Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Isi Hati Lily


__ADS_3

Bela sudah sampai di kampus, ia segera pamit dan masuk kedalam gedung kampusnya, ia harus menyelesaikan beberapa dokumen untuk permohonan surat magangnya, teman-teman juga sudah berkumpul saat ini dia bingung harus satu kelompok dengan siapa.


Lalu Dia konsultasi dengan dosen tentang mangang yang ia akan lakukan dalam beberapa hari lagi, dosen menjelaskan dengan rinci bagaimana di tempat magang sampai dengan laporan yang harus di buat setelah magang itu selesai.


Bela juga menanyakan kepada dosen kalau ia tidak memiliki kelompok dengan orang lain, awalnya Bela ragu-ragu takut sang dosen mempersulitnya namun kenyataannya salah Sang dosen memberi izin jika Bela tidak bisa berkelompok dengan orang lain.


Bela bingung harus magang di mana, apa dia harus mangang di kantor sang ayah, tapi dia tidak bisa membayangkan jika dia harus satu perusahaan dengan Sang ayah, Ibu tirinya pasti tidak akan suka akan hal itu, pasti dia akan bulak balik perusahaan untuk mengawasi Bela, ibu tirinya itu kan sangat menyebalkan dan jahat.


Lalu Bela berpikir apa harus dia minta batuan pada Bram, memang ini awal yang bagus untuk lebih mendekati Bram apalagi dulu Desi juga awalnya mendekati Bram juga karena pekerjaannya sebagai sekertaris Bram. tapi apa Bram akan curiga padanya.


Benar-benar membuat dia bingung saja, ia harus bagaimana bicara dengan Bram, rasanya kalau bicara dengan Bram dan minta bantuan pada Bram pasti rasanya akan canggung.


Dia pun mendapatkan ide, dia akan mengirimkan surat magangnya ke kantor dan juga ke email resmi perusahaan Bram, jadi dia tidak harus memberitahukan Bram dan harusnya itu ide bagus, dengan begitu Bela tidak akan ketahuan jika dirinya sedang mendekati Bram.


Setelah selesai dengan urusannya di kampus ia segera pergi ke Cafe, ia juga mendapat informasi jika saat ini Cafe miliknya sedang sibuk, sejak ibunya koma Cafe miliknya malah semakin rame membuat dia sedikit kewalahan dalam membagi waktu dan bulak balik antara Rumah sakit dan Cafe, namun ia tidak merasa lelah ketika setiap malam harus begadang demi menjaga sang ibu. Ia juga rela tidur hanya beberapa jam dalam semalam.


Ia sudah sampai di Cafe dengan menggunakan taksi, ia segera masuk kedalam dan membatu para pelayannya. Sosok bela memang di kenal majikan yang baik dan peduli pada karyawannya membuat sang karyawan betah bekerja dengan dirinya. mereka juga sering di berikan bonus tambahan oleh Bela ketika Cafe rame dan penjualannya meningkat.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore ia segera bergegas untuk pergi ke rumah sakit, ia pulang lebih awal diantara karyawannya. Ia segera memesan taksi dan pergi ke tempat sang ibu berada.


Kini ia sudah berada di rumah sakit, ia melihat jika Lily masih ada disana, ia juga membawakan minuman kesukaan Lily hampir tiap hari, ia merasa jika apa yang ia berikan pada Lily tidak sebanding dengan yang di lakukan Lily pada ibunya walaupun itu wajar karena itu pekerjaan Lily.

__ADS_1


" Hay Ly " ucap Bela sambil tersenyum


" Kamu tumben tidak telat "


" Jalannya tidak macet, nih buat kamu " ucap Bela memberikan minuman kesukaan Lily


" Bel, kamu kenapa tiap hari memberikan ku ini.. apa kamu tidak rugi?? " tanya Lily


" Kenapa harus rugi.. untuk teman terbaik ku tidak akan pernah Rugi... "


" Oh ia Bel, apa Candra selalu menghubungi Mu.. kapan dia bilang akan pulanh dari luar kota?? " Tanya Lily


" Dia menelepon ku hanya untuk menanyakan kabar kamu dan keadaan ibu Mina.. dia tidak sekalipun menanyakan keadaan ku " ucap Lily dengan wajah Kecewa


" Ly, kamu suka sama Candra kan?? Jawab Ly.. " ucap Bela sambil tertawa


" Tidak !! " Ucap bohongnya


" Ayolah Ly, aku tahu kamu suka sama Candra, kalau kamu tidak ngaku aku akan telepon Candra dan bilang jika kamu suka sama dia " ancam Bela


" Astaga Bela jangan bikin malu.. ia aku mau mengaku sama kamu kalau aku memang suka sama Candra " ucapnya dengan tersipu malu

__ADS_1


" Baiklah aku akan simpan rahasia ini, aku janji tidak akan mengatakan apapun pada Candra " ucap Bela sambil tersenyum


" Makasih ya Bel.. "


" Aku akan membuat kamu dan Candra jadian.. "


" Kamu serius Bel?? " Tanya Lily senang


" Ia.. aku ingin kamu dan Candra bahagia, kamu teman terbaikku dan Candra orangnya baik aku pasti akan membantu kalian untuk bahagia " ucap Bela sambil tersenyum


Mereka pun mulai mengobrol membicarakan kisah Lily dan Candra sewaktu kuliah, bela menjadi pendengar yang baik untuk Lily ia tersenyum saat Lily begitu antusias ketika membicarakan masalah Candra.


Hal yang tidak pernah bela ketahui ternyata Candra sifatnya baik apalagi Lily selalu bicara jika Candra selalu membantu Sintia, Lily juga jadi saksi bagaimana kedekatan Candra dan Sintia yang tidak pernah bela tahu.


" Ternyata aku salah, Candra tidak seburuk yang aku kira.. mulai sekarang aku akan bersikap baik pada Candra " batin Bela


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2