
Kim mulai berjongkok mendekat ke arah Viola.
"Sekarang kamu tahu kan bagaimana rasanya ketakutan saat diancam? Aku harap kau terus mengingatnya! Agar suatu saat nanti kau tidak seenaknya menindas, mengancam, dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah, yang sedang mempertahankan tanah milik mereka sendiri."
"Apa maksud, Tuan?" tanya Viola yang masih pura-pura tidak mengerti.
"Pantai ujung selatan kota A. Apa kau sudah lupa dengan tragedi yang terjadi di sana, hm?"
Kedua bola mata Viola membulat. "I-i,itu ...,"
"Itu apa, hm?"
"Kim!" seru Sekretaris Ken dari jauh memanggil teman lamanya itu.
Brukkk.
Viola tiba-tiba ambruk ke atas jalanan aspal ini.
"Nona Viola!" seru Sekretaris Ken kaget saat melihat Viola tergeletak di depan Kim.
__ADS_1
Kim hanya memutar malas bola matanya saat melihat Viola yang tidak sadarkan diri.
"Nona," panggil Sekretaris Ken yang saat ini sudah memangku kepala Viola di pangkuannya.
"Cepat bawa gadis itu pulang. Mungkin dia sangat ketakutan." ucap Kim yang memilih untuk melupakan urusannya dengan Viola.
"Makasih, Kim. Aku pergi duluan ya!" pamit Sekretaris Ken yang kini mulai membopong tubuh Viola di gendongannya.
Langkah Sekretaris Ken mulai menjauh dari Kim. Sedangkan pemuda yang ditinggalkan itu meremas kedua tangannya sambil melihat kepergian Sekretaris Ken yang sedang menggendong tubuh Viola.
"Dasar perempuan Iblis. Tunggu saja, jika aku sudah mempunyai bukti lengkap, akan aku tuntut kau dan Perusahaan Ayahmu itu." gumam Kim.
Sagara yang melihat Sekretarisnya sedang menggendong Viola segera membukakan pintu mobil dari dalam tanpa harus berpindah dari posisi duduknya.
"Sepertinya dia kelelahan dan juga ketakutan karena mengalami hal yang sangat mengerikan dalam hidupnya." jawab Sekretaris Ken. "Tolong geser sedikit, Tuan!"
"Baik," angguk Sagara yang mulai menggeser tubuhnya dan memberikan ruang untuk Viola duduk terbaring.
Tubuh Viola telah berhasil Sekretaris Ken letakkan di dalam mobil Tuan Mudanya.
__ADS_1
'Akhirnya aku selamat.' batin Viola lega.
Viola memang berpura-pura pingsan agar bisa lolos dari intimidasi Kim. Entah bagaimana nasibnya jika dia tidak pura-pura pingsan. Mungkin Kim akan membocorkan tentang kebusukan yang dilakukan olehnya dan juga Perusahaan Ayahnya yang dulu selalu menggunakan jasa-jasanya para preman dalam mengusir para warga dari lokasi pontensial.
Contohnya adalah pantai ujung selatan kota A yang saat ini sudah dibangun sebuah perhotelan mewah dan area pantainya juga ekslusif, hanya boleh dimasuki oleh pengunjung di hotelnya saja.
Sekretaris Ken sudah masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya untuk kembali ke kota A.
"Tuan, kita mau langsung ke kediamannya Tuan Sofyan atau ke rumah biru saja? (Markas Sagara)"
"Ke rumah biru saja. Rumah itu yang paling dekat dengan lokasi kita saat ini." jawab Sagara.
"Baik, Tuan."
Mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi dan Sagara saat ini mulai sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi dokter kepercayaan yang rumahnya dekat dengan rumah biru.
***
Tekan tombol like dan simpan cerita ini di gudang buku kalian agar jika cerita ini update kalian mendapatkan notifikasinya.
__ADS_1
Penjelasan : "Dunia kita saat ini sudah tidak seperti sebelumnya. Jika mereka kalah di dunia bawah, mereka bisa balik menyerang di dunia atas."
Maksudnya adalah pihak lawan akan menyerang balik lewat jalur hukum.