
Di kantor utama Samudra Group, Saga saat ini sedang bersiap-siap ke ruang rapat. Meski tidak didampingi oleh Sekretaris Ken, namun pemuda itu bisa menghandle semuanya dengan sangat baik.
Asisten pribadi Saga yang bertugas untuk membantu pekerjaan remeh temeh dari Sekretaris Ken mulai meletakkan sebuah dokumen di setiap kursi yang ada di ruang rapat ini.
Hari ini memang Sagara mengadakan rapat dadakan untuk memutuskan kontrak kerjasama dengan beberapa perusahaan yang pemiliknya tidak punya attitude yang baik.
Beberapa pengusaha yang akan menggantikan posisi pengusaha yang lama pun sudah mulai berdatangan dan duduk di sebuah tempat tunggu yang terpisah dengan pengusaha lainnya yang saat ini sudah bekerjasama dengan Samudra Group.
Katakanlah Saga ini egois karena mencampur adukkan perasaan pribadinya pada bisnis yang sedang dia jalankan sekarang.
Namun pemuda itu tidak mau kalau dia bekerjasama dengan orang-orang yang berpikiran sempit.
Jika perusahaan besar ini bekerjasama dengan orang-orang yang berpikiran sempit maka tinggal menunggu kebangkrutannya saja.
Saga ingin semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bekerjasama dengannya memiliki kualitas terbaik.
Jika dilihat dari sikap mereka kemarin saat di hari pernikahannya Sagara dengan anaknya Tuan Sofyan, pemuda itu sudah bisa menyimpulkan bahwa beberapa pengusaha yang saat ini sedang bekerjasama dengan Samudra Group tidak layak untuk dipertahankan.
Mereka hanya melihat fisik, bukan kualitas.
Jika mereka orang-orang yang berpikiran luas, mereka tidak akan menjelek-jelekkan Sagara hanya karena dia dalam keadaan cacat.
Bukankah mereka semua tahu bagaimana hasil kerja Sagara selama ini yang selalu sempurna dan bisa memajukan Samudra Group lebih baik dari Ayahnya dulu.
Samudra Group dulu terkalahkan oleh Surya Pratama Group dan berada di bawah perusahaan pesaingnya beberapa poin.
Kini, setelah Saga yang mengelolanya, dia berhasil meningkatkan penjualan dan pendapatan, baik dari pemasaran di mall-mall Samudra Group ataupun penjualan di pasar dunia. Dan saat ini Samudra Group telah berhasil mendapatkan posisinya kembali di urutan pertama.
__ADS_1
Kinerja Awan Bhumi Saputra pun tidak kalah cemerlangnya dengan Sagara, lelaki itu bisa memajukan bidang usaha yang sedang dia urus di Samudra Group ini.
Kembali lagi ke persoalan attitude. Jika sang pemilik usaha memiliki pemikiran picik seperti mereka, maka tidak menutup kemungkinan pintu kerjasama dengan perusahaan luar negeri akan semakin kecil karena para pemilik usaha tidak melihat pada bakat dan kemampuan, tapi hanya terpaku pada fisik pekerjanya semata, yang akhirnya tidak terlalu peduli dengan kualitas produk yang dihasilkan.
Semua orang telah memasuki ruang rapat hari ini, dan Sagara yang sedari tadi sudah berada di dalam ruangan itu mempersilakan semua pengusaha itu untuk duduk di kursinya masing-masing.
Jika di perusahaan lain sang pemimpin datang terakhiran ke ruang rapat, maka lain halnya dengan Sagara yang datang lebih dulu ke ruang rapat karena dia ingin memberikan contoh yang baik untuk para karyawan-karyawannya.
"Baiklah, berhubung waktu semakin siang, tanpa banyak basa-basi, rapat hari ini akan segera kita mulai. Sebelumnya saya meminta maaf karena mengumpulkan kalian semua di satu ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu," cakap Sagara yang mulai memimpin jalannya rapat hari ini.
Semua orang yang sedang duduk di kursi meja bundar itu saling bertatapan bingung karena tidak paham jalan pemikiran Sagara saat ini.
Mereka juga tidak tahu ada hal besar apa yang akan disampaikan oleh Sagara sampai-sampai mengumpulkan mereka semua di ruangan ini.
Sagara mulai membuka suaranya lagi.
Semua orang mulai mengambil dokumen yang ada di hadapan mereka semua.
Semua orang yang mendapatkan dokumen berwarna merah tersenyum lega karena itu adalah dokumen perpanjangan kontrak dengan Samudra Group.
Sedangkan dokumen yang biru berisi pemutusan kontrak kerjasama dengan Samudra Group.
Semua orang yang mendapatkan dokumen biru tidak terima dengan pemutusan kontrak kerjasama antara perusahaan miliknya dengan Samudra Group.
"Kenapa kontrak kerjasama perusahaanku dengan Samudra Group diputuskan?!" tanya pengusaha peternakan daging itu.
"Aku sudah berpuluh-puluh tahun lamanya berkerjasama dengan Samudra Group, dan semua produk kami berkualitas bagus. Aku tidak terima dengan pemutusan kontrak kerjasama ini," tandas orang itu.
__ADS_1
"Haha," Saga hanya terkekeh mendengar semua penuturan pengusaha itu.
"Kenapa Anda hanya tertawa? Cepat jawab dan jelaskan alasan pemutusan kerjasama ini!" tuntut orang itu.
"Kamu bilang semua produk yang dihasilkan oleh perusahaanmu itu memiliki kualitas terbaik? Jangan membicarakan hal-hal yang omong kosong," sahut Sagara.
Kini pandangan mata pemuda itu melihat ke arah pengusaha peternakan itu dengan tatapan tajam dan salah satu tangannya terangkat ke arah asisten pribadinya untuk mengganti data di layar monitor dengan data perusahaan peternakan itu.
"Mari kita lihat hal yang sebenarnya! Apakah semua produk-produkmu berkualitas tinggi atau hanya isapan jempol belaka," sambung Sagara.
Kursi roda milik Sagara kini mulai berjalan mendekat ke arah layar monitor dan sangat asisten pribadinya mulai memberikan sebuah tongkat panjang untuk Sagara.
Data yang aku kumpulkan selama ini, ada beberapa kwintal daging berkualitas buruk yang dicampur adukan dengan daging berkualitas tinggi dan itu semua sudah terjadi selama bertahun-tahun lamanya. Mungkin Ayahku akan diam saja karena belum ada konsumen yang mengeluhkan hal ini. Namun, aku tidak akan menoleransi kesalahan sekecil pun. Apalagi di sini Perusahaanmu sengaja melakukan kecurangan agar keuntungan yang kalian miliki semakin berlipat ganda."
Kini Sagara mulai menunjukkan data selanjutnya.
"Kalian boleh memberikan yang terbaik saat kami sedang melakukan penelitian kepada produk-produk yang akan kami distribusikan ke para konsumen, namun apakah kalian tidak berpikir bahwa kami juga kerap melakukan penelitian secara diam-diam untuk memastikan kalian semua tidak melakukan perbuatan-perbuatan curang?"
Pengusaha peternakan yang tadi ngegas, kini langsung tertunduk kalah dengan wajah yang memerah yang menahan malu, karena dia tidak menyangka bahwa pihak Samudra Group ternyata diam-diam melakukan investigasi secara diam-diam untuk mengecek kelayakan dari produk yang Perusahaannya kirim.
Sedangkan pengusaha lain yang awalnya ingin ikut protes memilih untuk mengurungkan niatnya karena tidak mau dipermalukan seperti pengusaha itu, sebab mereka sadar diri bahwa mereka juga kerap melakukan kecurangan-kecurangan kecil.
Sedangkan para pengusaha yang mendapatkan dokumen merah langsung deg-degan karena mereka juga kerap melakukan kecurangan agar keuntungan mereka berlipat ganda.
Di dalam dokumen merah itu juga terdapat teguran dari Sagara dan meminta agar para pengusaha yang diberikan kesempatan kedua agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
Sama seperti halnya pengusaha yang memproduksi onderdil-onderdil kendaraan, Sagara juga meminta kualitas terbaik dan jangan menurunkan kualitas produknya.
__ADS_1
***