
POV Sagara
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Viola anak dari pemilik Perusahaan Adem Anyes Group.
Pemilik Perusahaan itu dengan sukarela memberikan anak kesayangannya kepadaku sebagai balasan atas semua jasa-jasaku yang telah bersedia menyelamatkan Perusahaan miliknya yang sedang berada diambang kehancuran.
Akan tetapi, pernikahan ini terjadi atas pengaturan dari Kakak laki-lakiku yang bernama Awan, yang merupakan pesaingku di Samudra Group. Bisa dibilang aku dan dia sebenarnya saling bermusuhan satu sama lain.
"Tuan Muda Saga, wanita pesanan Anda sudah berada di depan pintu." ucap Sekretaris Ken yang merupakan Sekretaris pribadiku.
"Suruh dia masuk!" titahku.
"Baik, Tuan."
Setelah membungkuk hormat, Sekretarisku keluar dari dalam ruangan kamar ini. Tidak lama kemudian masuklah seorang gadis cantik berpakaian seksi ke dalam kamar ini.
"Kenapa kamu terlihat sangat gugup?" tanyaku penasaran.
Gadis itu hanya diam sambil terus menundukkan kepalanya.
"Mendekatlah!" pintaku sambil melambaikan tanganku padanya.
Gadis itu menurut dan mulai melangkah mendekatiku yang saat ini sedang duduk di atas kasur empukku.
"Sini duduk di pangkuanku!"
Gadis itu lagi-lagi menurut dan mulai duduk di atas pangkuanku.
"Berapa usiamu? Kenapa kamu terlihat lugu sekali?" tanyaku penasaran sambil menelusuri area wajah gadis ini dengan jemari-jemari tanganku.
"Dua puluh tahun, Tuan." sahutnya lirih.
__ADS_1
"Kamu tahu kan apa tugasmu saat ini?"
"Tahu, Tuan."
"Cepat lakukanlah tugasmu pagi ini dengan usaha terbaikmu!"
"Baik, Tuan." angguknya patuh.
Gadis yang saat ini ada di atas pangkuanku mulai kembali berdiri dan dia mulai melakukan tugasnya dengan sangat baik.
Saat ini Aku dan gadis cantik ini sedang terbaring kelelahan di atas ranjang setelah selesai melakukan aktivitas panas kami beberapa menit yang lalu.
"Bukankah tugasmu sudah selesai." ucapku membuka percakapan.
"Iya, Tuan."
"Cepat kamu pakai kembali pakaianmu dan segera tinggalkan kamar ini!"
Gadis itu mulai memunguti semua pakaiannya yang tadi dia lepaskan, dan kini semua pakaian itu mulai dia kenakan kembali. Setelah penampilannya rapi seperti sebelumnya, gadis itu berpamitan kepadaku dan segera berlalu dari ruangan kamar ini.
"Sungguh pagi yang indah." ucapku yang saat ini masih terbaring di atas ranjang tidurku.
***
POV Author
Wanita yang baru saja selesai melayani Sagara mulai menghampiri Sekretaris Ken yang saat ini sedang duduk di sebuah sofa di ruangan keluarga lantai satu rumah ini.
"Tuan Ken, Saya sudah selesai melaksanakan semua tugas Saya." ucap gadis cantik itu.
"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang. Bayaranmu sudah Aku kirim ke rekening tabunganmu. Kamu bisa cek sendiri saldo tabunganmu saat ini juga." tutur Sekretaris Ken.
__ADS_1
Gadis itu mulai mengecek jumlah saldo tabungannya melalui M-Banking di ponsel pintarnya.
Kedua matanya berbinar tatkala melihat nominal uang yang baru saja masuk ke rekening tabungannya yang memiliki banyak nol di belakang angka satu.
"Terimakasih banyak, Tuan." ucap gadis itu seraya membungkukkan badannya berkali-kali ke arah depan. "Kalau Anda membutuhkan jasa Saya lagi, Saya siap dipanggil kapan pun Anda mau." lanjutnya.
"Kita lihat nanti saja ya. Biasanya Tuan Muda Saga tidak mau menggunakan gadis yang sama berulang kali. Tapi tidak menutup kemungkinan kamu bisa kembali melayaninya jika keadaan sedang terdesak."
"Terimakasih, Tuan. Kalau begitu Saya pamit undur diri, Tuan."
"Hm," angguk Sekretaris Ken.
Saat gadis cantik itu sudah berada di luar wilayah rumah Tuan Muda Sagara, dia segera menghubungi nomor Awan untuk memberikan laporan.
"Halo," sapa Awan yang ada di seberang telepon.
"Halo, Tuan. Ini Kamila."
"Gimana? Apakah Saga benar-benar cacat?"
"Iya, Tuan. Tidak salah lagi, Tuan Muda Saga memang benar-benar cacat kedua kakinya. Dari awal sampai akhir hanya Saya yang bekerja. Selain itu, Tuan Muda Saga hanya bisa terduduk di atas ranjang tidurnya saja. Saya bisa pastikan bahwa Dia memang benar-benar lumpuh kedua kakinya." jelas gadis itu panjang lebar.
"Apa tidak ada keganjilan yang kamu temukan selama kamu bersama dengan Saga?"
"Tidak ada, Tuan."
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih banyak atas informasinya. Uangnya nanti akan segera ditransfer oleh Sekretarisku."
"Terimakasih banyak, Tuan." jawab gadis cantik itu riang karena pagi ini dia mendapatkan bayaran double.
***
__ADS_1