Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Terbongkar


__ADS_3

Bram kini sudah berada di dalam ruangan Desi, ia menatap tajam pada Desi, raut wajahnya sangat marah, Desi yang menyadari akan hal itu berpura-pura kesakitan kembali agar bisa meredamkan amarah Bram.


" Sial, sepertinya Bram sudah tahu hasil tes DNA itu.. apa yang harus aku lakukan " batin Desi


" Sayang, perutku sakit lagi.. " ucap Desi agar Bram merasa iba padanya


" Bram ayo cepat panggil Dokter kembali, kasihan Desi " titah sang mamah


" Jangan berpura-pura lagi di depan ku, aku tidak akan tertipu lagi oleh mu.. " bentaknya


" Apa maksud mu Bram.. "


" Bagaimana ini Bram benar-benar marah padaku, apa Bram sudah membaca hasil tes DNA itu, apa hasilnya menunjukan jika anak dalam kandungan ku bukan anak Bram " batin Desi


" Ternyata anak dalam kandungan Desi bukan anak ku mah.. " lirihnya dengan nada marah


" Ini tidak mungkin Bram.. kamu jangan bercanda atau semua ini ulah wanita ular itu " ucap Bu Jeni dengan nada marah menyalahkan Bela


" Ia Bram semua itu tidak benar, anak itu anak kita, kamu jangan percaya begitu saja " ucap Desi sambil menangis


" Jangan selalu menyalahkan Bela, coba Lihat hasil tes DNA ini.. kamu sudah tidak bisa mengelak lagi Desi.. " ucap Bram


" Jadi anak dalam kandungan Desi bukan anak mu " ucap Bu Jeni kaget


" Jawab dengan jujur kenapa kamu lakukan itu padaku.. Kenapa kamu menipuku selama ini " bentak Bram lagi


" Aku lakukan itu semua karena aku sangat mencintaimu " ucap Desi masih menangis

__ADS_1


" Ini tidak mungkin.. " ucap Bu Jeni masih belum menerima kenyataannya


" Bulsit, Mencintai ku kamu bilang.. bahkan kamu tidur dengan laki-laki lain kamu bilang semua itu karena mencintai ku.. " ucap marah Bram


" Karena kamu tidak pernah memperdulikan aku, bahkan selama kita menikah kamu belum pernah menyentuh ku sama sekali sedangkan aku tidak ingin kamu bersama dengan Bela, jika aku bisa melahirkan anak laki-laki itu pasti akan membuat kamu dan keluarga mu bahagia " ucap Desi


" Aku memang menginginkan cucu laki-laki tapi darah daging Bram bukan hasil dari laki-laki lain Desi.. " bentak Bu Jeni lalu menampar Desi


" Mah maafkan aku... "


" Kenapa kamu tega bohongi saya, selama ini saya selalu menyayangi kamu tapi ini balasan dari mu.. Aku tak Sudi jadi ibu mertua mu lagi.. " ucap Bu Jeni sambil menangis


" Mah.. tolong maafkan aku.. "


" Mulai sekarang aku talak kamu, surat perceraiannya akan segera aku urus segera.. " ucap Bram ia hendak keluar dari ruangan Desi ternyata seseorang datang.


" Bram tunggu jangan pergi, aku tidak mau bercerai dengan kamu?? maafkan aku Bram " ucap Desi memegang tangan Bram


" Desi.. " panggilnya


" James.. " ucap Desi kaget


" Kenapa dia ada disini, dari mana dia tahu keberadaan ku... Padahal aku selalu menghindarinya " batin Desi


" Oh jadi kamu laki-laki yang sudah menghamili istriku.. " ucap Bram langsung memukul wajah James, Bu Jeni segera membawa Bram dari ruangan Desi namun Bram menghentikan langkahnya.


" Bram... " teriakan sang mamah kaget lalu segera menahan Bram agar dia tidak memukul laki-laki yang barusan menghampiri Desi

__ADS_1


" Bram tenangkan dirimu.. "


" Ambil Desi, dia sudah bukan istriku lagi.. kami akan segera bercerai secepatnya " ucap Bram langsung keluar dari ruangan Desi


" Bram tunggu... Bram jangan tinggalkan aku, Bram.. Bram.. " ucap Desi sambil menangis


" Desi bagaimana keadaan mu.. lalu bagaimana keadaan anak kita?? " tanya James, ia tidak memperdulikan darah yang mengalir di sudut bibirnya


" Dari mana kamu tahu kalau aku hamil?? Siapa yang memberitahumu keberadaan ku disini?? " Tanya Desi


" Aku selalu mencarimu kemana-mana meskipun tidak pernah bertemu dengan mu selama ini, aku melakukannya tanpa pengaman dan aku orang pertama yang melakukan itu dengan mu, aku yakin kamu pasti hamil anak ku.. aku mencintaimu Desi " ucapnya tulus


" Tidak, aku hanya mencintai Bram.. aku tidak mencintai mu "


" Tapi Bram sudah menceraikan mu.. kamu barusan mendengar ucapannya "


" Ini semua gara-gara kamu.. kenapa anak itu harus anak kamu, kenapa anak itu bukan anak Bram.. aku mencintai Bram bukan kamu, kamu jahat gara-gara kamu Bram jadi menceraikan aku.. kamu jahat " ucap Desi sambil menangis


" Maafkan aku Desi, mulai sekarang aku akan bertanggungjawab sepenuhnya padamu.. kita akan hidup bahagia bersama dengan anak kita " ucapnya sambil memeluk Desi, menenangkan Desi yang sedari tadi menangis terus


" Lepaskan aku... Aku mau Bram.. aku cinta Bram " lirihnya


" Meskipun sekarang kamu masih mencintai Bram aku tidak masalah, aku yakin suatu saat nanti aku akan membuat kamu cinta sama aku.. karena aku sangat mencintai mu Desi " batin James


" Bram, aku tidak mau berpisah dengan mu.. bagaimana pun caranya " batin Desi


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2