CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Tidaaaaaaaaaaak


__ADS_3

"Cepet buka!" ucap Saga yang masih tidak sabaran.


"Iya, sabar, Tuan!"


Ceklek!


Pintu kamar rawat inap VIP milik Viona dibuka oleh Asisten pribadinya Saga.


Seketika Saga dan Viona saling berpandangan sesaat setelah pintu kamar itu terbuka.


"Suamiku," gumam Viona menyebut nama Saga.


"Di ... di ... di-a," ucap Saga dengan jari telunjuknya yang mengarah ke Viona dan kedua bola matanya yang membulat melihat sosok gadis di depannya.


Napas Saga mulai memburu dan tanpa sadar tangannya bergerak mencekik lehernya sendiri saat melihat wajah Viona yang tidak tersapu make up sedikit pun dan membuat Saga bisa melihat wajah Viona yang asli.


Entah kenapa napas Saga selalu memburu dan alam bawah sadarnya selalu membimbing tangannya untuk mencekik lehernya sendiri saat melihat sosok Viona yang sama persis wajahnya seperti gadis yang selalu muncul di dalam mimpi buruknya.


"Tuan Muda, anda kenapa?" tanya Asisten pribadinya Saga yang kini sedang panik setengah mati sambil berusaha melerai kedua tangan majikannya dari lehernya sendiri.


Viona yang melihat kejadian itu segera bergegas bangkit dari posisinya saat ini dan tanpa ragu mencabut selang infus yang terpasang di tangannya.


"Arra!" pekik Bunda Amanda yang kaget saat melihat Viona mencabut selang infusnya dengan paksa.


Viona tidak mempedulikan rasa sakit yang mendera lengannya saat ini karena keselamatan suaminya jauh lebih penting.


Wajah Saga sudah merah padam yang menandakan pasokan oksigen dalam tubuhnya sudah menipis.


Dengan kekuatan super yang Viona miliki, dengan mudah dia bisa memisahkan tangan Saga dari leher lelaki itu.


"Uhuk, uhuk, uhuk," Saga terbatuk-batuk setelah cekikan di lehernya terlepas oleh bantuan tenaga super milik Viona.


Air mata Viona mulai luruh saat melihat suaminya terbatuk-batuk.


"Suamiku, kamu ini kenapa?" tanya Viona yang saat ini mulai terisak.


Saga masih belum bisa berkonsentrasi karena dia masih terbatuk-batuk.


Viona langsung memeluk tubuh Saga dari samping karena terlalu ribet jika memeluknya dari depan.


Saga hanya bisa terdiam saat dipeluk oleh Viona. Kondisi tubuhnya pun mulai membaik dan pikirannya sudah bisa bekerja dengan normal.


'Suara ini mirip dengan suaranya, Vio. Jangan-jangan anak kecil yang aku tabrak dulu adalah Viona,' batin Saga menerka-nerka.

__ADS_1


Tatapan Saga kini mulai teralih ke arah Bunda Amanda yang sedang berdiri di dekat ranjang tidur Viona.


'Kenapa Tante Amanda ada di ruangan ini? Kenapa dia bisa bersama dengan Viona? Bukankah dia sedang dirawat? Kenapa dia tidak mengenakan pakaian pasien?' batin Saga yang saat ini benaknya dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan.


"Vio," lirih Saga memanggil nama Viona untuk memastikan.


"Iya, Suamiku," jawab Viona yang telah lupa perintah dari Kakaknya Kenzo untuk merahasiakan wajah aslinya.


"Kamu beneran Viona?" tanya Saga sembari menyentuh wajah Viona yang putih mulus tiada tercela sedikit pun meski sering tertutup make up tebal setiap hari.


"Iya, aku Viona," angguk Viona mantap.


"Trus siapa yang di sana?" tunjuk Saga yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengorek informasi yang sebenarnya sebelum kesadaran Viona kembali seutuhnya.


"Dia Bundaku, Suamiku. Mari Vio kenalkan,"


Viona mulai mendorong kursi roda Saga untuk menghadap ke arah Bunda Amanda yang saat ini masih berdiri mematung di tempatnya.


Di belakang, asisten pribadinya Sagara sedang bergumam lirih dengan tatapan tidak percaya.


"Ya ampun, oemji, demi apah, mie apah, istrinya si Boss cantik bener," gumamnya dengan sorot mata penuh ketakjuban.


"Katanya jelek, kok ini cantik banget. Waduh, berarti gosip yang beredar cuma hoaks belaka. Asem gue dikibulin," sambungnya lagi.


"Tante," ucap Saga menatap lekat-lekat Bunda Amanda yang saat ini sedang gugup.


"Gimana keadaan, Tante? Tadi Ken bilang kalau Tante sedang tidak baik kesehatannya?" lanjutnya lagi.


"Tante baik-baik saja, Nak," jawab Bunda Amanda sedikit merasa tidak enak kepada Saga karena dia tidak langsung memberikan kabar bahagia ini kepada lelaki itu.


"Tan, Viona benar-benar anak Tante ya? Selamat kalau gitu, akhirnya Tante bisa menemukan anak kandung Tante kembali."


"Iya, makasih atas ucapannya. Makasih juga dulu kamu sudah ikut bantu dan do'ain juga."


"Oh iya, karena aku adalah suaminya anak Tante yang namanya Arra, berarti aku harus manggil Tante dengan sebutan Bunda dong?"


"I-iya," sahut Bunda Amanda ragu-ragu.


'Aduh, habis aku. Kenapa harus secepat ini sih terbongkarnya,' batin Bunda Amanda.


"Berarti mulai sekarang aku harus manggil Kenzo dengan sebutan Kakak ya, Bun?"


"I-iya," angguk Bunda Amanda kaku.

__ADS_1


"Kenapa Tante sama Kenzo, eh ralat, ralat. Maksud Saga, kenapa Bunda sama Kak Kenzo nggak langsung ngasih tahu aku kabar bahagia ini?" tanya Saga sedikit tidak terima karena menurutnya hubungan antara dirinya dan Kenzo sudah seperti saudara.


"Anu, itu," Bunda Amanda kebingungan menjawab pertanyaan Saga.


"Kami belum sempat memberikan kabar bahagia ini sama kamu, Suamiku. Suamiku lihat keadaanku sekarang bagaimana! Aku lagi sakit, jadi wajar kalau Bunda sama Kak Kenzo nggak ingat untuk mengabari kamu, Suamiku," ucap Viona yang dengan sigapnya membantu Ibundanya dalam menjawab semua pertanyaan Saga.


"Tangan kamu, Vio," ucap Saga panik saat melihat cairan merah yang mengalir dari bekas tempat pemasangan jarum selang infus.


"Bun, cepat tekan tombol di samping ranjang, Bun!" pinta Saga cepat sambil menunjuk ke arah tombol yang terpasang di dinding dekat ranjang tidur pasien.


Bunda Amanda pun segera menekan tombol itu yang nantinya akan memberikan notifikasi kepada para Dokter bahwa di kamarnya Viona sedang membutuhkan bantuan medis dari mereka semua.


Saga memegangi tangan Viona yang saat ini sedang mengeluarkan cairan merah dari bekas luka pemasangan jarum selang infus.


"Otak kamu ke mana sih, Vi? Tolonglah kalau go*lok jangab keg*bloken jadi orang," omel Saga yang saat ini sedang panik melihat cairan merah itu tidak kunjung berhenti mengalir. "Kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu sendiri sebelum menyelamatkan orang lain," kesal Saga.


"Tapi kamu bukan orang lain. Kamu itu suamiku," cetus Viona yang membuat segala dumelan Saga terhenti seketika oleh kalimat manis gadis itu.


Saga mendongakkan wajahnya menatap Viona yang saat ini kedua bola matanya seperti anak anjing yang polos namun sangat menggemaskan.


Saga mengulurkan salah satu tangannya membelai pipi Viona yang putih bersih.


Pandangan mata mereka berdua saling terkunci satu sama lain dan tidak ada niatan sedikit pun untuk berpaling pada yang lain.


Saga dengan tidak tahu malunya malah mendekatkan wajahnya ke arah Viona yang saat ini masih tetap berada di tempatnya.


"Ya ampun, si Boss lagi hilang ingatan apa? Itu anak orang mau disosor aja," gumam Asisten pribadinya Saga yang harap-harap cemas saat melihat adegan itu.


Bunda Amanda juga membulatkan kedua netranya saat melihat gerak-gerik Saga yang sepertinya ingin mencium Viona di saat-saat genting seperti ini.


'Ini mantu gue nggak ada akhlak apa ya? Masa mau kecup-kecup di depan mertuanya sendiri,' batin Bunda Amanda gemas.


Jarak antara tubuh Saga dan Viona semakin dekat seiring berjalannya waktu.


'Tidaaaaaak!' pekik Bunda Amanda dan Asisten pribadinya Saga bersamaan dalam hati seraya berlari menghampiri kedua insan itu yang sebentar lagi akan saling bertautan bibir mereka satu sama lain.


To be continued😂😂😂


***


Astoge, otak otor malam ini auh auh🙈


Jangan lupa like, like, like, like, dan like ya.

__ADS_1


__ADS_2