Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Memasak Untuk Bram


__ADS_3

Malam pun tiba, Bu Jeni segera pamit pada putra dan menantunya itu. Sekarang Desi lebih leluasa mendekati Bram sedangkan Bram sendiri ia senang karena sebentar lagi ia akan menemui Bela.


" Bram, ingat kamu tidak boleh pergi-pergi dari sini apalagi kalau sampai meninggalkan Desi disini sendirian.. kalau terjadi sesuatu dengan Desi cepat hubungi Mamah "


" Baik mah.. lagian aku mau tidur... " Ucap Bram dengan senyuman licik


" Padahal aku mau manja-manja sama kamu Bram.. tapi kasihan juga Bram dari tadi dia menjaga aku seharian.. dia bahkan mengerjakan pekerjaannya dari tadi di sini, biarkan dia tidur saja aku ga mau Bram Kecapean " batin Desi


" Desi kamu cepat tidur jangan begadang, ingat kamu harus cepat pulih agar kondisi anak dalam kandungan mu cepat pulih juga, besok pagi-pagi mamah akan kembali lagi kesini "


" Baik mah.. " ucap Desi sambil tersenyum


Bu Desi sedang pergi menuju mobil yang sudah di tunggu supir dengan buru-buru. Bram pun segera membaringkan tubuhnya di sofa, ketika melihat itu Desi pun mencoba memejamkan matanya agar ia juga tidur seperti yang di lakukan Bram.


Tapi dugannya salah karena setelah Keadaan tampak sepi tidak ada suara apapun di sana, Bram segera membuka matanya lalu memastikan jika Desi benar-benar sudah tidur, ia tidak mau malah menggagalkan rencananya.


Ia mendekati tubuh Desi dan memastikan jika Desi memang sudah tidur agar dia bisa lebih lama bersama dengan Bela, rencana Bram berhasil tenyata Desi benar-benar tidur saat ini. Ia segera pergi dari ruangan itu namun sebelum itu, Bram menyelimuti Guling dengan selimut seakan-akan dirinya yang sedang tertidur pulas.


Ia segera menuju taman yang tak jauh dari sana, melihat sosok wanita yang ia cintai siapa lagi kalau bukan Bela, dia sudah ada disana mungkin menunggunya sedari tadi. ia segera membuka jaket yang ia kenakan lalu memberikannya pada Bela, supaya Bela tidak kedinginan.


" Malam sayangku... "


" Kak Bram.. aku nungguin dari tadi " ucap Bela dengan Kesal


" Maaf ya sayang, Desi lama sekali mau tidurnya.. kamu pasti kedinginan cepat pakai jaket ku " ucap Bram memakaikan jaketnya padatubuh Bela


" Makasih ya kak.. "


" Ayo kita ke apartemen.. aku tidak tega melihat kamu terus-menerus kedinginan seperti ini " ajak Bram


Mereka segera pergi dari sana Menuju apartemen yang di berikan oleh Bram pada Bela. Apartemen itu tak jauh dari rumah sakit dimana Bu Mina berada.


Sesampainya di apartemennya mereka segera masuk kedalam. Tampak apartemen itu bersih dan rapi padahal kemarin apartemen ini berantakan karena setelah selesai acara pernikahan mereka tidak membersihkannya sama sekali.


" Kak.. kenapa apartemen ini jadi bersih dan rapi lagi?? apa ini kakak yang membereskannya " Tanya Bela melihat sekelilingnya

__ADS_1


" Tidak mungkin sayang, mana ada waktu aku.. jadi Aku sengaja memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan tempat tinggal kita.. aku tidak mau kamu cape harus membersihkan apartemen ini " ucap Bram sambil memeluk dari belakang.


" Kakak suami idaman ku sekali.. " puji Bela membuat Bram tersenyum senang


" Apapun untuk mu akan aku lakukan sayang.. " ucap Bram memeluk Bela dari belakang


" Kakak sudah makan belum?? " Tanya Bela


" Aku belum makan, tadi di ruangan Desi mengecek email masuk dan semua pekerjaan ku lainnya " ucap Bram jujur


" Baiklah, kakak tunggu di sini aku akan segera memasak untuk kakak " ucap Bela melepaskan pelukan Bram


" Emangnya kamu bisa memasak?? " ucap Bram mengikuti langkah istrinya dari belakang


" Kakak lupa apa?? Aku kan pemilik Cafe sekaligus koki di Cafe milik ku sendiri.. jadi jangan remehkan aku dalam memasak " ucap Bela bangga


" Baiklah istriku, silahkan masak.. aku akan disini memperhatikan mu saja " ucap Bram duduk di meja depan dapur tempat bela memasak


" Baik Kakak, tunggu sebentar " ucap Bela sambil tersenyum


Bela segera menuju dapur lalu membuka isi kulkasnya, ia kaget karena bahan makanan masih banyak, ia menduga jika Bram memang sudah menyiapkan ini semua. Dengan kemampuannya Bela segera membuat makanan untuk Bram dengan senang hati.


" Bela benar-benar istri yang baik untuk ku, aku beruntung mendapatkan dia.. dia tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya tidak seperti Desi.. kenapa aku jadi mengingat wanita itu.. membuatku kesal saja.. lihat saja Desi aku akan segera menceraikan mu " batin Bram.


Bram tiba-tiba menghampiri Bela dan memeluknya dari belakang lagi, entah mengapa Bram selalu nyaman jika sudah memeluk istrinya itu rasanya tidak mau melepaskannya lagi.


" Kakak, aku belum selesai memasak jadi jangan menggangu ku " protes Bela


" Sayang, aku jadi lapar.. " bisik Bram


" Kakak tunggu sebentar lagi juga matang masakannya "


" Kalau begitu Aku ingin memakan mu saja.. " goda Bram


" Kakak lebih baik duduk saja, nanti makanannya tidak enak, aku harus fokus "

__ADS_1


" Aku tidak peduli mau enak atau tidak asalkan kamu yang masak aku pasti akan memakannya " ucap Bram membuat Bela tersenyum


Bela langsung membawa Bram ke kursi meja makan, Bram di perintahkan untuk dima disana karena sebentar lagi Bela akan menyajikan makanan yang sudah ia masak. Bram hanya tersenyum ketika Bela berubah menjadi galak, rasanya gemas melihat istrinya memarahinya.


" Sudah kakak diam saja disini, ingat jangan kemana-mana, aku akan bawa makanannya " ucap Bela sambil tersenyum kembali


" Aku akan membantumu membawakan makanan itu, aku takut tangan mu kena panas "


" Tidak kak, pokonya kakak diam saja disini.. " ucap Bela melangkah pergi menuju dapur


Setelah Bela menyelesaikan memasaknya ia segera membawa makanannya kehadapan Bram, tampak wajah Bram senang dengan makanan yang di suguhkan Bela. Dari wanginya saja membuat Bram tidak sabar ingin segera mencicipi makanan itu.


" Silahkan di coba kak.. " ucap Bela sambil tersenyum


" Aku coba ya sayang " ucap Bram mengambil beberapa sendok makanan yang Bela buat


" Bagaimana?? " Bela tampak penasaran


Jangan di tanya lagi makanan yang Bela masak, rasanya memang enak dan cocok untuk lidah Bram, bahkan ia beberapa kali memuji masakan Bela. Ia berencana ingin setiap hari memakan makanan yang Bela buat, Dia akan memilih makan masakan Bela di bandingkan makanan yang Desi buat.


" Enak sayang.. pokonya makanan kamu yang terbaik " ucap Bram memakan kembali makanannya


Ada rasa senang di hati Bela ketika di puji Bram entah kenapa, ia seperti menikmati perannya sebagai seorang istri yang berhasil membuat suaminya senang hanya karena masakannya.


" Mulai Besok aku akan memakan masakanmu.. setelah pulang kerja kamu harus memasak dulu untuk ku.. setelah itu baru menemani ibumu " ucap Bram


" Baiklah sayang "


Mereka melanjutkan makan malamnya dengan senyuman, mereka juga tampak berbicang-bincang membicarakan tentang hal apa saja yang di lakukan Bela di kantor, karena tadi Bram tidak kekantor membuatnya penasaran, ia masih takut jika Bela semakin dekat dengan Deon.


" Terima kasih Bela sudah membuatku bahagia dan merasa seperti seorang suami, aku yakin kita bisa bahagia selamanya kamu tunggu kebahagiaan itu datang setelah aku menceraikan Desi " batin Bram sambil melihat Bela


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2