Balas Dendam (Pelakor)

Balas Dendam (Pelakor)
Kehilangan Bela


__ADS_3

Bram bersama dengan Bu Jeni masuk kedalam mobil, entah apa yang di rasakan Bram saat ini yang jelas Bu Jeni bisa melihat jika putranya itu sangat kecewa dan menyesal.


" Bram mau kemana kita?? " Tanya Bu Jeni bingung karena jalan yang mereka lewati bukan jalan pulang ke rumahnya


" Aku mau ke apartemen menemui Bela.. " ucapnya


Untuk sekarang mau tidak mau Bu Jeni harus menerima keberadaan Bela apalagi dia sedang mengandung anak Bram yang sudah pasti cucunya sendiri, meskipun ia masih meragukan hal itu, Bu Jeni takut kebohongan Desi akan di lakukan juga oleh Bela.


" Bram sebelum kamu bersama dengan Bela, kamu harus melakukan tes DNA, mamah tidak mau hal seperti ini terjadi lagi.. " ucapnya


" Mamah tenang saja aku yakin jika anak dalam kandungan Bela adalah anak ku, darah daging ku.. "


" Tapi Bram... "


" Mah.. Bela tidak sama seperti Desi, mamah harus coba menerima keberadaan Bela karena aku ingin bahagia dengan Bela.. aku ingin membangun keluarga kecil ku dengan Bela dan anak ku "


Meskipun Bu Jeni masih tidak suka dengan Bela tapi demi Bram dan calon cucunya ia harus mengalah dan mulai menerima Bela walaupun Berat.


" Ini semua sudah berakhir Bela.. kita akan hidup bahagia " batin Bram


" Wanita ular itu.. akh aku harus menerimanya walaupun berat " batin Bu Jeni


Tak menunggu lama mereka sudah sampai di apartemen milik Bela, Bram langsung menggandeng sang mamah untuk menemui Bela.


Suara bel apartemen segera di tekan Bram, terlihat wajahnya bahagia, ia menanyikan hari ini, hari dimana dia bisa bersam dengan bela tanpa terganggu dengan siapapun karena status Bela sebagai istri keduanya.

__ADS_1


Bram yang tidak sabar ingin bertemu dengan Bela, ia segera menekan sandi apartemennya itu. Pintu apartemen itu terbuka, Bram bersama sang ibu langsung masuk kedalam apartemen.


" Bela sayang... " Panggilnya


" Bell.. "


" Bela... "


Mereka melihat apartemen itu tampak kosong dan sepi, Bram mulai panik, ia segera berlari menuju kamarnya dilihat semua pakaian Bela kosong di dalam lemari. Yang ada hanya pakaiannya sendiri.


" Bela kamu dimana... "


" Bela... "


Hatinya mulai gundah ia tidak mau jika harus kehilangan Bela. Bu Jeni segera memengil nama putranya karena ia menemukan sesuatu untuk Putranya itu.


" Ia Mah.. ada apa?? " Tanya Bram


" Mamah menemukan ini, tulisannya untuk mu " ucap sang mamah menyerahkan amplop coklat yang bertuliskan namanya


Ternyata amplop itu memang untuk Bram, didalamnya ada surat dan gambar hasil USG perut Bela.


Maafkan aku Bram, mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah pergi dari yang jauh, aku tidak bisa hidup dengan mu lagi.. aku ingin kita hidup masing-masing dengan bahagia, semoga kamu bisa menerima keputusan ku


Itu isi dari surat yang di tulis oleh Bela, saat membaca surat itu tidak terasa air mata Bram menetes, ia benar-benar sedih dengan kepergian Bela apalagi saat ini harapan hidup bersama dengan Bela sudah pupus sudah.

__ADS_1


" Bram apa yang terjadi " tanya Bu Jeni


" Bela sudah meninggalkan ku mah.. " lirihnya dengan wajah sedih


" Apa?? "


" Ini semua gara-gara aku yang sudah membuat Bela sedih saat ini.. ini semua gara-gara Desi.. aku tidak bisa memaafkannya.. " ucap Bram memeluk sang ibu


" Kenapa hidupmu jadi berantakan seperti ini nak, padahal yang mamah inginkan kamu hidup dengan bahagia.. maafkan mamah karena dulu sudah membuat kamu menikah dengan Desi yang mamah kira dia akan jadi pendamping yang baik untuk mu tapi ternyata salah.. " batin Bu Jeni


" Kenapa kamu meninggalkan aku Bel.. aku ingin membangun keluarga kecil kita.. apa kesalahan ku sudah tidak bisa di maafkan hingga kamu memilih untuk pergi " batin Bram


" Bram jangan menangis... Kalau bela adalah kebahagiaan mu.. kejarlah dia,, mamah hanya ingin kamu bahagia " ucap Bu Jeni


" Aku tidak akan melepaskan Bela sampai kapanpun Mah.. aku akan mencari dia, aku harus menemukan dia.. dia tidak bisa lari dariku " ucap Bram


" Mamah akan mendukung semua keputusan mu... Maafkan mamah selama ini yang sudah egois.. " ucap Bu Jeni


" Terima kasih mah.. "


" Mulai sekarang aku harus menerima semua yang membuat Bram bahagia termasuk Bela, aku tidak mau putraku bersedih " batin Bu Jeni


" Bela kamu tidak bisa lari dariku " batin Bram


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2