahu, Bram selama tiga hari ini terus disini menemanimu bahkan dia tidak pernah meninggalkan ruangan mu sama sekali " ucap Bu Jeni


" Apa Bram sudah mencintai ku mah?? "


" Tentu saja, mamah yakin Bram pasti mencintai mu apalagi kamu sudah memberikan dia anak laki-laki, calon penerus masa depannya " ucap Bu Jeni


" Cucuku masih harus mendapatkan perawatan intensif, tapi kamu tenang saja.. mamah akan membuat anak itu kembali sehat dan bisa berkumpul dengan kita berapapun biayanya "


" Terima kasih Mah.. "


" Jangan sungkan dia kan cucuku juga " ucapnya penuh percaya diri


" Semoga saja Mamah Jeni dan Bram tidak mengungkit soal tes DNA lagi " batin Desi


Tak lama kemudian Dokter datang bersama dengan suster, mereka segera memeriksakan keadaan Desi. Bu Jeni tampak memperhatikan para suster dan dokter yang sedang memeriksa keadaan Desi.


" Dok bagaimana keadaan menantu saya?? "

__ADS_1


" Alhamdulillah keadaan Nona Desi sudah membaik, nyonya tidak usah khawatir " ucap sang dokter sambil tersenyum


" Syukurlah kalau begitu dok "


" Namun Nona Desi harus banyak-banyak istirahat, kalau ada keluhan apapun segera beritahu saya "


" Baik Dok "


" Dok suami saya kemana ya?? " Tanya Desi bingung karena tidak melihat kehadiran Bram bersama dengan dokter dan suster


" Tuan Bram sedang pergi ke laboratorium untuk mengambil hasil tes DNA dirinya dan putra nona " ucap sang dokter membuat Desi melotot


" Tes DNA.. "


Bagaimana tersambung petir di siang hari karena ia tidak menyangka jika bram melakukan tes DNA tanpa ijin darinya bahkan ia tidak mengetahui apapun soal ini, ada rasa ketakutan yang menghinggapi perasaan Desi saat ini.


" Mah.. ada apa ini?? Kenapa Bram bisa melakukan hal ini.. apa kalian meragukan anak yang aku lahirkan " ucapnya sambil meneteskan air mata


Kali ini Desi harus pura-pura terlihat sedih agar sang mertua merasa iba dan bersalah padanya apalagi saat ini ia merasa menang karena ia sudah berhasil melahirkan anak laki-laki yang selau di inginkan oleh mertuanya itu.


" Kalian masih tidak percaya padaku, pada anak ku?? setelah kalian melihat sendiri bagaimana perjuangan ku untuk melahirkan seorang putra.. aku bahkan sampai koma tiga hari dan aku juga tidak mempedulikan rasa sakit ku.. tapi kalian malah meragukan ku begini.. kalian jahat padaku " ucap Desi sambil menangis


" Bukan begitu nak.. "


" Lalu apa mah.. apa karena Bela juga mengandung anak Bram?? Apa mamah tidak mengerti bagaimana perasaan ku saat tau perselingkuhan mereka.. aku mencoba memaafkan Bram aku bahkan tidak marah sama sekali pada Bram.. "


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2