CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Nama Baik Viola Terselamatkan


__ADS_3

Di gedung B, kedua orang tuanya Viola sedang panik setelah mendapatkan telepon dari penculik itu. Meski hati mereka merasa lega karena tahu keberadaan Viola, namun dengan keadaannya saat ini malah semakin membuat waswas kedua hati orang tua itu.


"Gimana ini, Pah?" tanya Bu Nadira panik.


"Tenang, Ma! Kita pasti bisa nyelametin anak kita, Ma."


"Itu Viola sampai nangis-nangis gitu, Pah. Ayo cepetan kita selametin dia dan bawa uang seratus juta buat tebusannya." guncang Bu Nadira yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putrinya lagi.


"Tidak bisa sekarang, Ma. Kita hanya bisa bertemu sesuai jadwal yang diatur oleh para penculik itu. Salah, salah, malah nantinya Viola yang akan jadi korban karena kita berniat memberontak."


Sagara dan Sekretaris Ken yang baru saja kembali dari toilet mendengar percakapan antara Pak Sofyan dan Bu Nadira yang tengah panik karena Viola diculik.


"Hah, diculik," ucap Sagara yang volume suaranya bisa didengar oleh kedua orang tua itu.


Pak Sofyan dan Bu Nadira langsung diam dan memberikan hormat sekilas kepada Sagara saat pemuda itu dan Sekretaris-nya mendekat ke arah mereka.


"Tolong jelaskan apa maksud dari perkataan kalian?" pinta Sagara kepada Pak Sofyan dan Bu Nadira.


"Putri saya diculik oleh orang jahat, Tuan. Dan mereka minta tebusan uang."


"Berapa yang mereka minta?"


"Seratus juta, Tuan."

__ADS_1


"Hah! Seratus juta," timpal Sagara tidak percaya.


"Iya, Tuan."


"Lalu, kapan pertukaran antara Viola dan uang tebusan itu akan dilaksanakan?"


"Nanti sore, Tuan. Sekitar jam lima sore."


"Di mana?"


"Di Stasiun terbengkalai, Tuan. Tapi...."


"Tapi apa?"


"Mereka meminta kami agar tidak macam-macam, Tuan. Kalau kami berani macam-macam maka nyawa Viola yang akan jadi taruhannya."


"Terimakasih banyak, Tuan."


"Sama-sama. Oh iya, uang tebusan itu biar aku saja yang membayarnya."


"Baik, Tuan."


"Ayo, Ken, kita kembali ke kursi pelaminanku!" ajak Sagara kepada Sekretaris-nya.

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Kursi roda milik Sagara mulai didorong kembali oleh Sekretaris Ken ke dalam ruang utama gedung mewah ini.


Kini hati Sagara sudah tenang karena ternyata Viola bukan kabur atau melarikan diri dari pernikahannya, namun dia diculik, yang artinya harga diri Sagara tidak terinjak-injak karena penolakan dari Viola.


Beruntung sekali Viola yang nama baiknya di depan Sagara bisa terselamatkan, sehingga di masa depan, gadis cantik itu masih bisa mendekati Sagara dan memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki oleh laki-laki itu untuk kepentingan pribadinya.


"Tuan Muda Saga," panggil Sekretaris Ken.


"Hm,"


"Bukankah ini sangat aneh sekali? Kenapa hanya seratus juta yang mereka pinta untuk tebusan? Jangan-jangan yang menculik Viola adalah antek-anteknya Tuan Awan agar Tuan Muda tidak bisa menikah dengan gadis itu." tebak Sekretaris Ken.


"Bukan jangan-jangan lagi, Ken. Tapi memang kenyataannya seperti itu. Aku memang sudah mengira sejak awal bahwa berantakannya acara pernikahan hari ini adalah ulah dari Kakak-ku."


"Br*ngsek," umpat Sekretaris Ken yang merasa marah karena gara-gara ulah Awan, Viona gadis pujaan hatinya malah menikah dengan Tuannya.


"Ken,"


"Iya, Tuan."


"Tolong kamu atur agar nama baikku kembali pulih dalam sekejap dan acara pernikahan ini segera berakhir. Aku sungguh tidak tahan jika duduk berdekatan dengan gadis jel-" ucapan Sagara langsung terpotong saat melihat delikan dari Sekretaris Ken.

__ADS_1


***


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2