CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Ada Yang Nendang Part 2


__ADS_3

"Kamu sudah boleh pergi!" ucap Sagara kepada pelayannya.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya pamit undur diri."


"Iya, silakan." angguk pemuda itu mengijinkan.


Dengan penuh kesopanan pelayan laki-laki itu mulai berjalan mundur beberapa langkah sebelum akhirnya balik kanan dan pergi meninggalkan Tuan Mudanya sendirian di tempat ini.


Ceklek!


Pintu kamar ini mulai dibuka oleh sang empunya dan ....


"Inalillahi!" ucap Sagara yang shock saat melihat penampakan Viona saat ini.


"Selamat datang suamiku." sambut Viona ceria.


Saat ini wajah cantik gadis itu sudah tersamarkan kembali oleh make up tebal andalannya dan membuat Sagara tidak bisa menikmati wajah ayunya.


"Waduh, sepertinya aku salah kamar." ucap Sagara yang langsung memutar balikkan kursi rodanya ke arah lain.


"Suamiku mau kemana?" cegah Viona yang langsung menahan laju kursi roda itu.


"Aku mau pergi ke kamarku. Tolong lepaskan!" pinta Sagara kepada Viona agar melepaskan pegangan tangannya dari kursi roda itu.


"Ini kan kamar kamu, Suamiku."


"Bukan, ini bukan kamarku." sangkal Sagara kuat-kuat.


"Jangan bohong ah! Ayo masuk."


"Tidaaaaaak!" pekik Sagara yang tidak mau dibawa masuk ke dalam kamarnya.


Namun Viona tidak menggubris penolakan dari suami tampannya itu dan tetap membawa masuk kursi roda itu dan sang empunya ke dalam kamar setelah sebelumnya menutup dan mengunci pintu kamar ini dengan rapat.


"Jangan ke arah ranjang!" pinta Sagara yang saat ini berusaha sekuat tenaganya untuk menahan laju kursi rodanya.


"Kenapa?" tanya Viona yang saat ini sedang mendorong kuat-kuat kursi roda itu agar melaju ke arah ranjang tidur.

__ADS_1


"Aku mau tidur di sofa saja."


"Tidak boleh! Kita ini sudah suami istri dan sudah sepatutnya tidur satu ranjang dan ahem-ahem," bisik Viona di dekat telinga Sagara.


Sagara langsung bergidik ngeri saat mendengar bisikan itu.


"Pasti kamu udah mulai tergoda ya, Suamiku." bisik Viona lagi.


"Tidak, siapa pula yang tergoda. Aku mau tidur di sofa saja." tandas Sagara keras kepala.


"Tidak boleh. Kita harus satu ranjang dan melakukan ritual malam pertama." ucap Viona yang di akhir kalimatnya memelan volume suaranya.


"Nggak, nggak, nggak," geleng Sagara kuat-kuat sambil terus mempertahankan posisinya saat ini agar tidak mendekat ke arah ranjang.


Viona pun tidak mau kalah dengan Sagara dan terus mencoba menggerakkan kursi roda itu agar mau bergerak maju.


Setelah pertarungan yang sengit terjadi dalam hitungan detik yang pendek. Sang pemenang pun kini mulai bisa tersenyum senang saat kursi roda itu berhasil di gerakan menuju ke arah ranjang.


Ya, Viona lah pemenangnya.


Sagara nol dan Viona satu.


"Ya salam," tangis Sagara dalam hati.


Kini kursi roda Sagara sudah berada di samping ranjang tidurnya.


"Vio bantu pindahin ya!" ucap gadis itu.


Awalnya Sagara kira Viona hanya membantu memapahnya tapi ... ternyata dia buat kaget oleh ulah gadis itu.


Dengan sangat mudahnya, Viona memindahkan tubuh Sagara ke atas ranjang.


'Pantesan gue kalah. Ternyata tenaga cewek bodoh ini kayak samson betawi.' batin pemuda itu sambil menepuk keningnya.


"Cihuuuuuuy!" sorak Viona yang kini sudah meloncat naik ke atas ranjang dan langsung menempel ke tubuh Sagara.


"Tolong jangan dekat-dekat!"

__ADS_1


"Masa nggak boleh deket-deket sih, Suamiku. Kita kan mau pemanasan dulu sebelum olahraga malam."


Ting ting ting!


Viona mengerjap-ngerjapkan kedua matanya berkali-kali dan lelaki di dekatnya seolah bisa mendengar suara bunyi denting halu di telinganya saat gadis itu melakukan gerakan mata itu.


"Olahraga itu baiknya pagi-pagi, jangan malam-malam." sahut Sagara enteng.


"Bukan olahraga itu, Suamiku. Tapi olahraga di ranjang." bisik Viona menggoda.


"Heeeeee," Sagara menarik diri dari Viona. "Apa katamu?"


"Kita buat baby yuk, Suamiku. Biar kita cepet-cepet punya Saga junior sama Viona cantik tralalala junior."


Ting ting ting!


Lagi-lagi Viona mengedip-ngedipkan kelopak matanya centil.


"Nggak! Kita nggak boleh lakuin itu." sergah Sagara cepat. "Kamu masih sekolah. Aku nggak mau kamu berhenti sekolah gara-gara hamil."


"Yah," desah Viona kecewa. "Padahal Vio tuh udah siap sedia."


"Sudah, sana kamu tidur! Besok berangkat sekolah kan."


"Hemph," dengus Viona kesal dan langsung menutup dirinya dengan selimut karena kesal.


"Fiuh~ slamet, slamet." gumam Sagara merasa lega.


Laki-laki tampan itu pun mulai bersiap-siap tidur namun dirinya masih tetap terjaga karena khawatir akan diserang diam-diam oleh Viona saat dia sedang terlelap.


Tapi semua itu hanya rasa insecure Sagara saja. Nyatanya Viona saat ini sudah masuk ke dalam alam mimpinya.


Gyut!


Tiba-tiba lengan Sagara merasakan ada empuk-empuk yang menyenangkan tapi bukan empuknya kasur.


Pemuda itu mulai melirik ke arah gaun tidurnya Viona yang ternyata cukup terbuka dan saat ini bagian si kembar sedang menempel di tubuh Sagara.

__ADS_1


"Ya Tuhan, mohon kuatkan hamba. Ini tuh gadis jelek, masa iya adek kecilku langsung aktif di bawah sana hanya karena si kembarnya nempel di lenganku, huhu," gumam Sagara nelangsa karena merasa harga dirinya hancur saat si adik kecil miliknya mulai menendang-nendang saat indra penglihatannya melihat ke arah tubuh Viona yang sedang terbuka.


***


__ADS_2