CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Viola Diculik


__ADS_3

POV Author


Awan dan Diana yang telah melepaskan semua pakaian mereka mulai saling mendekat dan tubuh mereka telah roboh ke atas kasur yang empuk.


Awan yang sudah siap tempur langsung menyerang Diana dengan semangat. Suara perpaduan mereka memenuhi ruangan kamar ini yang kedap suara. Ditambah lagi dengan suara erangan kenikmatan yang mereka rasakan juga dengan bebas mereka suarakan tanpa malu-malu.


Peluh keringat mereka bercampur menjadi satu dan permainan itu terus berlanjut sampai Pyton milik Awan tertidur kembali.


***


Di gedung B, Viola tengah didandani oleh seorang makeup artist yang handal, yang akan merubahnya menjadi wanita yang paling cantik di acara pernikahannya dengan Sagara hari ini.


"Jangan cemberut dong, Nona. Coba senyum! Kamu cantik banget lho hari ini." ucap make up artist itu.


"Diam kau!" bentak Viola.


Viola saat ini tengah pusing mencari cara agar dia terhindar dari pernikahan ini. Dia adalah gadis yang sangat cantik dan juga berpendidikan, selain itu karirnya juga pasti akan sangat cemerlang setelah dia wisuda nanti, tapi saat ini dia malah terjebak perjodohan dengan laki-laki cacat.


Siapa yang tidak tahu bahwa Sagara CEO Samudra Group telah mengalami kelumpuhan kaki pemanen setelah kecelakaan mobil yang menimpanya beberapa bulan yang lalu.


Meskipun Sagara adalah seorang CEO, namun beberapa bulan lagi dia pasti akan digantikan oleh Kakaknya yaitu Awan saat rapat direksi dilaksanakan.

__ADS_1


'Aku harus kabur dari pernikahan ini.' tekad Viola dalam hati. 'Ogah bener aku punya suami cacat kayak Sagara.'


Setelah ruangannya kosong, dia mulai mencari cara untuk kabur dari acara pernikahan ini. Untunglah penjagaan tidak begitu ketat sehingga memudahkannya untuk kabur dari gedung pernikahannya.


Dari jauh orang-orang yang ditugaskan oleh Awan untuk menculik Viola segera bergegas meringkus Viola saat melihat gadis itu keluar dari gedung pernikahan lewat jalur belakang.


"Siapa kalian?" ucap Viola saat dirinya sudah dimasukkan ke dalam sebuah mobil van hitam.


"Diam kau!" bentak salah satu laki-laki yang berpakaian hitam kepada Viola.


Mobil van itu meluncur meninggalkan area gedung B di kota A ini dan tidak lama kemudian rombongan mobil pengantin pria telah tiba dan satu persatu mulai memasuki tempat parkir.


Mereka semua saling berbaris rapi dan Sagara yang sedang duduk di kursi rodanya mulai didorong oleh Sekretaris Ken yang diikuti oleh seluruh keluarganya yang ikut mengantar hari ini.


"Katanya ada urusan mendadak yang sangat penting dengan salah satu klien yang akan bekerjasama dengan Samudra Group, Tuan."


"Urusan apa?"


"Saya juga kurang tahu. Nanti saat mereka kembali, saya akan cari tahu."


"Oke. Aku tunggu laporan selengkapnya."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


***


Di Penginapan, Awan dan Diana sedang kelelahan setelah bergulat dengan berbagai gaya di atas ranjang mereka saat ini.


"Di,"


"Hm,"


"Kamu kok selalu pinter banget muasin aku setiap kali kita saling menyatu di atas ranjang?"


"Itu memang sudah keahlianku, Tuan." jawab Diana sambil meraba dada bidang milik Awan. "Bukankah dulu kamu yang membimbingku sampai aku semahir ini."


Awan mengumpat saat sentuhan tangan Diana kembali membangkitkan Pyton-nya yang tadi telah tertidur.


"Di, kamu harus tanggungjawab lagi!"


"Tanggungjawab apa, Tuan?" tanya Diana pura-pura tidak tahu.


"Tidurkan kembali Pyton-ku!"

__ADS_1


"Hahaha,"


***


__ADS_2