CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Viona Ternyata Dianggap Sebagai Penangkal Hal Negatif


__ADS_3

Saat ini Viona tengah didandani oleh seorang make up artist yang handal, namun sang make up artist itu dibuat jengkel oleh tingkahnya Viona yang selalu merebut alat make up miliknya.


"Nona bisa diem aja nggak sih?"


"Maaf ya, Mas. Vio tuh nggak cocok sama hasil make up Mas cantik ini. Vio jadi kelihatan jelek tahu. Nih harusnya itu pipi Vio dipakein banyak blush on kayak gini nih." tunjuk Viona yang saat ini tengah membubuhkan banyak blash on ke pipinya dengan perantara kuas.


"Ya ampun, eke pusiang lihat make up begindang." ucap sang make up artist itu sambil memegangi kepalanya.


"Cantik kan kan kan?" tanya Viona memperlihatkan hasil make up buatannya yang begitu fenomenal.


"Tak cantik pun. No, no, no, ya. Hasilnya jadi jelek."


"Huaaa!" Viona langsung menangis kejer dibilang hasil make up-nya jelek.


"Aduh ya amplop kenapa yey nangis kek gini?" ucap sang make up artist yang mulai panik. "Cip cip cip cip, eh cup cup cup cup. Jangan nangis! Cup,"

__ADS_1


"Huaaaa!" Viona masih menangis.


"Haduh eke pusiang kalau begindang. Ya sutralah eke manut apa kata yey. Make up-nya bagus kok, Nona Viona cantik pake b, g, t." puji sang make up artist sambil memberikan dua jempolnya.


"Mas cantik nggak boong kan?" tanya Viona yang sudah mulai mereda tangisnya.


"Nggak kok. Seriusan," ucapnya meyakinkan, namun dihatinya dia sedang nangis darah karena make up-nya Viona benar-benar hancur.


"Asik!" seru Viona girang.


"Bedaknya harus ditambahin lagi nih. Blush on-nya juga. Eye shadow-nya juga, bagusnya warna hijau terang kayak gini."


Sang make up artist hanya bisa duduk dengan lesu sambil memegangi kepalanya melihat ulah Viona yang kini malah makin jadi tidak karuan make up-nya.


Pak Sofyan dan Bu Nadira kini kembali ke ruangan di mana Viona sedang didandani.

__ADS_1


"Mas C, Viona sudah selesai belum dandannya?"


"Sudah, Jeng." jawabnya lesu.


"Taraaaa! Lihat, Ma! Vio jadi makin cantik kan?" tanya Vio dengan kedua alisnya yang naik turun.


"Woa, anak Mama cantik banget." puji Bu Nadira natural. Padahal dalam hatinya dia merutuki tingkah polah anak bungsunya yang sepertinya bersikeras dandan sendiri.


"Woh iya, anak Papa kok cantik banget ya!" puji Pak Sofyan tidak mau kalah memuji anak bungsunya.


Sedari kecil Viona memang diperlakukan dengan sangat spesial oleh kedua orang tuanya. Kadang membuat Viola merasa iri karena sikap mereka yang selalu memanjakan Viona meski Viona jelek dan bodoh. Namun satu hal yang tidak diketahui oleh Viola sebenarnya kedua orang tuanya jauh lebih sayang kepada Viola dibandingkan Viona yang tidak berguna, tapi karena suatu alasan membuat Pak Sofyan dan Bu Nadira memanjakan Viona dan tidak akan memaksa Viona jika Viona tidak mau.


Dulu salah satu paranormal yang menjadi langganan Pak Sofyan dan Bu Nadira berpesan bahwa mereka harus memperlakukan Viona dengan baik karena Viona adalah penangkal hal-hal negatif untuk mereka sekeluarga dan menyerap hal-hal yang negatif juga. Seperti halnya saat ini, mereka berdua menganggap Viona sedang menyerap ha yang negatif dari putri kebanggaan mereka yaitu Viola dengan cara menggantikan posisi Viola untuk menikah dengan Sagara.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2