
Setelah Bela memakan kue yang Lily berikan kini saatnya Lily mengatakan sesuatu yang penting pada Bela, sesuatu yang mungkin bisa membuat Bela sedikit shock tapi ia yakin jika Bela kuat untuk menerima kenyataan ini.
" Bel, ada sesuatu yang harus aku katakan padaku, tapi berjanjilah satu hal padaku.. " ucap Lily ragu-ragu
" Katakan saja Ly, aku baik-baik saja.. sungguh " ucap Bela sambil tersenyum
" Berjanji padaku setelah kamu tahu informasi ini dariku, keadaan mu harus baik-baik saja.. aku yakin kamu kuat " ucap Lily mencoba menyemangati Bela
" Astaga Ly, ucapan mu itu lucu sekali seperti aku akan berperang saja " ucap Bela sambil tertawa
" Bel, aku serius " ucap Lily dengan wajah serius
" Baiklah.. cepat katakan ada apa?? " Ucap Bela penasaran
" Sebenarnya ada kejanggalan dari kematian Bu Mina.. " ucap Lily membuat Bela melotot
" Apa maksudmu Ly, cepat katakan yang jelas.. kematian ibu kenapa?? " Ucap Bela mulai panik
" Bel, sebenarnya ketika aku mengecek keadaan Bu Mina, selang pernafasan Bu Mila tidak berfungsi seperti ada yang sengaja yang cabutnya.. "
" Apa.. siapa yang bisa melakukan hal itu " ucap Bela benar-benar marah
" Aku tidak tahu Bel, aku dan Candra sudah lapor pada polisi akan hal ini namun kami masih mengumpulkan bukti "
" Kenapa kalian baru bicara masalah ini sekarang padaku " ucap Bela marah
" Aku minta maaf, awalnya aku dan candra belum mau melibatkan kamu karena kondisi mu yang terus drop tapi aku tidak punya kekuatan dan kekuasaan untuk menyelidiki masalah ini, makannya aku memberitahu ini padamu.. " ucap Lily merasa bersalah
" Siapa yang berani melakukan hal ini padaku, pada ibu?? Apa Mereka tidak tahu seberapa berartinya ibu di hidupku " ucap Bela sambil menangis
" Bel, buat waktunya kamu bersedih lagi, kita harus menemukan siapa orang jahat itu?? Kita harus cari dia dan memberikan pelajaran untuk semua perbuatannya itu " ucap Lily memeluk Bela
" Ya, kamu benar Ly.. aku secepatnya akan menemukan orang itu " ucap Bela
" Apa kamu akan meminta bantuan Bram?? " Tanya Lily penasaran
" Aku harus menangkap orang itu dengan tanganku sendiri.. mungkin orang itu adalah orang sekitar ku yang membenciku atau membenci Ibu " ucap Bela memeluk erat Lily
" Kamu wanita hebat dan kuat, aku akan berada di samping mu mulai sekarang bahkan aku akan membantumu menangkap orang jahat itu " ucap Lily melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Bela
" Terimakasih Ly.. " ucap Bela
__ADS_1
" Sama-sama Bel.. "
" Oh ia Kemarin Bram memberiku tawaran untuk menjadi perawat pribadi mu.. tapi aku tolak karena aku ingin menyelidiki masalah ibumu " ucap Lily
" Kamu bekerja lagi di rumah sakit saja, aku sudah menemukan semangat hidup ku kembali, aku akan menemukan orang jahat itu dan membalaskan dendam kematian ibu " ucap Bela sambil tersenyum jahat
" Sungguh kasian Bela hidupnya penuh dengan rasa dendam bahkan ia sampai merelakan masa depannya dengan Bram, semoga akhirnya Bela bisa bahagia dengan Bram " batin Lily
" Ibu.. aku akan membalaskan kematian ibu pada orang yang sudah jahat pada ibu, lihat saja Bela tidak akan tinggal diam " batinnya
" Ly, besok aku mau pulang dari rumah sakit " ucap Bela membuat Lily bingung
" Kenapa?? Apa keadaan mu sudah benar-benar pulih " tanya Lily
" Aku sudah tidak apa-apa.. kamu tidak perlu khawatir " ucak Bela sambil tersenyum
" Baiklah, besok aku akan mengantarmu pulang dari sini " ucap Lily
" Terima kasih Ly "
" Sama-sama.. "
Bela menemukan kembali semangat hidupnya meskipun semangat itu ia dapat dari rasa dendamnya, ia tidak akan biarkan orang yang ia sayangi di sakiti apalagi sang ibu, orang itu salah jika menganggap Bela lemah, justru Bela sekarang mulai bangkit meskipun hatinya masih terluka.
" Terima kasih Ly sudah menemani Bela " ucap Bram sambil tersenyum
" Tidak usah sungkan, Bela sudah aku anggap adik ku sendiri " ucap Lily
Lily sudah pergi dari ruangan Bela, Bram memberikan rujak untuk Bela sesuai dengan pesanan Bela pada Bram tadi. Rujak itu langsung Bela makan dengna lahap rasanya segar setelah memakan rujak apalagi di siang hari. Bram tampak senang melihat Bela kembali lagi tersenyum seperti sekarang.
" Kak.. kenapa kurang pedas? " Tanya Bela
" Bela sayang kamu jangan makan pedas terus ingat kondisi ku, kasihan juga pada bayi kita.. aku tidak mau terjadi sesuatu pada kamu dan bayi kita " ucap Bram sambil tersenyum
" Oh ia kak, besok aku ingin pulang dari rumah sakit " ucap Bela
" Loh kenapa pulang sayang?? Kamu belum sehat betul sayang " ucap Bram merasa khawatir
" Kak.. aku bosan disini, aku ingin pulang apalagi aku juga harus menyelesaikan skripsi ku dulu "
" Masalah skripsi mu biar aku yang kerjakan, kamu harus fokus pada bayi kita, aku tidak mau kamu kecapean " ucap Bram sambil memeluk Bela
__ADS_1
" Tapi kak.. aku benar-benar ingin pulang dari sini " ucap Bela dengan wajah memelas dan melepaskan pelukan bram
" Kamu mau pulang ke apartemen?? Atau kerumah ibumu " tanya Bram
" Kalau aku pulang kerumah ibu apa Boleh ?? " Tanya Bela
" Boleh sayang.. "
" Yang benar kak?? "
" Ia sayang.. "
" Terima kasih Kak.. " ucap Bela senang dan memeluk Bram kembali
" Apapun aku akan lakukan untuk membuat mu senang Bel.. karena senyuman mu sangat berarti bagiku " batin Bram
" Yes, rencanaku berhasil.. aku harus menyusun rencana untuk mengetahui siapa yang sudah membunuh Ibu " batin Bela
" Oh ia Sayang, ini makanan yang kamu minta.. Soto ayam.. " ucap Bram memberikan makanan itu pada Bela
" Kalau ingat soto ayam ingat sama Desi ya kak.. oh ia Bagaimana sekarang kabarnya, apa dia sudah tahu jenis kelamin anak dalam kandungannya itu?? " Tanya Bela
" Belum, aku menyuruh Imel untuk merahasiakan masalah ini pada Desi, karena aku ingin memberitahu masalah kehamilan mu pada keluarga ku "
" Kak Bram jangan seperti itu, kakak jangan membuat aku di benci semua orang.. aku tahu aku salah karena sudah mencintai suami orang lain tapi aku belum siap semua orang tahu dan mereka akan membenci ku " ucap Bela dengan wajah pura-pura sedih
" Bela ada benarnya, Aku tidak mau Desi mengetahui masalah pernikahan aku dan Bram, ini belum saatnya dia tahu.. " batin Bela
" Bela benar-benar, aku tidak mau orang-orang menyakiti hati Bela apalagi Bela sedang mengandung anak ku.. aku tidak mau terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan Bela " batin Bram
" Maafkan aku Bel, aku tidak memikirkan perasaan mu.. tunggu sampai anak dalam kandungan Desi lahir setelah itu aku akan menceraikan Desi " ucap Bram sambil tersenyum
" Ia kak.. "
" Setelah itu kamu akan hancur Bram, aku pastikan kamu benar-benar akan kehilangan Desi dan jangan harap aku mau bertahan dengan mu " batin Bela
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...