Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Sekretaris Bram


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Bela pagi-pagi sekali sudah bersiap-siap untuk segera pergi ke kantor Bram, hari ini hari pertama kalinya dia magang di sana. Dengan menggunakan pakaian kemeja putih dan rok hitam rambut Bela pun terurai indah hari ini ia sengaja berdandan dan memakai make up tipis agar memberikan kesan bagus di hati pertama dia magang.


Dia juga sengaja memakai mobilnya untuk pergi kantor tujuannya agar cepat sampai disana. Setelah dia sampai disana ia segera menuju resepsionis dia suruh menunggu di loba yang sudah di sediakan sofa tempat tamu menunggu disana.


" Pagi?? " sapa Bela pada seorang resepsionis


" Nona??? aku senang akhirnya nona bisa mangang disini " ucapnya


" Aku juga senang.. terima kasih ya atas bantuan mu ? " ucap Bela sambil tersenyum


" Sama-sama Nona.. " ucapnya tersenyum ramah


Tak lama kemudian sosok yang sebenarnya tidak ingin Bela temui malah bertemu disana, meskipun sedikit canggung namun Bela tampak ramah dan menyapanya terlebih dahulu.


" Kenapa harus bertemu dengan Bram saat pagi-pagi begini... aku harus bersikap baik sama dia " batin Bela


" Pagi " ucap Bela sambil tersenyum


" Pagi?? Bela, kenapa kamu ada disini " tanya Bram bingung karena penampilan Bela yang berbeda dan sopan hingga Bram melihatnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


" Bela terlihat cantik, tapi kenapa penampilannya seperti ini.. ada apa ini?? kenapa aku tidak tahu.. apa Bela berkerja di perusahaan ku " batin Bram


" Pagi " sapa Deon


" Pagi Juga ka Deon " sapa Bela


" Bela sangat cantik hari ini.. seperti bukan dia karena penampilannya sangat berbeda dengan kemarin-kemarin.. " batin Deon


Deon juga tampak tersenyum pada Bela, sungguh pagi-pagi sudah di pertemuan mereka tapi seseorang datang menghampiri mereka memecah kecanggungan diantara mereka.


" Pagi Tuan Bram " sapanya


" Pagi "


" Apa anda yang bernama Nona Bela "


" Ia saya sendiri " ucap Bela sambil tersenyum

__ADS_1


" Mari silahkan ikut saya " ucapnya membawa Bela ke ruangannya.


Sementara Bram tampak memandang Deon dengan tatapaj curiga, Bram yakin jika Deon tahu apa yang sebenarnya terjadi " bisa kamu jelaskan semua ini ?? "


" Saya akan jelaskan nanti di ruangan anda Tuan " ucap Deon sambil tersenyum


" Apa yang di sembunyikan oleh Deon?? berani-beraninya dia main rahasia-rahasia dengan aku di kantor ku sendiri " batin Bram


" Aku lupa jika hari ini adalah hari pertama Bela magang di kantor ini, dan aku belum sempat memberitahu hal ini pada Bram " batin Deon


" Baiklah "


Mereka segera menuju ruangan Bram, tampak Bram duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan penasaran dan Deon kini duduk didepan sang majikannya itu.


" Bela magang di sini ?? " Ucap Deon tanpa basa basi


" Apa?? Kenapa aku tidak tahu ?? " Tentu saja hal itu membuat Bram kesal, apalagi ini menyangkut Bela.


" Bela ingin merahasiakan ini sama kamu, dia bilang ingin di terima magang di perusahaan ini karena kemampuannya bukan karena ada kamu disini.. mungkin karena ucapan kemarin Desi padanya " ucap Deon menduga-duga


" Kamu benar, Desi sudah keterlaluan waktu itu, Bela pasti sedih, tapi jangan khawatir karena hari ini adalah sidang perceraian ku dengan dia, semoga aku benar-benar bisa lepas dari dia "


" Kamu pindahkan Bela jadi sekretaris ku.. posisi itu kan masih kosong " ucap Bram


" Apa Bela mau?? " Deon tampak bingung


" Terserah bagaimana kamu membujuknya, mau tidak mau kamu harus bisa membuat Bela mau jadi Sekretaris ku " ucap Bram memaksa


" Akan ku coba "


" Melihat Bela kemarin saja dekat dengan lelaki yang bernama Candra saja hatiku kesal dan tak rela apalagi sekarang, aku takut nanti karyawan laki-laki banyak yang mendekati Bela, dia kan Cantik " batin Bram


" Kalau Bela jadi sekretaris Bram, aku akan lebih leluasa mendekatinya.. ini bagus untuk masa depanku bersama dengan Bela " batin Deon


Deon melangkah pergi dari kantor Bram menuju ruang kepegawaian untuk mengatur Bela jadi sekretaris Bram sesuai dengan keinginan majikannya, ini juga bagus untuk Deon lebih dekat dengan Bela karena ternyata Deon juga diam-diam menyukai Bela.


Tok... Tok...


" Masuk "

__ADS_1


" Selamat pagi Bu Lala " sapanya


" Selamat pagi Pak Deon, apa ada yang bisa saya bantu?? "


" Begini Bu Lala sekarang Tuan Bram sedang membutuhkan seorang sekretaris, bagaimana kalau karyawan magang ini yang akan menjadi sekretaris untuk Tuan Bram ? " Tanya Deon


" Saya menolak Pa " ucap Bela protes pada Deon


" Kenapa Bela?? " ucap Lala


" Saya magang disini untuk menjadi asisten keuangan disini bukan menjadi sekretaris, saya tidak bisa karena saya tidak punya pengalaman akan hal itu " ucap Bela pura-pura menolak


" Yes, tanpa aku harus bicara sama Bram, ternyata aku bisa jadi sekretaris Bram, itu juga yang di lakukan Desi dulu kan?? Aku akan bongkar kebusukkan mu Desi dan kamu harus berpisah dengan Bram" batin Bela


" kamu tenang saja Bela, nanti aku akan mengajarimu " ucap Deon


" Tapi Pa.. " ucap Bela terpotong


" Maaf Bela, karena kamu hanya mangang disini kamu tidak bisa menolak pekerjaan ini " ucap Lala


" Baik Bu.. maafkan saya " ucap Bela


" Akhirnya Bela mau dan Ternyata Tuhan memudahkan jalan aku supaya lebih dekat dengan Bela " batin Deon


" Bela, mulai hari ini kamu akan menjadi sekretaris Tuan Bram, jika ada hal yang tidak kamu mengerti kamu bisa menanyakannya pada Pak Deon "


" Baik Bu "


" Kalau begitu kami permisi Bu "


" Silahkan "


" Ayo Bela ikut saya " ucap Deon sambil tersenyum


Bela langsung mengikuti langkah Deon menuju ruangan Bram, sepanjang perjalanan ia tampak menanyakan pekerjaan apa saya yang harus ia kerjakan. Deon tampak menjelaskan sedikit pekerjaan Bela karena lebih detailnya ia akan praktekan sendiri agar Bela lebih paham akan semua pekerjaannya.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2