CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Pewaris Tunggal


__ADS_3

"Bunda, ini nyata kan, Bun? Bukan mimpi kan, Bun?" tanya Viona dengan tatapan penuh harap.


"Ini nyata," angguk Bunda Amanda kuat-kuat.


Wusss!


Tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang memasuki ruangan kamar rawat inap ini melalui sela-sela jendela yang terbuka.


Korden di ruangan ini juga berkibar dengan begitu hebatnya karena terkena terpaan angin yang begitu dahsyat.


Belum lagi rintik-rintik air dan dedaunan kering dan basah yang ikut terbawa masuk juga ke dalam ruangan ini.


Bunda Amanda dan Viona melihat ke luar jendela yang saat ini tengah menampilkan angin yang begitu kencang berhembus ke arah timur dengan awan mendung yang menghitam di atasnya.


Kedua hati insan manusia itu mulai dirayapi rasa waswas dan takut bahwa kejadian saat ini hanya mimpi belaka seperti mimpi-mimpi yang mereka alami.


Brakkk!


Terdengar suara pintu masuk kamar ini terbuka dan ada seorang perawat perempuan yang tergesa masuk ke dalam ruangan guna untuk menutup semua pintu jendela yang terbuka.


Sambil menahan terpaan angin yang membuat kedua matanya memicing, perawat wanita itu dengan sigap menutup semua pintu jendela di ruangan ini.


Setelah selesai melakukan tugasnya, perawat itu mulai beralih ke arah Ibu dan Anak di ruangan ini.


"Nona, Nyonya, jendelanya jangan dulu dibuka ya! Di luar sedang ada badai kencang yang barusan berhasil merobohkan pohon bringin di taman Rumah Sakit ini."


"Iya," angguk Bunda Amanda.


Setelah perawat itu pergi, ada rasa lega yang menelusup dalam relung jiwa Bunda Amanda dan Viona karena ternyata angin itu bukanlah angin pembangun mimpi indahnya, itu hanyalah angin badai biasa.


Bunda Amanda dan Viona saat ini saling menggenggam satu sama lain dengan senyum yang mengembang.


***


Sekretaris Ken saat ini sudah hampir mencapai pintu kamar rawat inap Viona, namun tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata nomor Sagara yang meneleponnya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, pemuda itu langsung mengangkat telepon dari Tuan Mudanya itu.


"Halo, Tuan," sapa Sekretaris Ken kepada lawan bicaranya di seberang sana.


"Halo, Ken. Bagaimana keadaan Bundamu? Aku mendengar laporan dari pasukan semut katanya Bundamu sudah ditemukan."


"Keadaan Bundaku baik-baik saja, Tuan. Maaf karena tadi tidak langsung menghubungi Anda karena aku masih dalam keadaan panik."


"Iya, tidak apa-apa, Ken. Kalau begitu teleponnya aku tutup dulu ya. Sebentar lagi rapat akan segera dimulai. Aku hanya ingin memastikan keadaan Bundamu baik-baik saja," pamit Saga.


"Iya, Tuan."


Sambungan telepon itu pun berakhir dan Sekretaris Ken menghembuskan napas lega saat mengetahui bahwa Sagara tidak tahu perihal Viona yang sedang berada di Rumah Sakit.


Untungnya tadi Sekretaris Ken sudah memerintahkan kepada para pasukan semut agar tidak membocorkan tentang keadaan Viona kepada Sagara dan syukurlah para pasukan semut patuh kepada ucapannya.


Mungkin karena Sekretaris Ken yang selalu berinteraksi dengan para pasukan semut sehingga membuat mereka lebih patuh kepada perintahnya ketimbang pada Sagara.


Sekretaris Ken sengaja merahasiakan identitas Viona yang merupakan Arrabella dari sahabatnya itu.


Bukan tanpa sebab pemuda itu memilih untuk merahasiakannya dari Sagara, karena Sagara itu dekat dengan Ayah kandung Viona, dan kemungkinan besar jika Saga terlalu bernafsu untuk duduk kembali di singgasana Samudra Group, dia bisa nekat menjual nama Viona kepada Tuan Smith.


Jika Sagara tahu perihal ini, dia pasti akan merasa senang dan akan bersuka cita karena mendapatkan lotre yang begitu luar biasa.


Sekretaris Ken tidak mau kalau Adiknya dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain, selain itu dia juga tidak mau kalau nantinya Viona akan direbut dari sisi Ibunya dan dirinya.


Bertahun-tahun yang lalu, Bunda Amanda telah bersusah payah untuk kabur dari jeratan Tuan Smith sampai kehilangan Arrabella kecil saat dalam pelarian.


Tuan Smith dulu sangat terobsesi dengan Bunda Amanda sampai-sampai menculik wanita itu dan secara paksa menjadikan Bunda Amanda sebagai istrinya.


Tuan Adiatama yang merupakan Suami sah Bunda Amanda tidak bisa melakukan apa-apa dalam menyelamatkan istrinya karena tidak mempunyai kuasa sedikit pun jika berhadapan dengan Tuan Smith yang memiliki kekuatan super, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, dan hukum di negara berkembang ini.


Sampai meninggalnya Tuan Adiatama, dia masih belum bisa berjumpa dengan mantan istrinya kembali -yang dulu secara sepihak digugat cerai oleh Tuan Smith dengan mengatasnamakan Bunda Amanda untuk memuluskan niat busuknya memisahkan Bunda Amanda dengan Ayahnya Kenzo Adiatama.


Jika saja dulu Boss Chen sudah menjadi Boss Mafia berpengaruh di negara ini, mungkin Tuan Smith tidak akan dengan mudahnya merebut Bunda Amanda dari tangan Tuan Adiatama.

__ADS_1


Namun sayang, dulu Boss Chen masih dalam tahap perintisan dan namanya belum dikenal karena organisasi miliknya belum besar seperti sekarang.


Ada pun Tuan Bhumi, dia rela menolong Kenzo setelah meninggalnya Tuan Adiatama karena Kenzo adalah anak sahabat terbaiknya.


Tuan Bhumi bingung harus memihak siapa karena Tuan Smith dan Tuan Adiatama adalah sama-sama sahabatnya.


Jadi yang bisa dia lakukan hanyalah membantu sebisanya tanpa menyinggung Tuan Smith sang pemilik kekuatan super di Samudra Group.


Bunda Amanda dulu berhasil melarikan diri dengan bantuan seorang laki-laki bernama Frank saat dia sedang mengandung Viona beberapa bulan.


Pertolongan Tuan Frank tentu saja ada maksud di baliknya.


Istri Tuan Frank merupakan saudara tiri sekandung dengan Tuan Smith. Tuan Frank dan istrinya memiliki seorang anak yang mengalami penyakit kelainan jantung.


Tuan Frank berharap besar kepada bayi yang sedang dikandung oleh Bunda Amanda, siapa tahu jantung anak itu cocok dengan tubuh anak semata wayangnya yang sedang membutuhkan donor jantung secepatnya, atau paling tidak dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun, anaknya harus sudah mendapatkan donor jantung.


Namun karena golongan darah dari keturunan Ibu Tuan Smith begitu langka dan jarang sekali ada orang yang memilikinya membuat Tuan Frank kesulitan untuk mencari pendonor.


Satu-satunya jalan hanya berharap pada salah satu keturunan kerabat istrinya yang kemungkinan besar memiliki golongan darah yang serupa dengan golongan darah anak semata wayangnya.


Dulu Viona bukan hanya mau dijual oleh Tuan Frank, namun jantung anak kecil itu ingin diambil olehnya untuk menjadi pengganti jantung anaknya yang telah rusak.


Sedangkan organ lainnya akan Tuan Frank jual kepada salah satu mafia pasar gelap dengan harga yang fantastis.


Kebetulan operasi transplantasi semua organ-organ itu akan dilaksanakan di Rumah Sakit yang bekerjasama dengan mafia itu, dan semua pasien sudah siap sedia menunggu kedatangan Viona di kamar inap mereka masing-masing.


Kembali ke masa sekarang.


Saat ini Bunda Amanda memang sudah tidak diinginkan lagi oleh Tuan Smith karena dia sudah menemukan pengganti Bunda Amanda.


Namun Tuan Smith sudah divonis tidak akan bisa memiliki keturunan lagi karena penyakit yang dideritanya setelah mengalami kecelakaan mobil pasca ditinggal kabur oleh Bunda Amanda.


Sehingga membuat Viona atau Arrabella menjadi satu-satunya anak keturunan Tuan Smith yang akan menjadi pewaris tunggal dari bisnis raksasa yang dimilikinya.


Hal ini tentu saja akan berimbas buruk pada Bunda Amanda dan keluarga kecilnya, karena Tuan Smith pasti akan merampas paksa hak asuh Viona dari tangannya dan tidak akan membiarkan Bunda Amanda bertemu lagi dengan anak perempuannya itu.

__ADS_1


To be continued


***


__ADS_2