
Di Aula utama gedung ini Sekretaris Ken mulai menjelaskan keadaan yang sebenarnya.
"Para hadirin tamu undangan semuanya yang sangat saya hormati, saya Kenzo selaku Sekretaris dari Tuan Muda Sagara Bhumi Saputra ingin menyampaikan bahwa calon pengantin Tuan Muda Sagara yang sebelumnya, yang bernama Viola bukan melarikan diri, melainkan diculik oleh orang-orang jahat. Berikut cuplikan video yang dikirimkan oleh para penculik untuk memeras kedua orang tua dari gadis yang tidak berdosa itu."
Tangan Sekretaris Ken sudah menunjuk layar besar dengan lengannya namun layar itu tetap saja hitam dan belum ada tanda-tanda ada video yang terputar.
Di ruangan khusus, tangan Sekretaris Diana sedang menahan tangan orang yang tadi dimintai tolong oleh Sekretaris Ken.
"Nona, kenapa Anda menahan tangan saya?" tanya orang itu.
"Apakah itu video tentang Viola yang diculik?" tanya Sekretaris Diana yang tidak mengindahkan pertanyaan dari laki-laki itu.
"Iya,"
Dengan paksa Sekretaris Diana segera mencabut flashdisk yang terpasang di salah satu lubang laptop tersebut.
"Nona, kenapa Anda mencabut flashdisk itu?" tanya orang itu dengan nada suara yang panik.
__ADS_1
"Flashdisk ini berisi video Viola yang sedang disekap, kan?"
"Iya, Nona, betul." angguk orang itu. "Tolong kembalikan, Nona! Tuan Ken sedang menunggu video ini untuk diputar."
"Haha," tawa Sekretaris Diana sinis. "Tak usah kau pedulikan dia. Bilang saja kalau flashdisk ini tidak sengaja jatuh ke dalam kopi panasmu." ucap Sekretaris Diana yang langsung mencemplungkan flashdisk itu ke sebuah gelas kopi yang masih mengepul.
"Nona!" pekik orang itu yang terkaget saat flashdisk yang dititipkan oleh Sekretaris Ken masuk ke dalam gelas kopi yang panas.
Orang itu segera mencari sendok dan mengeluarkan flashdisk itu dari dalam gelas kopi itu, namun lagi-lagi tangannya dihentikan oleh tangan Sekretaris Diana.
Dengan langkah yang anggun, Sekretaris Diana mulai keluar dari ruangan khusus itu dan segera bergegas ke Aula utama untuk menonton sesuatu yang menarik.
Di Aula utama semua orang tengah saling berbisik karena layar yang katanya akan menayangkan video tentang kondisi terbaru dari Viola yang sedang diculik tidak kunjung muncul di layar besar itu.
Sekretaris Diana yang telah selesai melaksanakan tugasnya mulai duduk kembali di salah satu kursi yang dekat dengan Awan.
"Semuanya sudah beres, Tuan." ucapnya pada Awan yang saat ini sudah duduk di samping Yunita kembali.
__ADS_1
"Bagus," puji Awan.
"Kalian lagi ngomongin apa sih? Aku kan penasaran banget ini." rengek Yunita.
"Bukan apa-apa kok, Sayang." jawab Awan sambil mengelus sayang rambut istrinya, namun diam-diam tangan kiri Awan mulai menggenggam tangan Sekretaris Diana di bawah meja.
Posisi duduk mereka saat ini memang saling berdekatan tidak seperti sebelumnya, jadi Awan bisa leluasa memegang tangan ataupun paha dari Sekretaris pribadinya itu.
Sagara yang langsung tahu ada sesuatu yang tidak beres segera melihat ke arah Awan dan Sekretaris Diana dengan tatapan yang jengkel. Sedangkan Awan dan Sekretaris-nya malah melemparkan senyuman mengejek kepada Sagara.
Diana pun mengirimkan sebuah pesan ke nomor-nya Sagara.
"Tuan, bagaimana rasanya terhina? Sangat nikmat bukan, hahaha," tangan lentik Diana langsung menekan ikon pesawat kertas di layar hapenya dan pesan itu langsung terkirim dan berhasil masuk ke nomor-nya Sagara.
***
Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.
__ADS_1