CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Mau Buka Baju Saja Repot Amat


__ADS_3

POV Author


Mobil yang dikendarai oleh Sekretaris Diana mulai memisahkan diri dari rombongan pengiring pengantin.


Beberapa orang yang melihat kejadian ini sedikit mengernyitkan dahinya karena mobil yang ditumpangi oleh Awan memisahkan diri.


'Kenapa Tuan Awan malah pergi ke arah lain?' ucap mereka bertanya masing-masing pada dirinya sendiri di dalam hati.


'Ah, mungkin ada kepentingan yang mendadak.' putus mereka yang memilih untuk tidak mengambil pusing hal ini.


Mobil yang dikendarai Diana sudah memasuki gerbang sebuah motel terdekat dari jalanan yang mereka lewati saat ini.


Halaman parkir di motel ini cukup luas namun masih lengang tidak seramai saat malam tahun baru atau malam minggu.


"Di, sana kamu pesen kamar dulu! Nanti kalau sudah pesen kamar, baru aku nyusul." ucap Awan.


"Nggak mau ah." tolak Diana sambil menyidekapkan tangannya di dadanya.


"Ayolah, Di!" bujuk Awan.

__ADS_1


"Aku maunya Tuan Awan ikut masuk bareng aku ke dalam motel dan pesan kamar bareng-bareng juga." tandas Diana.


"Ya udah, ya udah, oke, oke, ayo kita masuk bareng, tapi kamu halangin pandangan orang-orang ke arah Pyton aku ya!" pinta Awan. "Aku nggak mau diketawain sama mereka."


"Oke, sayangku." ucap Diana sambil mencubit kedua pipi Awan.


Mereka berdua mulai turun dari dalam mobil mewah mereka dan mulai masuk ke dalam motel.


Orang-orang tidak terlalu memperhatikan Awan karena laki-laki itu berjalan tepat di belakang tubuh Diana.


"Selamat datang di Penginapan Mawar. Ada yang bisa kami bantu, Tuan, Nyonya?" tanya Resepsionis di Penginapan ini.


"Baik, Nyonya. Tunggu sebentar."


Setelah menunggu beberapa saat, petugas Resepsionis itu memberikan sebuah kunci kamar kepada Diana.


"Terimakasih, Mbak." ucap Diana. "Ayo, Tuan!" ajak Diana kepada Awan yang saat ini masih setia di belakang tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Bos dan Sekretarisnya itu sudah berada di dalam kamar yang mereka sewa untuk beberapa jam kedepan.

__ADS_1


Awan yang memang sudah tidak tahan ingin menyerang Diana mulai menerkam wanita cantik nan seksi itu.


"Tuan, jangan begini! Nanti baju kita kusut." protes Diana yang langsung menghentikan serangan Awan.


"Itu masalah sepele. Nanti kita bisa pakai pakaian yang baru." jawab Awan santai, lalu laki-laki itu mulai mencoba mencium Diana kembali yang lagi-lagi dihentikan oleh wanita cantik itu.


"Lalu semua orang akan curiga, termasuk Istrimu, saat mendapati kita memakai pakaian yang berbeda dengan yang sebelumnya, begitu maksud, Tuan? Aku nggak mau ya kalau hubungan kita diketahui oleh semua orang. Aku masih waras, Tuan. Kalau Tuan ingin menjadikanku wanita simpanan maka simpan aku dengan sebaik-baiknya, Tuan. Tuan tahu sendiri-kan jika sewaktu-waktu Tuan bosan denganku maka aku harus mencari laki-laki lain yang mau menerimaku. Kalau aku terkena skandal dengan Tuan Awan yang statusnya suami orang, bisa-bisa di masa depan aku akan kesulitan untuk mendapatkan laki-laki dari kalangan atas."


"Ya sudah, cepat katakan apa maumu? Aku sudah tidak bisa menahan hasrat ini terlalu lama." keluh Awan.


"Lepas pakaian kita sendiri-sendiri dengan cara yang baik agar tidak kusut, Tuan."


"Baiklah." sahut Awan kesal.


Mereka berdua mulai melepaskan pakaian mereka masing-masing dengan cara yang baik agar tidak kusut.


***


Tekan tombol like, komen next, dan simpan di favorit kalian.

__ADS_1


__ADS_2