CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Satu Teriakan Sama Dengan Satu Peluru Part 2


__ADS_3

Di sisi lain, rombongan Black Devil yang memang sedang dalam perjalanan untuk menyelundupkan barang terlarang dari kota lain ke kota A mulai memasuki jalanan hutan.


Hari mulai gelap dan membuat Viola semakin ketakutan karena dia belum kunjung berhasil keluar dari dalam area hutan ini.


"Awas saja kalian semua (para penculik), akan aku balas semua perbuatan kalian berkali-kali lipat." gumam Viola kesal.


"Aduh, mulai gelap lagi. Mudah-mudahan nggak ada hewan buas." waswas Viola.


Suara deru mobil dan juga bias bias cahaya yang dipancarkan oleh lampu mobil rombongan Black Devil mulai terlihat oleh Viola.


Gadis itu mulai menengok ke arah belakang dan senyumnya mengembang saat melihat ada kendaraan yang lewat.


"Akhirnya ada kendaraan yang lewat juga." gumam Viola senang. "Mudah-mudahan mereka mau memberikan tumpangan sampai ke jalan besar." harapnya.


Viola yang memang sudah capek berjalan kaki akhirnya nekat menghadang laju mobil rombongan Black Devil.


Ckiit.


"Si*lan!" umpat preman yang sedang menyetir mobil silver itu.


"Ada apaan, Snap?"


"Ada orang yang bosan hidup halangin jalan kita."


Rekan Snap mulai melihat ke arah depan dan bisa melihat dengan jelas kecantikan Viola yang saat ini wajahnya sedang tersinari oleh cahaya kuning dari lampu mobil ini.

__ADS_1


"Cewek cantik itu, Bro." serunya senang. "Kalau dijual, bisa dapet duit banyak kita." girangnya.


Para preman yang berada di mobil belakang mulai mengklakson mobil yang dikendarai oleh Snap, tapi karena mobil Snap masih bergeming membuat mereka segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri mobil yang ada di depannya.


Snap dan rekannya juga mulai turun dari atas mobil.


"Snap, lu ngapain berenti tiba-tiba hah?" bentak rekannya yang menyetir mobil di belakang.


"Ada cewek cantik, Bro, yang ngalangin jalan gue."


Para preman itu kini mulai menyadari keberadaan Viola yang ada di dekat mereka. Sedangkan gadis itu malah terdiam takut karena melihat bahwa orang-orang yang dia cegat begitu menyeramkan.


Awalnya Viola ingin mendekat dan minta ijin untuk menumpang, namun setelah melihat penampilan mereka, dia langsung berjalan mundur dan mulai berlari sekencang-kencangnya menjauh dari mereka semua.


"Ceweknya kabur tuh, Bro!" seru rekannya yang melihat Viola telah melarikan diri.


"Oke, Bro."


Dengan mudahnya Viola bisa diringkus oleh Snap yang memang larinya kencang dan juga bertenaga super.


"Tolong lepasin aku!" ronta Viola.


Snap hanya diam saja sambil terus menarik paksa Viola untuk ikut bersama dengannya.


"Cepet masuk!" perintah Snap kepada Viola yang saat ini masih meronta.

__ADS_1


"Nggak mau!" tolak Viola keras-keras.


Tapi apa daya, tenaga Viola tidak sebanding dengan kekuatan para preman itu. Sehingga membuatnya mudah untuk dikalahkan.


Brukk.


Viola sudah masuk ke dalam mobil itu dan tubuhnya menabrak tumpukan kardus mie dan juga bungkusan tepung plastik bening yang mirip seperti bungkusan terigu yang dijual eceran di warung-warung.


Di dalam mobil ini juga terdapat beberapa barang sembako lainnya yang berfungsi untuk menyamarkan barang terlarang yang sedang mereka selundupkan.


Ada beberapa bungkus terigu dan juga bungkusan tepung beras yang isinya adalah obat terlarang yang digabungkan dengan bungkusan tepung dan terigu di dalam kotak.


Bukan hanya itu saja, beberapa ball teh juga isinya bukan teh -melainkan g****. Lalu kotak-kotak panjang yang atasnya dan pinggirannya di penuhi oleh buah-buahan sebenarnya di tengah-tengahnya ada senjata api yang akan di kirim ke markas Boss besar mereka.


"Tolong lepaskan aku!" pekik Viola yang ingin dibebaskan dari dalam mobil ini.


"Diam!" bentak rekannya Snap.


Viola terus berteriak minta tolong dan membuat kesal para preman di mobil ini.


Krek krek krek.


Sebuah senjata api kini sudah menempel di kepalanya Viola dan membuat gadis itu membisu seketika.


"Satu kali lagi kau berteriak, maka satu peluru di dalam pistol ini siap menembus kepalamu, Jal*ng." ancam preman itu.

__ADS_1


Gluk, Viola hanya bisa menelan air liurnya.


***


__ADS_2